Kamis, 15 Maret 2012

SOKRATES DI PASAR


Sokrates, seorang filsuf sejati, yakin bahwa orang yang
bijaksana dengan sendirinya akan hidup sederhana. Ia sendiri
tidak memakai sepatu; namun ia terus-menerus tertarik oleh
keramaian pasar dan sering pergi ke sana untuk melihat
segala macam barang yang dipertontonkan.

Ketika salah seorang kawannya bertanya mengapa demikian,
Sokrates berkata, "Saya senang pergi ke sana untuk
mengetahui berapa banyak barang yang meskipun tidak
memilikinya, saya tetap gembira."

Socrates mengajarkan, hidup batin adalah tidak mengetahui apa yang engkau
kehendaki tetapi memahami yang tidak engkau butuhkan.


Mungkinkah Socrates2 masa kini msh teguh berpegang pd prinsip 'hidup batin' tsb? Ketika fundamentalisme pasar bgt dominan dijadikan rujukan makro ekonomi, konsumerisme adlh second nature, dan glontoran citra-pariwara menyesaki ruang publik kita, msh kah ada alternatif 'pasar' yg mbuat Socrates2 masa kini berbahagia? Mnurut Marcuse, unhappy consciousness is a necessity in terms of one-dimensional man living in one-dimensional society.

Pengalaman Penderitaan, Albertus Patty, Sinar Harapan*


Penderitaan? Tidak seorang pun menginginkannya! Orang bahkan rela melakukan apa pun demi menghindarinya. Tetapi, ini celakanya, penderitaan adalah bagian dari proses perjalanan hidup kita manusia.

Penderitaan menyerang kita dari segala arah dan dari segala situasi. Penderitaan bisa muncul dari mana saja. Ada yang muncul karena bencana alam. Ada yang berasal dari kejahatan atau kelengahan orang lain. Ada yang menderita karena diserang virus atau binatang tertentu, dan ada juga penderitaan yang muncul karena diri sendiri.

 Bentuk penderitaan pun beraneka ragam. Ada yang berupa sakit penyakit, tabrakan, dipecat dari pekerjaan, putus cinta, konflik keluarga, gagal dalam karier, kemiskinan, atau bahkan karena kekayaannya.

 Orang miskin menderita kecemasan karena ketiadaan makanan, sementara banyak orang kaya menderita kepanikan ketika tahu harga saham anjlok. Jadi, kita semua pasti pernah mengalaminya.

 Seorang ibu jatuh sakit sampai harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Penyebabnya ia cemas terhadap keselamatan anaknya yang kuliah di luar negeri. Ibu yang lain, kena serangan jantung dan darah tinggi karena anaknya tidak mau sekolah di mana-mana.

 Seorang teman saya menderita stres berat ketika dokter, yang kepadanya dia berkonsultasi, mengatakan bahwa kemungkinan besar dia terkena kanker. Dia sulit makan dan minum sampai beberapa hari. Berat tubuhnya berkurang drastis.

 Dia makin menderita ketika kelurganya ikut stres dan menangis terus seolah dia sudah pasti mati. Ketika akhirnya dia memutuskan ke dokter lain untuk mendapatkan second opinion, ternyata dia dinyatakan terkena penyakit lain, yang relatif lebih ringan, dan bukan kanker! Stresnya pun lenyap. Penderitaannya jauh berkurang. Dia sudah bisa makan dan minum seperti biasa!

 Penderitaan itu menakutkan. Oleh karena itu, orang sering menggunakan segala cara untuk menghindarinya. Alasan para koruptor mengorupsi uang rakyat mungkin bukan terutama karena mau menjadi kaya, tetapi karena takut miskin.

Alasan lain mungkin takut menderita karena tidak mampu membeli barang yang dikehendakinya. Memang, kehendak adalah salah satu sumber penderitaan.

Jangan Menghakimi

 Ketika Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia harus menanggung banyak penderitaan dan bahkan dibunuh, Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur-Nya. Petrus tidak bisa menerima kenyataan bahwa Yesus harus menderita.

Bagi Petrus, dan bagi banyak orang lainnya, penderitaan sering dianggap sebagai kutukan dari Allah. Paradigma seperti Petrus ini membuat orang cenderung menghakimi orang lain yang dirundung penderitaan ketimbang menolongnya.

 Hal seperti itu pernah terjadi ketika tsunami melanda Aceh. Saat itu banyak orang yang melihat tsunami sebagai ekspresi kemarahan Allah kepada orang Aceh yang dianggap berlumuran dosa. Sebagai pengganti menolong masyarakat Aceh yang menderita, orang-orang ini justru menghakimi orang Aceh yang jadi korban tsunami.

 Yesus balik menegur Petrus dengan sangat keras (Markus 8:33). Melalui teguran-Nya, Yesus membuka perspektif baru yaitu bahwa jangan terlalu mudah menilai penderitaan sesama sebagai wujud kutukan Allah.

 Sebaliknya, bagi Yesus penderitaan justru diizinkan Allah untuk suatu tujuan tertentu yang Allah rencanakan dan kehendaki. Oleh karena itu, penderitaan bukanlah untuk diratapi.

Orang yang menderita tidak lagi harus dihakimi atau dikutuki. Lebih baik mulai membangun pendekatan yang lebih manusiawi terhadap mereka yang menderita dengan cara membangun solidaritas dan bela rasa terhadap mereka. Orang yang menderita lebih membutuhkan cinta daripada penghakiman!

Malah Mensyukuri

 Pertanyaan yang paling penting adalah: apa sikap yang sebaiknya dipilih ketika penderitaan itu menghampiri Anda?

 Belum lama berselang, seorang rekan terserang stroke cukup berat sehingga membuatnya sulit berjalan. Ia cukup menderita, tetapi ia menolak untuk mengeluh apalagi putus asa, dan yang terpenting ia tidak pernah mau menyalahkan Tuhan untuk penyakitnya itu.

 Dia memilih untuk tidak percaya terhadap mereka yang menganggap penderitaannya sebagai kutukan Tuhan. Baginya, Tuhan terlalu baik untuk mengutuk atau menghukum umat-Nya yang bersalah!

Itulah sebabnya, sebagai pengganti menyalahkan Tuhan, ia bisa berdoa kepada Tuhan memohon kekuatan-Nya untuk menghadapi penderitaannya. Penderitaannya terasa menjadi ringan. Ia menerimanya dengan hati lapang. Hatinya dipenuhi dengan sukacita.

