Friday, 04 May 2012
Tiada agama tanpa simbol- simbol. Sungguh tidak mudah menjelaskan simbolisme agama terhadap anak-anak. Namun sesungguhnya pada orang dewasa pun hampir sama saja halnya.
Orang nonmuslim Barat sering melontarkan anggapan, orang Islam itu ibadahnya menyembah Kakbah. Tak ubahnya menyembah berhala dari batu.Anggapan dan pertanyaan serupa bisa juga dialamatkan pada pemeluk agama lain. Benarkah umat Nasrani menyembah patung Bunda Maria dan Yesus? Benarkah umat Buddha menyembah patung Sidharta Gautama? Benarkah umat Hindu menyembah patung Ganesha?
Cara paling bijak, tanyakan saja langsung kepada umat beragama yang bersangkutan. Jangan menduga- duga, lalu hasil dugaan dan tafsiran itu dilekatkan kepada orang lain. Ini namanya labelisasi, satu bentuk kekerasan dalam wacana keagamaan. Objek yang menjadi sesembahan agama bersifat metafisik, transendental,tidak kasatmata, absolut, gaib, yang kemudian disebut Tuhan.
Namun kalau dikejar lebih lanjut lagi, apa dan siapa yang dimaksud dengan kata ”Tuhan”, maka diskusinya tidak pernah berakhir dari masa ke masa. Banyak kitab suci menjelaskan siapa Tuhan dan ribuan judul buku telah ditulis untuk membahas kata dan konsep Tuhan,baik berdasarkan kitab suci maupun analisis filsafat. Tiap agama memiliki konsep, doktrin, tradisi, dan tatacara beribadah bagaimana menyembah Tuhan.
Makanya setiap agama memiliki konsep tempat suci dan hari suci untuk melakukan ibadah.Tapi, lagilagi, kalau tiap konsep itu diperdebatkan, pasti tidak akan pernah selesai dan mungkin hanya akan menyakiti pihak lain.Ajaran dan praktik agama tidak untuk diperdebatkan, tetapi dipahami, dihayati, dan diamalkan. Kalau berbagi pengetahuan dan pengalaman antarumat beragama,itu bagusbagus saja.
Dalam Alquran juga dianjurkan untuk berdialog dengan bijak dan baik, jangan main paksa.Adapun soal iman, Allah yang akan menimbang di akhirat nanti. Kembali pada soal simbol. Ada perbedaan antara simbol, tanda, dan ikon. Kalau perut lapar, maka kalau melihat gambar sendok-garpu berarti tidak jauh lagi akan ada restoran. Tanda semacam ini ada yang menyebutnya indeks.
Patung Yesus dan Bunda Maria,itu masuk kategori ikon. Adapun ”salib” lebih bersifat simbolik,bukan indeks,bukan pula ikon. Islam melarang keras penggunaan ikon atau patung dalam peribadatan. Makanya di dalam masjid tidak akan ditemukan patung. Ini berbeda dari gereja, kuil atau kelenteng yang membolehkan ikon dalam upacara ritualnya. Tapi pertanyaannya, apakah mereka menyembah ikon atau patung? Tanyakan saja langsung kepada mereka.
Adapun simbol memiliki konsep dan makna yang lebih kompleks dan filosofis.Keterkaitan antara ”simbol” dan ”subjek atau objek” yang hendak dihadirkan dihubungkan dengan makna yang dibangun dan disepakati oleh sebuah komunitas, yang tidak mudah dimengerti oleh komunitas lain. Jadi,karakter simbol beda dari ikon atau indeks yang langsung bisa dipahami oleh siapa pun, yang hampir-hampir tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.
Kecuali ketika ke luar negeri, misalnya ke Jepang, tiba-tiba saya merasa buta huruf, tidak memahami tandatanda dalam huruf Kanji. Simbol yang paling dalam maknanya dan sekaligus paling sensitif dibahas adalah menyangkut eksistensi Tuhan yang berkaitan dengan format peribadatan. Ketika orang Islam berebut mendekati dan mencium Kakbah, bagaimana memahaminya? Bahkan ketika saling adu tenaga untuk mencium ”hajar aswad”,keutamaan apa sesungguhnya yang hendak dicari?