 Dalam segala keterbatasannya, ia bisa terus berkarya, menjadi berkat dan tak henti-hentinya memuliakan Tuhan. Ternyata penderitaan tidak lagi dilihat sebagai kutukan Tuhan, tetapi justru menjadi arena tenpat Tuhan menunjukkan kasih-Nya. Amin!

*Penulis melayani sebagai pendeta di GKI Maulana Yusuf, Bandung.

KATA-KATA BIJAK


Hidup kita terlalu berharga...,oleh sebab itu:"Make Your Self Have a Meaning for Others!!"Pemenang kehidupan adalah org yang tetap sejuk di tempat yg panas, yg tetap manis di tempat yg sangat pahit, yg tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar dan yg tetap tenang di tengah badai yg paling hebat.(Hope everyday.. I will do the best for everyone....(Maria Bandu, Fb 1 Maret 2011)


Anda tidak dapat membangun reputasi pada apa yang akan Anda lakukan.
 HENRY FORD (1863 - 1947), industrialis automotif AS 


Integritas sejati adalah melakukan sesuatu hal yang benar, tanpa peduli orang lain mengetahuinya atau tidak. OPRAH WINFREY Pembawa acara talkshow asal Amerika Serikat (1954 – )

 Sebuah tujuan tanpa perencanaan hanya akan menjadi harapan.
ANTOINE DE SAINT-EXUPERY (1900–1944) Penulis asal Prancis

Tentu tidak ada formula sukses, kecuali menerima hidup secara tak bersyarat dan segala sesuatu yang didatangkannya. ARTHUR RUBINSTEIN (1886–1982) Komposer dan Pianis AS 

Saya tidak pernah mengajari murid-murid saya, saya hanya mencoba untuk menyediakan suasana di mana mereka bisa belajar. ALBERT EINSTEIN (1879–1955) Ilmuwan Fisika Kelahiran Jerman 


Kepuasan membuat orang miskin jadi kaya, ketidakpuasan membuat orang-orang kaya jadi miskin. BENJAMIN FRANKLIN Penulis dan Tokoh Revolusi AS (1706 - 1790)           


Duduk dan tulislah apa yang kamu pikirkan, buka diri untuk memikirkan apa yang harus kamu tulis.WILLIAM COBBETT (1763–1835), jurnalis Inggris             


Kurangilah rasa ingin tahu Anda tentang orang, perbanyaklah rasa ingin tahu tentang ide, gagasan, dan pemikiran. Marie Curie (1867-1934), fisikawan asal Prancis.


Setiap orang bisa mengkritik, mengecam, dan mengeluh. Tapi hanya orang berkarakter yang bisa mengontrol diri untuk memahami dan memaafkan.” Dale Carnegie (1888–1955), penulis dan pengajar asal Amerika Serikat  


 “Jika kau hanya melakukan apa yang kau tahu bisa kau kerjakan, kau tidak akan bisa berbuat lebih.” Tom Krause (1934), motivator, guru, dan pelatih 

”Janganlah takut pada masa depan, jangan pula menangis untuk masa lalu.” Percy Bysshe Shelley (1792–1822), pujangga Inggris        

 “Pengembangan diri adalah nama permainan; tujuan utama Anda adalah menguatkan diri, bukan menghancurkan lawan.” Maxwell Maltz (1927–2003), motivator dan ahli bedah plastik asal Amerika Serikat 


”Lebih baik dibenci karena apa yang Anda miliki daripada disukai atas sesuatu yang tidak Anda punyai.” Andre Gide (1869–1951), penulis dan humanis Prancis, peraih Nobel Sastra 1947


 “Seni kepemimpinan adalah mengatakan tidak, bukan berkata ya. Terlalu mudah kalau hanya mengatakan ya.” Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris

 “Manusia cenderung melupakan kewajibannya daripada haknya”
Indira Gandhi (1917-1984), Perdana Menteri India


"Allah yang membagi rejeki untuk siapa saja yang dikehendaki-Nya dan mengatur ukurannya. Dan mereka merasa puas dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia dibanding kehidupan akhirat hanyalah sebuah permainan." (QS Al-Ra'du 26)


Aib terbesar adalah ketika kamu lebih mementingkan kehidupan ketimbang harga diri, sementara demi kehidupan itu sendiri engkau telah kehilangan prinsip-prinsip kehidupan~decimus junius juvenalis

KHALIFAH - Umar bin Abdul Aziz pernah menangis dan berkata, Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan didalamnya adalah kehinaan. Pemudanya akan menjadi renta, dan yang hidup didalamnya akan mati. Celakalah yang tertipu olehnya. Berapa banyak orang yang dulunya mulia, setelah beberapa lama didalam kubur kini wajahnya hancur. anggota badannya tercerai berai. Mulut mereka belepotan dengan darah dan nanah. Binatang-binatang tanah mengerubuti jasad mereka, sehingga satu per satu anggota tubuh terlepas. Hingga akhirnya tak tersisa, kecuali hanya sebagian kecil saja. Mereka telah meninggalkan istananya. Berpindah dari tempat lapang ke lubang yang sempit. Sesudah itu, istri-istri mereka dinikahi orang lain. Anak-anaknya pun berkeliaran dijalan. Harta bendanya dibagi-bagi oleh ahli warisnya.

 Dulu, di dunia mereka berada di tengah-tengah keluarga yang mengelilinginya. Diatas kasur yang empuk dan pembantu yang setia. Keluarga yang memuliakan dan kekasih yang menyertainya. Tetapi ketika semuanya berlalu dan maut datang memanggil, lihatlah betapa dekat kuburan dengan tempat tinggalnya. Tanyakan kepada orang kaya, apa yang tersisa dari kekayaannya? Tanyakan pula kepada orang fakir, apa yang tersisa dari kefakirannya?



Rabu, 14 Maret 2012

Turki dan Minoritas Nonmuslim

Bulent Arinc, WAKIL PERDANA MENTERI TURKI
SUMBER : KORAN TEMPO, 12 Maret 2012

Setelah puluhan tahun telantar, pemerintah Turki mengambil beberapa langkah untuk menjamin hak minoritas agama nonmuslim di negeri itu. Dengan demikian, ada jaminan rule of law berlaku sama bagi semua warga Turki, tanpa memandang agama, etnisitas, atau bahasa seseorang.

Minoritas agama di Turki meliputi berbagai denominasi, termasuk Yunani Ortodoks, Armenia, Asiria, Kaldani, dan denominasi-denominasi Kristen lainnya, serta Yahudi, yang semuanya merupakan bagian integral masyarakat Turki. Sebagai bagian dari prakarsa baru pemerintah Turki untuk mengakhiri diskriminasi apa pun terhadap minoritas-minoritas nonmuslim ini, Presiden Abdullah Gul telah menekankan langkah-langkah ini dengan menerima kunjungan Bartholemew, Uskup Ortodoks Yunani di Istanbul, dan dengan mengunjungi gereja dan sinagoge di Hatay--kunjungan pertama oleh Presiden Turki.

Pada Agustus 2009, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan para pemimpin minoritas agama di Buyukada, pulau terbesar dalam gugusan Pulau Pangeran di Laut Marmara, dan mendengarkan masalah yang mereka hadapi, sinyal yang jelas dari niat pemerintah memperkokoh rasa kebersamaan mereka dalam masyarakat Turki. Sebagai wakil perdana menteri, saya bertemu dengan wakil-wakil dari minoritas agama pada Maret 2010 serta mengunjungi Keuskupan Gereja Ortodoks Armenia dan Yunani pada 2010 dan 2011. Begitu juga Menteri Urusan Uni Eropa Egemen Bagis telah bertemu dengan para pemimpin minoritas ini pada beberapa kesempatan.

Di samping membangun hubungan yang hangat antara pemerintah Turki dan minoritas agama ini, kebijakan resmi telah berubah. Pada Mei 2010, Perdana Menteri Erdo?an mengeluarkan pernyataan resmi yang memperingatkan pegawai negeri dan warga umumnya untuk tidak melakukan diskriminasi apa pun terhadap minoritas agama, dan yang menekankan kesetaraan absolut warga minoritas nonmuslim di Turki.

Tapi landasan prakarsa yang diambil pada tahun-tahun terakhir ini sudah diletakkan lama sebelumnya. Pada Agustus 2003, pemerintah di bawah pimpinan Erdogan mengumumkan perubahan-perubahan hukum untuk memecahkan persoalan hak milik terkait dengan perhimpunan minoritas agama. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Turki, 365 kepemilikan tanah dan bangunan milik komunitas minoritas didaftarkan menurut hukum atas nama mereka. Pada 2008, pemerintah, kendati ditentang partai-partai lainnya, mengubah Undang-Undang Asosiasi dan mengizinkan perhimpunan minoritas agama membeli tanah serta bangunan di atasnya (dan menerima sumbangan, tanpa memandang besarnya, dari luar negeri).

Kemudian, pada Agustus 2011, suatu amendemen yang penting pada Undang-Undang Asosiasi mengesahkan dikembalikannya lebih dari 350 properti kepada minoritas agama. Sebagai bagian dari perubahan ini, Sekolah Kejuruan Putri Ortodoks Yunani di Beyo?lu, Istanbul, dan Pusat Komunitas Yahudi di Izmir telah diberi status hukum, yang mengakhiri sengketa yang sudah berlangsung seabad lamanya.

Bahkan sebelumnya, pada 2010, rumah yatim piatu Ortodoks Yunani di Pulau Halki dikembalikan kepada Keuskupan Yunani Ortodoks. Untuk memperlancar tugas agama mereka, uskup-uskup agung Ortodoks diberi kewarganegaraan Turki. Selain itu, Dewan Asosiasi, sebagai otoritas tertinggi mengenai perhimpunan agama, sekarang untuk pertama kalinya juga beranggotakan seorang nonmuslim yang mewakili agama-agama minoritas.

Lagi pula Direktorat Jenderal Asosiasi telah diberi tugas merenovasi rumah-rumah ibadah yang digunakan minoritas-minoritas agama, termasuk Gereja Aya Nikola di Gokceada Canakkale, serta Gereja Katolik Asiria dan Gereja Katolik Yunani di Iskendrun. Sejumlah gereja dan sinagoge lainnya juga sedang direnovasi.

Pemerintah telah mengambil banyak langkah historis dan simbolis penting lainnya. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah merenovasi Biara Panagia Sumela, gereja yang sudah berusia 1.600 tahun di Trabzon di pantai Laut Hitam. Misa pertama setelah puluhan tahun diadakan pada Agustus 2010, yang dipimpin Bartholomew, dan dihadiri ratusan anggota jemaah dari Yunani, Georgia, Eropa, Amerika Serikat, serta Turki.

Tonggak bersejarah lainnya adalah renovasi dan dibukanya Gereja Armenia yang sudah berusia 1.100 tahun pada Maret 2007. Misa pertama setelah 95 tahun lamanya diadakan di dalam gereja, yang dipimpin Uskup Agung Armenia, Airam Atesyan, dan dihadiri ribuan anggota jemaah.

Langkah-langkah ini diambil untuk mengatasi masalah yang sudah lama dihadapi minoritas agama nonmuslim di Turki. Umat muslim telah hidup dengan masyarakat Yahudi dan Kristen selama berabad-abad dan memperlakukan mereka dengan hormat dan kasih sayang. Kami bertekad menyelesaikan sisa-sisa masalah yang masih ada dan kami yakin bahwa kita bisa melakukan itu melalui rasa saling percaya dan kerja sama. Masyarakat Yahudi dan Kristen di Turki adalah warga sepenuhnya dengan hak yang sama, dan kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa realitas ini diakui di segala bidang kehidupan di Turki. ●

PENGARUH HINDIA BELANDA Oleh Robbert Dijkgraaf, ILMUWAN BELANDA,

Di ruang kerja saya, tergantung dua buah foto Ketua Akademi terdahulu, dengan ciri khas orang terpelajar dari awal abad sebelumnya: terhormat, beruban, berjenggot, dan berkacamata. Foto pertama adalah seorang eksakta tulen, fisikawan Hendrik Lorentz, yang terlihat ramah tapi tegas. Ia bukan hanya seorang arsitek teori modern tentang radiasi dan benda, tapi juga bertanggung jawab atas pembangunan Afsluitdijk (bendungan yang menghubungkan Provinsi Noord-Holland dan Friesland).