Jawabannya sangat sensitif terhadap pertanyaan ini. Adapun tentang Tuhan, di dalam Islam yang lebih populer bukannya simbol,tetapi ”namanama” dan ”ayat-ayat” atau tanda-tanda kebesaran Tuhan. Ibarat hubungan dalam keluarga, kita memerlukan nama sebagai panggilan dan identifikasi. Kita mencintai seseorang karena sifat atau kepribadiannya, bukan mencintai namanya, sekalipun ada korelasi antara nama dan pemilik nama.
Kita mencintai dan menyembah dzat Allah, bukan nama Allah yang terdiri dari lima huruf itu.Bahkan sebanyak 99 nama Tuhan sangat populer dan dihapal. Apakah ketika menyebut nama-nama Allah itu hati dan pikiran kita juga paham dan terhubung dengan-Nya? Jadi, dalam beragama banyak sekali simbol dan tandatanda.
Kita tidak menyembah simbol, tetapi melalui simbol, tanda, dan nama, kita ingin memahami dan mendekati Tuhan yang melampaui ketiganya. Subhanallah. Maha Suci Allah dari berbagai dugaan, rekaan, dan tafsiran kita yang lemah ini. PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT Rektor UIN Syarif Hidayatullah
Jumat, 04 Mei 2012
POPULER, USIA BELIA TERKAYA DI DUNIA
Sumber Koran SINDO, 29 April 2012
Setiap remaja kerap bermimpi menjadi selebritas. Maklum, menjadi pesohor dianggap mudah untuk meraih segala hal yang diinginkan.
Popularitas, kemewahan, dan bergelimang harta. Tak heran jika selebritas sebagai sebuah profesi yang kini kerap menjadi incaran para anak baru gede alias ABG. Dalam anggapan mereka, dengan menjadi selebritas, mereka bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda dengan remaja kebanyakan. Selain popularitas, tentu saja pendapatan yang tidak sedikit menjadi tujuan utama.Terlebih, di dunia internasional banyak selebritas muda yang dijadikan panutan. Sebut saja Justin Bieber yang menempati urutan teratas selebritas ABG terkaya di dunia versi The Richest People.
Dalam tajuk Richest Teens Stars 2012, remaja asal Kanada berusia 18 tahun itu disebutkan mengantongi kekayaan USD53 juta (Rp486,2 miliar). Remaja kelahiran Strartford,Ontario, Kanada, 1 Maret 1994 ini menghasilkan uang terbanyak pada film Never Say Never dan dari hits single-nya Someday.Peluncuran film dokumenter tiga dimensi (3D) tersebut mendapat keuntungan hingga USD100 juta.Keberhasilan tersebut mengalahkan ketenaran film dokumentasi kehidupan milik mendiang Raja Pop Michael Jackson, This Is It, dan konser Miley Cyrus yang bertajuk Best of Both World.
Menariknya, gadis yang disebutsebut sebagai kekasih Bieber, Selena Gomez,19,juga masuk dalam daftar ini dengan kekayaan USD5,5 juta.Selena menempati urutan ke-6 dalam daftar. Selena dalam 10 tahun terakhir berkarier sebagai penyanyi dan aktris. Penyanyi yang lahir di Grand Prairie, Texas,Amerika Serikat,22 Juli 1992 ini makin dikenal setelah meraih dua penghargaan Nickelodeon Kids’ Choice Awards. Kedua selebritas multitalenta ini dapat memiliki popularitas dan harta berlimpah berkat kerja keras.
Tidak heran bila para bintang remaja ini berhasil mendapatkan bayaran yang fantastis. Sebagai pendatang baru di dunia hiburan, Bieber mendapat perhatian masyarakat dunia. Bieber pun menularkan “Bieber Fever” (Demam Bieber). Bukan hanya dikenal sebagai penyanyi dan pemain musik, Bieber ternyata juga dikenal sebagai seorang pencipta lagu yang piawai. Dia juga meluncurkan parfum yang dinamai Someday.Produk itu menjadi parfum yang paling dicari dan digemari gadis-gadis belia.
Sejak peluncurannya Juni 2011 lalu,Someday berhasil mencetak hasil penjualan USD3 juta hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu sejak pertama kali diperkenalkan ke publik. Kehidupan Bieber berubah drastis dari sosok remaja biasa menjadi artis papan atas dunia yang di idolakan banyak penggemar. Kepopuleran membuat pelantun lagu “That Should Be Me ” itu meraih kehidupan mewah yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Bieber saat ini diketahui memiliki rumah dan kendaraan mewah. Seperti dikutip Hollyscoop,pada awal 2012 Bieber membeli rumah mewah seharga USD6 juta di Calabasas,California,Los Angeles,AS.