Orang kedua adalah seorang ahli humaniora tulen. Dia membungkuk di atas sebuah buku tebal, hidungnya hampir masuk ke halaman-halaman--sebuah gambaran karikatur ilmuwan linglung, kutu buku yang hampir tidak sadar akan sisa dunia di luarnya. Tapi gambaran itu sama sekali tidak benar. Ahli bahasa Sanskerta, Hendrik Kern (1833-1917), setidaknya sama jeniusnya dan relevan seperti Lorentz. Dia menguasai hampir semua bahasa yang bisa dibayangkan, baik bahasa yang masih dipakai maupun yang sudah punah. Seorang ahli tingkat dunia dalam bidang bahasa-bahasa wilayah timur, mulai bahasa Farsi melalui Jawa kuno sampai Polinesia. Kern lahir di Hindia Belanda dan berjasa besar terhadap tanah kelahirannya. Di Indonesia, Kern dihormati karena dia menunjukkan bahwa kepulauan yang terbagi-bagi itu, dari segi bahasa merupakan suatu kesatuan alami.

Cukup aneh bahwa Indonesia kurang mendapat perhatian dari kita, juga dalam hal ilmu pengetahuan. Apakah ini karena kita tidak ingin mengingat sejarah kolonialisme--semacam peredaman ala teori Freud? Biarkan saya memberikan lagi dua contoh tentang pengaruh Hindia Belanda. Eugene Dubois (1858-1940) adalah seorang dokter muda yang berbakat dan keras kepala. Terinspirasi oleh Darwin, ia yakin bisa menemukan mata rantai yang hilang antara kera dan manusia di Asia Tenggara.

Pada 1887, ia bergabung dengan tentara Hindia Belanda (KNIL) sebagai dokter dan kemudian berangkat bersama istri dan putrinya yang baru lahir menuju wilayah timur. Dubois tidak hanya pantang menyerah, ia juga beruntung atas penggalian-penggalian yang dilakukannya. Dengan cepat ia menemukan sebuah tengkorak, gigi geraham, dan sebuah tulang paha dari "manusia Jawa", contoh pertama dari apa yang saat ini disebut Homo erectus. Seiring dengan waktu, ia juga menemukan sebuah ilmu pengetahuan baru yang sepenuhnya baru, yaitu paleoantropologi.

Christiaan Eijkman (1858-1930), sama seperti Dubois, bekerja sebagai dokter di tentara Hindia Belanda. Pada 1888, dia diangkat sebagai direktur pertama di Centraal Geneeskundig Laboratorium (Laboratorium Kedokteran Pusat) di Batavia. Bersama asistennya, Gerrit Grijns, dia melakukan serangkaian uji coba untuk mencari penyebab penyakit tropis beri-beri. Semua orang mengira beri-beri disebabkan oleh bakteri, tapi dari hasil uji coba yang dilakukan terhadap ayam, muncullah ide lain. Ketika ayam itu memakan beras tanpa kulit ari, terlihat gejala penyakit beri-beri. Namun, ketika diberi beras yang masih memiliki kulit ari, gejala itu hilang. Demikianlah mereka menemukan bahwa beri-beri disebabkan oleh kekurangan vitamin. Dari penemuan vitamin B1 inilah Eijkman mendapatkan penghargaan Nobel, sedangkan Grijns disisihkan. Hal itu merupakan sebuah ketidakadilan karena justru Grijns yang berperan krusial dalam penetapan adanya kekurangan zat nutrisi sebagai penyebab.

Lembaga Eijkman di Jakarta saat ini merupakan salah satu lembaga ilmiah yang paling terkemuka di Indonesia. Lembaga itu bangga atas sejarah panjang beserta prestasi yang telah diukir oleh direktur pertamanya. Gedung yang bergaya kolonial telah direnovasi secara indah dan memuat peralatan penelitian terbaru. Terlebih dalam sebuah negara dan kota yang mengalami ledakan jumlah penduduk luar biasa, suasana tenang dalam koridor panjang terasa amat melegakan. Anda merasa kembali ke masa yang telah hilang.

Pada kunjungan yang belum lama saya lakukan, memang begitulah keadaannya. Kami disuguhi sebuah tontonan film yang menarik berlatar Batavia pada 1920-an. Kamera berputar mengelilingi kota dan bergerak dengan halus terayun menggambarkan pemandangan saat itu. Semuanya memancarkan ketenangan nan asri, terutama ketika kamera mendekati daerah kosong tempat sekolah kedokteran dan Lembaga Eijkman berada. Alangkah besar perbedaannya saat kita berjalan keluar setelah menonton film itu dan merasakan hiruk-pikuk Jakarta masa kini dengan aliran sepeda motor yang melaju tanpa hentinya disertai bunyi klakson yang bising. Mengesankan begitu cepatnya negara ini telah berubah dalam waktu singkat dan tak terbayangkan perubahannya di kemudian hari.

Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN. Bagian dunia ini berjumlah lebih dari setengah miliar penduduk dan memiliki beberapa "macan teknologi" yang berkembang pesat. Saat ini Indonesia memang belum menjadi pelopor, tapi tidak bisa dimungkiri kelak Indonesia akan berkembang secara spektakuler. Apakah masih ada perannya bagi negeri Belanda? Apakah kita masih memiliki ide tentang apa yang bisa kita lakukan terhadap negara yang sudah berabad-abad lamanya memberi kita begitu banyak, termasuk dalam hal ilmu pengetahuan?

Ada seseorang yang tidak ragu akan pentingnya Indonesia. Dulu ia pernah tinggal di Indonesia saat berumur 6 tahun sampai 10 tahun. Ia ingin memperkuat hubungannya. Ia telah mengirim utusan ilmiah khusus, dan juga akan berinvestasi secara besar-besaran. Dalam kunjungannya pada 2010, Presiden Barack Obama memuji keragaman dan toleransi di Indonesia. Terlihat jelas bahwa hubungan erat antara sebuah negara muslim yang besar dan moderat sangat cocok dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. (Sebuah pemikiran menarik bahwa Belanda selama berabad-abad telah menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.)

Obama sangat menyadari peluang-peluang yang ada di Indonesia. Dari segi jumlah penduduk, Amerika dan Indonesia adalah negara urutan ketiga dan keempat terbesar di dunia. Pada 2012, sumber kekayaan alam terbesar di kepulauan raksasa ini bukan lagi rempah-rempah atau tenaga kerja murah, melainkan generasi muda berbakat yang tak ada habisnya. Pengaruh Hindia Belanda akan jauh lebih besar daripada sekadar nasi goreng di menu restoran kita.

LMUWAN BELANDA, PRESIDEN THE ROYAL NETHERLANDS ACADEMY OF ARTS AND SCIENCES, SUMBER : KORAN TEMPO, 7 Maret 2012

IQBAL DAN SAJAK-SAJAKNYA

Dicopy dari http://muin-angkat.blogspot.com/search/label/Filsafat

Iqbal sebagai filsuf muslim pasca Newton, dan Einstein, telah berusaha merefleksikan problematic materi,ruang dan waktu. Pada abad ke-4 dan ke-5 SM, filsuf-filsuf Thales, Anaximandros, dan Heraklitos sudah memulai usaha untuk menerangkan pengertian materi. Bagi mereka "materi" lebih luas dari sekedar lingkup kebendaan. Akan tetapi mereka belum sampai pada konsep 'materi yang dijiwai' seperti misalnya pada mahluk hidup, karena belum membedakan antara benda mati dan benda hidup. Segala sesuatu dianggap memiliki daya kehidupan.

Pengertian materi dalam arti sempit, seperti pandangan masa kini belum dibicarakan. Namun demikian Demokritos telah berusaha menerangkan materi dengan teori atomnya, walau yang dimaksudkan bukan atom dalam ilmu fisika. Demokritos memandang bahwa atom adalah unsur pembentuk benda-benda maupun jiwa. Konsep ini cenderung menerangkan keberadaan ruang kosong yang menjadi problem kefilsafatan. Ia menerangkan bahwa ruang kosong merupakan tempat dari atom-atom (Peursen; 1981).

Ilmu fisika klasikmenggambarkan materi sebagai sesuatu yang bersifat tetap. Materi terdiri dari banyak atom sebagai sesuatu yang ada, objektif dalam ruang dan waktu. Perkembangan selanjutnya materi dianggap sebagai massa yang positif dan negative, kemudian materi akhirnya bukan seperti butiran I yang kontinyu atau partikel yang bersifat diskontinyu, tetapi sekaligus secara komplementer materi dipandang sebagai gelombang energy yang kontinyu.

Iqbal mengutip pendapat Bertrand Russel, yang mengatakan bahwa teori teori relativitas Einstein telah merusak pengertian tradisional tentang substansi yang melebihi dalil-dalil filsafat. Benda yang bagi tanggapan umum adalah sesuatu yang tetap berada sepanjang waktu dan bergerak di dalam ruang, tidak dapat dipertahankan lagi. Benda bukanlah suatu yang tetap ada dengan keadaannya yang berubah-ubah, melainkan suatu sistem peristiwa yang saling berhubungan. Lenyaplah kepadatan bersama karakteristik benda yang oleh materialism dianggap lebih nyata daripada pikiran (Iqbal; 1966).

--- "alam adalah kenyataan dalam gerak maju. Alam semesta bukanlah sebuah benda melainkan perbuatan, aliran dari 'chaos ke kosmos. Iqbal menerima pikiran Einstein, - - alam bukanlah produk yang sudah selesai, tidak berubah".Sebaliknya Iqbal menolak pandangan Aristoteles, tentang alam semesta yang terdiri atas materi yang tetap dan hanya berubah dalam bentuk.

Selain itu Iqbal juga berpandangan, bahwa realitas pada akhirnya bersifat rohani atau spiritual. Rohani menampilkan diri dalam kehidupan alami, material maupun duniawi. Oleh karena itu segala sesuatu yang bersifat bendawi pada akhirnya bertopang pada akar rohani. Materi saja tidak mungkin memiliki substansi, apabila tidak berakar pada dunia ruhani (spiritual). Tidak ada dunia profane dalam arti tidak bersumber pada Tuhan. Materi merupakan ruang lingkup bagi perealisasiaan diri ruh (Saiyidan, 1981).

Setiap atom dari energy Ilahi, walaupun rendah dalam suatu wujudnya adalah suatu diri, dan derajad kedirian tertinggi dicapai oleh manusia karena manusia dapat menyebut "Aku Ada". Tujuan dari diri ego, adalah selalu berjuang untuk mengukuhkan individualitasnya. Usaha ini tidak terbatas pada manusia, namun gejala ini Nampak pada semua organism. Iqbal berpendirian, bahwai alam semesta itu, merupakan organism yang selalu tumbuh dan terbuka bagi ciptaan baru Tuhan.

Sekurang-kurangnya pemikiran Iqbal telah mampu menjelaskan materi, ruang dan alam semesta, dan membawa kita kearah pemikiran spiritual kearah pengukuhan eksistensi manusia terhadap alam semesta dan relasinya kepada Tuhan. Dalam pada itu pemahaman dan refleksi pemikiran tersebut akan menjadi oli pelumas untuk mempercepat turbo mesin penggerak nurani kita. (bahan; Sudaryanto berjudul ; Pandangan Iqbal Tentang Materi, Ruang dan Waktu, diambil dari Jurnal Filsafat UGM, jilid 33, 2003)

Tulisan dibawah ini adalah sajak-sajak Muhammad Iqbal yang diterjemahkan oleh Prof. Dr Abdul Hadi WM, Guru besar filsafat pada Universitas Paramadina, saya copy paste dari Notes yang di Tags kepada saya, semoga menjadi pengayaan universal di alam maya kehidupan. Salam (a.m.a )


TULIP DARI SINAI

Di bawah kuasa-Nya dunia bergantung
Segenap makhluq dicipta untuk menaati perintah-Nya
Matahari sendiri tak lebih hanya tanda
Dari sujud alam yang lama di kening hari

Hatiku berkobar oleh nyala api dalam kalbu
Kepada bingai semesta, air mata darah meminjamkan
Penglihatanya. Ia yang tahu asyik nama lain dari Cinta
Bisakah sesat dari rahasia kehidupan?

Dunia hanya debu dan hati adalah buahnya
Hanya darah setetes yang membuatnya bingung
Jika kami tak memiliki penglihatan lahir dan batin
Tentu dunia akan terasa asing bagi kami

Musik cinta menemukan alatnya pada manusia
Rahasia ia singkap, dirnya satu semata dengan-Nya
Tuhan mencipta dunia, manusia membuatnya indah
Manusia adalah kerabat kerja dan sahabat Tuhan

Apa guna kalbu dalam dada, tanyamu
Akal yang dlimpahi rasa oleh Sang Pencipta
Jika rasa dalam dirimu hidup, hidup pulalah kalbumu
Jika tidak akal akan berubah menjadi debu

Jangan omeli apa tujuan hidup di bumi
Baik nikmati saja keajaibannya yang menawan
Kucintai pngembaraan jauh yang berkali-kali
Sebab setiap keberangkatan tantangan bagiku

Kau matahari, aku planet berputar mengitari-Mu
Diterangi oleh penglihatan-Mu
Terpisah dari-Mu adalah derita bagiku
Kau Kitab Agung, aku hanya setitip huruf di dalamnya