Menurut Hollyscoop, di rumah mewah itu terdapat enam kamar tidur, tujuh kamar mandi,tempat perapian,kolam renang,dan satu buah lift.Selain itu, pada bangunan yang luas tersebut,juga terdapat bagasi mobil besar yang bisa diisi beberapa mobil koleksi Bieber. Sementara itu,Daily Mail melansir, Bieber akan menginstal teknologi gadget super canggih di rumah barunya yang bergaya western itu seperti pengontrol rumah yang menggunakan sidik jari, bak mandi yang hemat energi,hingga tirai transparan.
Berbicara mengenai kendaraan mewah, seperti dilansir FemaleFirst, Bieber memiliki beberapa mobil mewah seperti Range Rover, Cadillac Coupe yang dimodifikasi dengan tema Batman, Ferrari, dan Fisker Karma. Bieber kini juga sedang berminat membeli Ducati Superbike 848 EVO seharga USD20.000. Anak muda lain yang juga tak kalah hebatnya ialah Angus T Jones,18,yang memiliki kekayaan USD7,8 juta. Remaja asal Texas ini mulai dikenal publik sejak memerankan Jake Harper dalam Two and a Half Men saat berusia 10 tahun. Pemeran George Jr dalam film George of the Jungle 2 meraih USD300 ribu per episode per hari dalam serial Two and a Half Men.
Fakta ini membuat dia menjadi anak dengan pendapatan tertinggi. Sebenarnya,Jones tidak selalu merasa nyaman akibat imbas membintangi peran Jake Harper. Sebab, dia merasa masyarakat masih menganggapnya seperti anak kecil seperti dalam film tersebut. “Maksud saya, selama ini orang menganggap saya masih seperti dulu.Padahal, saya sudah dewasa. Terkadang,saya merasa terkungkung dengan predikat anak kecil yang diidentikkan kepada saya,”ujarnya.
Meski begitu,Jones tidak memungkiri bahwa tokoh Jake Harper yang membawanya populer di dunia hiburan dan bisa meraih kekayaan dan menjadi jutawan sejak usia 7 tahun. Pencapaian sejumlah selebritas dunia dalam meraih sukses dan popularitas di usia muda menjadi representasi kalangan muda yang energik, penuh kerja keras mengaktualisasikan talenta yang dimiliki. cheerli
Memilih Musik untuk Mendulang Harta
Sunday, 29 April 2012
Berprofesi di panggung hiburan menjadi incaran utama para remaja. Buktinya tidak sedikit artis yang masih sangat belia, di bawah usia 20 tahun berhasil mengangkat namanya ke panggung hiburan di level internasional.
Nick Jonas,musisi muda pentolan grup band asal Amerika Serikat (AS), Jonas Brothers adalah salah satu dari sejumlah selebritas muda terkaya dunia. Pria kelahiran Dallas, AS, 16 September 1992 ini menduduki peringkat ke-3 dari 10 nama selebritis muda terkaya dunia versi The Richest People. Posisinya berada satu tingkat di atas aktor film Twilight,Taylor Lautner yang berada di nomor 4 dengan kekayaan USD8,5 juta. Nick berhasil mengumpulkan kekayaan USD12,5 juta dari aksi panggungnya dan rekor penjualan album lagunya bersama Jonas Brothers dan proyeknya sendiri, Nick & The Adminisration.
Nick merupakan salah satu punggawa grupmusikyangdidirikanbersama dua saudaranya Kevin JonasdanJoeJonas.Ketiganya dinilai berhasil mengumpulkan total kekayaan karenasejumlahalb u m ny a laris di pasaran seperti It’s About Time, Jonas Brothers, A Little Bit Longer,dan Lines,Vines and TryingTimes. Proyek album Jonas Brother berjudul “Lines,Vines and Trying Times” (2009) melejit ke peringkat pertama pada nominasi Billboard 200, dengan penjualan pada minggu pertama mencapai 247 ribu kopi. Sedangkan lewat Nick & The Administration proyek album yang berjudul “Who I Am”,sejak rilis pada Februari 2010 telah terjual 151 ribu kopi di Negeri Paman Sam.