Disebut Cina, Arab, Parsi dan Afghan
Kita ini milik sebuah taman besar, pohon agung
Lahir di musim semi itulah keluhuran
Membedakan warna kulit adalah dosa besar

Dunia kita ini masih percobaan seorang pemahat
Perubahan demi perubahan akan ia alami siang malam
Pahatan Nasib memerintahkan kita bekerja terus
Memberi bentuk, sebab dunia masih pahatan kasar

Belajarlah dari kuntum bunga tentang hidup, o Hati!
Ia adalah perlambang hidupmu yang selalu mencari cahaya
Ia menyembul jauh dari kegelapan bumi
Namun sejak lahir memiliki mata di sinar matahari

Jika kau tahu kemungkinan-kemungkinanmu yang terpendam
Embun akan bisa kaucipta menjadi lautan
O Hati, mengapa mengemis terang kepada sinar bulan?
Nyalakan lampumu sendiri agar terang malam-malammu

Kau masih terikat pada warna kulit dan ras
Maka kausebut aku Afghan atau Turkoman
Namun aku pertama kali manusia, nyata manusia
Baru kemudian bisa kausebut India atau Turkistan


TUHAN DAN MANUSIA

Tuhan:
Kubuat dan kubentuk dunia ini daru empung yang sama
Kaubkini Iran, Ethiopia dan Mongolia
Dari tanah Kubuat besi, murni tak tercampur yang lainnya
Kamulah yang menjadikannya pedang dan senjata
KKau bikin kapak untuk menebang pohon yang Kutumbuhkan
Dan membuat sangkar untuk burung-burung yang berkicau bebas

Manusia:
Kau mencipta malam, aku mencipta lampu untuk meneranginya
Kau membuat lempung, darinya aku bikin cawan minuman cerlang
Kau jadikan hutan belantara, gunung dan padang rumputan
Aku cipta kebun, taman, jalan-jalan dan padang pengembalaan
Kurubah racun brbisa menjadi minuman segar
Akulah yang mencipta cermin cerlang dari pasir.


DARI 'ASRAR-I KHUDI ATAU RAHASIA DIRI

Apabila kepada manusia di muka bumi
Cinta telah menyingkap pengetahuan Diri
Rahasia penjajahan akan dibaringkan telanjang
Di hadapan sekalian budak-budak
Menjadi `Attar, Rumi, al-Razi atau Ghazali
Semua jalan harus ditempuh dengan upaya keras
Mula-mula terdengar keluh kesah fajar
O Pebimbing jalan yang bijak
Walau mufasir lamban langkah jalannya
Jangan hapus kepercayaanmu kepada mereka
Mereka ini tidak kekurangan semangat

O Burung yang dikirim dari sorga
Mati lebih baik daripada hidup diperbudak
Sebab ini yang membuatmu lemah tak dapat terbang
Menjadi faqir adalah lebih baik
Dibanding menjadi Darius atau Iskandar Agung
Ketiadaan harta seorang faqir yang beriman
Akan melahirkan keberanian singa Tuhan
Kebenaran dan tak takut adalah hakekat keberanian
Singa-singa Tuhan takkan mau menempuh
Jalan yang dilalui seekor rubah


SANDOR PETOFI

(Penyair muda Hongaria awal abad ke-20 yang gugur di medan perang mempertahankan negerinya, namun tiada tugu peringatan baginya karena jasadnya tak ditemukan)

Untuk sesaat
Di taman dunia ini
Kau nyanyikan lagu pengantin mawar,
Dan karenanya
Hati yang satu bersorak gembira
Dan yang lain merasa sedih.
Dengan darah
Kau lukis kelopak tulip
Merah membara.
Dengan pandang pagi harimu yang sejuk
Kausingkap pelan-pelan hati tunas mawar.
Dalam sajak gubahanmu
Kau jumpai kuburmu yang lebih terhormat.
Kepada rahim bumi
Kau tak akan dan tak akan kembali
Sebab kau tidak dilahirkan oleh bumi.


KAPITALIS DAN BURUH

Duniaku adalah hiruk pikuk pabrik baja
Sedang duniamu adalah melodi indah organ gereja
Duniaku semak belukar timbunan pajak
Yang harus dibayar kepada penguasa
Duniamu Sorga dengan sidrah dan tubanya
Arak dengan kemabukannya adalah minumanku
Minumanmu berasal dari Adam dan Hawa
Angsa, kakak tua dan merpati adalah burungku
Huma dan simurgh adalah harta kerajaanmu
Bumi dan isi dalam perutnya adalah milikku
Membentang dari bumi ke langit adalah wilayahmu.


PERCAKAPAN COMTE DAN KAUM BURUH

August Comte:

Seluruh umat manusia adalah kesatuan yang saling berhubungan
Mereka itu seperti daun dan dahan
Darui sebuah pohon nan besar.
Jika otak manusia merupakan tempat duduk Akal
Dan jika kakinya terikat kepada tanah
Hal ini oleh karena keduanya dibelenggu
Oleh ketentuan Alam yang tak terelakkan.
Seseorang memerintah, manusia lain harus bekerja
Keduanya hanya mengikuti ketentuan itu.
Seorang Namrud atau Mahmud tak dapat
Mengerjakan pekerjaan budak seperti Ayaz.
Tidakkah kau lihat, disebabkan pekerjaan itulah
Kalian menjadi berbeda? Hidup
Menjelma taman, dengan mawar dan duri keduanya

Buruh:

Filosof. Kau memperdayaku ketika berkata
Bahw aku takkan pernah bisa
Melepas jalanku dari lingkaran tenung
Yang kaubikin. Kau langkahi
Loyang demi emas, dan mengejarku
Menyerah kepada nasib.
Dengan cangkulku kugali saluran air
Di sana kutangkap tawanan lautan
Dan kuambil susu dan madu dari kedai Alam.
Pembawa barang rahasia yang asing
Hadiah untuk si Kohkan malang ternyata kauberikan
Kepada Parvis si kaya raya dan penganggur,
Hingga sakitlah hati si malang.
Jangan pulas yang salah menjdi benar
Dengan filsafatmu.
Kau tak dapat mengelabui penglihatan Khaidir
Dengan tipuan khayali.
Kaum kapitalis yang tak punya kesibukan
Selain makan, tidur dan bersanggama
Adalah beban di muka bumi ini
Mereka gemuk dan bergizi disebabkan buruh
Dan budak-budak yang bekerja keras
Tidakkah kau tahu si penganggur itu
Tidak lain adalah perampok sejak dilahirkan?
Kejahatan pemodal ingin kau maafkan
Seluruh filsafatmu membuat kau sendiri kebingungan.


PERADABAN

-- Liga Bangsa-bangsa, sekarang Persatuan Bangsa-bangsa

Manusia, yang berseri-seri wajahnya
Dihiasi pupuk peradaban
Kini merpertunjukkan debu hitam ciptaan
Seraya membayangkan dirinya cermin cerlang

Kepalan tinjunya disembunyikan
Dalam sarung tangan sutra yang indah
Hasil kalamnya membuat ia penuh pesona
Pedang katanya telah ia simpan

Hamba tanah liat ini kini membangun
Rumah berhala perdalamaian dunia
Kemudian menari-nari berputar-putar
Mengikuti lagu serling perdamaian

Namun ketika perang tidak terelakkan
Segera ia campakkan cadar pura-puranya
Lantas tegaklah ia bangkit maju ke depan
Bak musuh yang begitu haus akan darah.

PARA MAFIA

Dicopy dari http://muin-angkat.blogspot.com/search/label/mafia

Dalam situs http://www.lintasme/TPcbXwkZ, mafia, dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia; Hal kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilian dan AS. Awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang orang-orangnya memasuki Sisilia pada abad pertengahan, untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim sendiri). Sisilia Cosa Nostra di AS, adalah grup relative baru dimulai dari pertengahan abad ke-19 di Italia. Mereka terlibat dalam perdagangan narkoba, senjata, bisnis perlindungan. Geng ini beranggotakan 3500 -4000 orang.

Rata-rata gerombolan mafia di dunia melakukan kejahatan jual beli narkoba, penyelundupan, pengelolaan judi, serta penculikan. Seperti mafia di mexiko yang mempunyai anggota sampai 30.000 di seluruh AS, 150 orang mempunyai wewenang untuk perintah membunuh, ditambah 2000 asosiasi yang juga menjalankan perintah ini, dan mereka memaksa dealer untuk membayar 'pajak perlindungan', kalau tidak mau dibunuh. Sama halnya dengan Jepang Yakuja, grup kejahatan ter-organisir yang ditemukan pada abad ke-17, mereka memiliki 110. 000 anggota aktif, dan sekitar 2500 keluarga. Terlibat dalam bisnis perlindungan, prostitusi, dan imigran illegal, impor pornografi uncensored dari eropa dan amerika.

Mafia Rusia berasal dari pecahan Negara Unisoviet, mempunyai pengaruh diseluruh dunia. Geng ini mempunyai anggota 100.000 – 500.000 orang. Kode etik yang harus dipatuhi adalah tutup mulut dan membunuh. Mereka ditakuti Karena terorisme, vandalism dan pembunuhan kontrak. Pertanyaan selanjutnya, apakah mafia di Indonesia sudah pernah dilahirkan? Atau seberapa jauh model mafia internasional sudah di adopsi dan diterapkan secara nyata? apakah dalam bentuk kekerasan dan pembunuhan, narkoba atau terorisme?

Yang dikenal selama ini pertama adalah, adanya grup mafia Berkeley dimana Partai Sosialis Indonesia(sosialis kanan), yang pernah dibubarkan oleh Presiden Soekarno, bersekongkol dengan CIA melakukan gerilya politik dan tindakan subversi menjatuhkan Presiden Soekarno, karena dianggap pro komunis.Kedua, Sejauh mana personifikasi Soemitrodjojo hadikusumo, Widjojo nitisastro, Emil Salim dll, menerapkan kapitalisme dan liberalism di Indonesia, dan mencekoki ilmu-ilmu liberal kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang disekolahkan ke Berkeley, Cornel,MIT yang ditengarai menjadi dapur CIA?Bukankah lembaga-lembaga donor untuk pendidikan semisal Ford Foundation dan Rocke Feller telah beroperasi begitu lama mencerdaskan mahasiswa dengan ilmu ekonominya justru untuk menguasai perekonomian nasional?

Yang ketiga adalah, fenomena Gayus tambunan dan Cirus Sinaga,dalam tataran pelaksanaan hukum di Indonesia.Kalau Gayus dianggap sebagai gembong mafia peradilan (yang dibongkar oleh Susno Duaji, yang dijuluki 'whistle blower'), maka Cirus dikenal sebagai 'markus' atau mafia kasus, dimana seorang jaksa terlibat merekayasa 'rencana tuntutan' seorang terpidana agar lepas dari jerat hukum, dan mendapatkan komisi, atau imbalan financial tertentu. Walaupun actor mafia peradilan belum terbongkar secara tuntas, akan tetapi secara umum sudah terdapat indicator persamaan, bahwa mafia internasional adalah gerombolan terorganisasi melawan Negara, yang melakukan pembunuhan dan kekejaman tanpa rasa kemanusiaan, demi memperkaya kartelnya. Sedangkan mafia hukum, per bankkan, pajak dll di Indonesia, adalah kumpulan 'gerombolan' krah putih yang melakukan konspirasi dan rekayasa hukum demi transaksi financial untuk kekayaan pribadi.

Pertanyaan selanjutnya, siapakah komplotan kerah putih tersebut? Siapa gembongnya? Apakah mereka adalah oknum penegak hukum itu sendiri, ditambah dengan oknum pengacara hitam yang berdalih sebagai penjaga keadilan? Ataukah sang don corleone baru sudah lahir di Indonesia? Begitu lemahkah Negara menjadikan institusi penegak hukum(Polri,Kejaksaan,Pengadilan) sebagai 'island of integrity'

Guna memperkaya visi di dalam blog ini, saya tampilkan judul di atas yang ditulis oleh Eddy OS Hiariej, Guru Besar Hukum Pidana UGM, di harian kompas tanggal 13 januari, 2011. Semoga bermanfaat. (a.m.a)


Alat yang tertua dan terampuh yang dimiliki oleh kejahatan terorganisasi dalam melawan proses penuntutan criminal adalah membunuh para saksi yang bersaksi melawan mereka (Gerald Shur, A Fathers Dream Come True dalam WITSEC; Pengalaman Program Perlindungan Saksi Federal AS :ELSAM,2006). Hal ini dilakukan untuk melanggengkan kejahatannya terhadap setiap orang, terlebih para Alat yang tertua dan terampuh yang dimiliki oleh oleh kejahatan terorganisasi dalam Mafioso yang berkhianat dari anggota kelompok mafia. Oleh karena itu, setiap Mafioso yang tertangkap selalu mempertahankan omerta (hukum tutup mulut) untuk tidak memberikan informasi apa pun terkait La Cosa Nostra (nama sebenarnya dari organisasi mafia yang ber arti 'milik kami').