Debut album ini bertengger di peringkat ke-3 di nominasi Billboard 200. Menurut Forbes,ketikabanyakmusisi dan artis ternama dunia memusatkan perhatian mereka ke pertunjukan Disney,Nick,danJonasBrothers karenasikapdewasanya,malah mempunyai pikiran lain dengan tidak mengikutinya. Mereka pun awalnya dianggap sebagai musisi yang sakit serius.Tetapi,perlahan tapi pasti,Jonas Brothers berhasil membantahnya dengan meluncurkan konser tur yang sukses meraup keuntungan senilai USD95 juta (Rp871,5 miliar) dan kunjungan mereka ke sejumlah negara yang menghasilkan USD30 juta (Rp275,2 miliar).Setiap tampil,rata-rata pertunjukan Jonas Brothers dihadiri 14.000 penonton dalam semalam.
Sikap kedewasaan lain yang mengantarkan Nick menjadi remaja sukses bergelimang materi adalah karena keberaniannya membuat proyek album sampingan yang bernama Nick Jonas & The Administration.Proyek ini berdiri sendiri yang dikelola Nick di luar manajemen Jonas Brothers.Selain Who I Am yang berhasil bertengger di nominasi Billboard 200, pekerjaan sampingan Nick ini juga pernah mengeluarkan album “Nicholas Jonas”. Jonas selain dikenal sebagai remaja yang cerdas menyanyikan dan menciptakanlagu, ABGberusia19tahunini juga sangat brilian di urusan main peran.
Pemusik yang memiliki banyak fans fanatik ini telah bermain akting di sejumlah film seperti Camp Rock (2008) dan Camp Rock 2: The Final Jam (2010), denganberperansebagaiNatedan Campfire Stories; Comes Around Gos Around (2009) sebagai Justin Lucas. Saat ini, Nick sedang sibuk berakting di sebuah drama musikal Broadway berjudul “How to Succeed in Bussines Without Really Trying,” dengan berperan sebagai J Pierrepont Finch. Keberhasilan Nick dalam membangun karier hingga mencapai go international tentulah bukan pekerjaan mudah,butuh totalitas waktu dan energi yang tidak sedikit, terlebih di usianya yang masih sangat belia.
Banyak remaja yang seusianya lebih sering menghabiskan hari-hari mereka untuk bersekolah secara teratur dan berkumpul bersama teman-teman. Sebaliknya, bagi Nick, di usianya yang masih di bawah 20 tahun dia disibukkan dengan tur konser keliling dunia,temu wartawan,jumpa fans,dan hampir setiap waktu berlatih musik. Tentu saja kesibukan yang seperti ini merupakan buah dari kreativitas yang dia ciptakan untuk kariernya. nafi’ muthohirin
Cerita Sukses Keluarga Selebritas
Sunday, 29 April 2012
Tidak sedikit keluarga selebritas dunia yang bisa melahirkan beberapa anak mereka dalam dunia hiburan. Malah, tidak jarang yang akhirnya menorehkan popularitas dan kekayaan.
Kepiawaiannya dalam bela diri membuat aktor cilik, Jaden Smith yang bermain dalam film The Karate Kid (2010) bersama aktor kawakan,Jackie Chan tercatat sebagai salah satu selebritas muda terkaya di dunia.
Seperti dilansir situs The Richest People, anak laki-laki dari pasangan musisi dan aktor ternama,Jada Pinkett Smith dan Will Smith ini menduduki peringkat ke-7 dari daftar 10 selebritas muda terkaya di dunia. Jaden yang berperan sebagai Dre Parker (The Karate Kid) di film yang berlaga Kungfu itu berhasil memperoleh bayaran senilai USD5 juta (Rp45,8 miliar) dari film ini.Tak heran remaja berusia 13 tahun dan pernah menerima penghargaan sebagai aktor muda terbaik Saturn Award 2009 ini menjadi remaja yang bermandikan uang.
Sebuah angka yang fantastis untuk seorang aktris remaja seperti Jaden. Awalnya, dalam film ini Jaden dikontrak Columbia Pictures pada Juni 2009 dengan bayaran USD1 juta (Rp9,1 miliar), yang dilakukan dengan dua kali pembayaran. Pertama senilai USD900.000 dan kedua USD100.000. Namun,hingga 2010,menurut TMZ. Com, film ini berhasil mendatangkan keuntungan senilai USD150 juta (Rp1,3 triliun) dan masuk boxoffice.Karena itu, aktor cilik yang terjun pertama kali di dunia akting pada 2003 ini menerima bonus sebesar USD2 juta (Rp18,3 miliar).