Pemberantasan terhadap mafia tidaklah mudah karena mereka memiliki akses pada lembaga-lembaga pemerintah, termasuk polisi, jaksa, dan hakim-hakim yang korup. Perlawanan terhadap omerta pertama kali dilakukan oleh Joe Valachi, seorang Mafioso yang tertangkap. Secara gamblang dia menceritakan organisasi La Cosa Nostra yang saat itu dipimpin oleh Vito Genovese. Sebagai imbalan, Negara mengubah hukuman mati yang dijatuhkan kepada Valachi menjadi hukuman seumur hidup dan dia dipindahkan kesebuah pulau di Pasifik barat.
Demikian pula yang dilakukan Pascal Calabrese - - Mafioso yang mau bekerja sama dengan Negara - - terhadap organisasi mafia yang dikendalikan Stefano Magaddino. Dalam rangka melindungi Callabrese, Negara memalsukan identitasnya.

Nama Calabrese diganti menjadi Angelo dan meminta seorang pendeta di Buffalo untuk memberikan sertifikat baptis baru dengan nama palsu mereka dan membujuk seorang pemilik sekolah di Buffalo untuk mengganti nama akhir dari anak-anaknya di rapor sekolah menjadi Angelo. Departemen Kehakiman kemudian merelokasi Calabrese bersama keluarganya dari incaran pasca mafia. (ELSAM 2006, halaman xiv-xviii)

Praktik di Indonesia
Dalam konteks pemberantasan mafia hukum di Indonesia, ini bukan merupakan suatu hal yang mudah. Para Mafioso hukum sudah memasuki institusi Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Advokat, sampai pada politisi, parpol sampai pada pengusaha nakal. Kalau dinegara asalnya, para Mafioso yang memberikan informasi mengenai kejahatan yang dilakukan La Cosa Nostra dikejar dan dibunuh dalam pengertian yang sesungguhnya, maka lain halnya di Indonesia. Para Mafioso yang melawan omerta dan membuka kebobrokan institusinya yang korup, alih-alih mendapat perlindungan Negara,justru di incar dan dibunuh alias dibungkam dengan berbagai tuduhan kejahatan, baik yang dilakukan oleh nya maupun yang direkayasa.

Masih segar dalam ingatan kita, peristiwa Endin Wahyudin, yang menelanjangi tiga hakim agung, yang menerima suap dan pelakunya adalah ia sendiri, harus mendekam dalam jeruji besi dengan pasal pencemaran nama baik, sementara ketiga hakim tersebut bebas berkeliaran tanpa rasa malu. Demikian juga yang diderita Komisaris jenderal Susno Duaji yang membuka aib institusinya dalam kasus mafia pajak. Saat ini Susno terpaku dikursi pesakitan sebagai terdakwa dengan tuduhan korupsi selama yang bersangkutan menjabat Kapolda Jawa barat. (Akhir maret 2011, diputuskan hukuman tiga setengah tahun penjara dan Susno langsung naik banding.)

Tidak kalah buruknya juga terjadi pada Gayus H.P Tambunan, Mafioso yang sepak terjangnya sangat luar biasa. Kendati telah memberikan semua informasi kepada Tim Independen Polri perihal kasus mafia pajak dan secara terang benderang Gayus telah bercerita di depan sidang pengadilan mengenai keterlibatan sejumlah petinggi Polri dan kejaksaan dalam kasus tersebut, para penguasa kedua -institusi itu seolah buta dan tuli untuk tidak memproses anak nuahnya. Kalau dalam kisah di atas Negara memberikan identitas palsu, kepada Mafioso yang mau bekerja sama dalam rangka melindunginya, maka berbeda di Indonesia, Gayus mendapatkan identitas palsu - - yang sudah pasti melibatkan aparat – untuk mempertahankan praktik mafia hukum.

Disisi lain, instrument hokum kita tidak memadai untuk melindungi orang-orang seperti Endin, Susno, dan Gayus. Ketentuan pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, pada hakikatnya menyatakan bahwa saksi, korban dan pelapor tidak dapat dituntut secara hokum, baik pidana maupun perdata, atas laporan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya. Akan tetapi, ayat (2) undang-undang tersebut berbunyi, "seorang saksi yang juga tersangka dalam kasus yang sama tidak dapat dibebaskan dari tuntutan pidana apabila ia ternyata terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, tetapi kesaksiannya dapt dijadikan pertimbangan hakim dalam meringankan pidana yang akan dijatuhkan".

Ketentuan ayat (2) sebenarnya bersifat contra legem, dengan ayat (1) nya. Pada kenyataannya, ketentuan ayat (2) ini yang selalu dipakai aparat yang memproses para saksi kunci, sementara para pelaku kelas kakap tidak pernah tersentuh oleh hukum. Sayangnya ketika pasal 10 ayat (2) ini dimohonkan pengujiannya oleh Susno Duaji, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan tersebut.

Dimulai dari "kepala."
Lalu bagaimana untuk mengakhiri semua ini? Meminjam istilah Yang dikemukakan JE Sahetapy bahwa ikan yang busuk bukan berasal dari ekornya tetapi berawal dari kepala ikan, maka yang harus dibersihkan lebih dulu adalah para petinggi di Institusi penegak hukum. Presiden harus berani menon-aktifkan mereka yang terlibat dalam praktik mafia hukum dan mengusut tuntas semua kasus tersebut meskipun harus menyeret para perwira berbintang di tubuh Polri, para petinggi di Kejaksaan Agung, hakim-hakim korup termasuk advokat, politisi,dan pengsaha nakal.

Bukan saatnya lagi Presiden bersembunyi dibalik kata-kata "tidak mau melakukan intervensi hukum" untuk melepaskan diri dari tanggung jawab pemberantasan mafia hukum. Bukankah Presiden adalahg atasan langsung Kapolri dan Jaksa Agung? Kalau Kapolri dan Jaksa Agung adalah para penegak hukum tertinggi di institusi masing-masing, maka Presiden sebagai kepala Negara adalah penegak hokum tertinggi di Indonesia. Sudah saatnya Presiden bertindak tegas dengan membuang segala kebimbangan untuk memproses para mafia hokum, kecuali kala pemberantasan mafia hukum yang sering kali dikemukakan oleh Presiden hanya suatu retorika belaka.