Hingga akhir 2011, Jaden mendapatkan kembali bonus dari aktingnya. Pasalnya, dia mendapatkan keistimewaan dalam kontraknya, serta melihat kesuksesan besar yang diraih film ini. Dia juga mendapat pembagian keuntungan dari penjualan merchandise film serta DVD-nya. Posisi Jaden sebagai selebritis muda kaya berada satu tingkat di atas adiknya yang seorang penyanyi cilik, Willow Smith. Anak paling kecil Will Smith ini berada di posisi ke-8 dalam daftar tersebut karena dia berhasil meraup kekayaan dari kariernya di dunia musik senilai USD4 juta (Rp36,6 miliar).
Anak baru gede (ABG) kelahiran 31 Oktober 2000 ini juga kerap menjadi trendsetter bagi para remaja karena gaya penampilannya yang fashionable. Kesuksesan Smith bersaudara dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dinilai andal.Bermodalkan keterampilan akting dan bernyanyi kini keduanya menjadi fenomenal di telinga masyarakat dunia. Sama halnya dengan prestasi yang pernah ditorehkan kedua orang tuanya. Smith dan Pinkett yang juga pernah dinobatkan sebagai pasangan terkaya ke-4 dunia 2011 menurut The Richest People dengan total kekayaan USD39,3 juta (Rp360,5 miliar).
Selain keluarga Smith yang mampu menorehkan prestasi dan kekayaan dari dunia hiburan, nama Dakota Fanning dan sang adik Elle Fanning juga mengantongi prestasi serupa.Kedua anak pasangan Heather Joy (petenis profesional) dan Steve J Fanning (pemain liga bisbol) ini semakin mewarnai keluarga selebritas berpenghasilan tinggi di Hollywood. Penampilan Dakota menjadi sebuah terobosan dalam dunia hiburan ketika bermain sebagai Lucy Diamond Dawson dalam film I Am Sam (2001).
Dakota adalah nomine termuda untuk penghargaan Screen Actors Guild.Kakak dari aktris Elle Fanning ini memiliki kekayaan USD4 juta. Dakota menempati peringkat ke-9 dari daftar selebritas muda terkaya di dunia. Adiknya, Elle,yang merupakan model brilian dan aktris berbakat, memperoleh pundi kekayaan dari hasil kerjanya senilai USD1,5 juta. Selain itu, kecerdasannya dalam bermain peran, menahbiskan ABG yang berperan dalam film Super 8 (2011) ini pada peringkat 10 daftar seleb muda terkaya di dunia. Elle, 13, berhasil keluar dari nama besar kakaknya.
Selama bertahun-tahun,gadis cantik ini bekerja keras agar bisa keluar dari bayang-bayang kesuksesan Dakota. Elle berhasil melambungkan namanya sendiri sehingga sekarang menjadi sorotan media di seluruh dunia. Dia bahkan sukses menjadi salah satu dari 10 penerima Hollywood Spotlight Award 2011. nafi’ muthohirin
Meraih Popularitas, Menuai Kekayaan
Sunday, 29 April 2012
Industri hiburan Indonesia melahirkan banyak artis terkenal. Dunia yang menawarkan popularitas ini banyak membuat orang yang tadinya bukan siapasiapa, menjadi sosok terkenal (from nobody to somebody).
Menjadi terkenal, sangat dipastikan menuai kemakmuran. Hal inilah yang ditawarkan dunia hiburan. Tidak sedikit yang mendapatkan nasib seperti ini. Sebut saja Raffi Ahmad,dan Asmirandah.Mereka bagian dari artis muda yang bintangnya sedang bersinar. Hal ini terlihat dari sinetron, iklan, dan tayangan lain yang mereka perankan sekarang. Sekali tampil,baik untuk sinetron,iklan mereka bisa mendapatkan bayaran yang menggiurkan. Besarnya penghasilan yang diterima misalnya tercermin dari gaya hidup yang mereka jalani.
Raffi misalnya,dia mempunyai koleksi mobil mewah, seperti Chevrolet Camaro yang harganya diprediksi mencapai Rp2 miliar.Raffi juga diketahui sebagai artis yang gemar mengoleksi motor gede. Pria kelahiran Bandung, 17 Februari 1987 ini sedang menikmati kesuksesan di hiburan Tanah Air. Sejumlah profesi dunia gemerlap dia lakoni seperti pembawa acara,penyanyi,bintang iklan,pemain film, hingga menjadi produser.Karier Raffi dimulai sejak usianya masih belia, yakni 15 tahun saat menjadi tokoh pembantu di sinetron berjudul Tunjuk Satu Bintang.
Sejak awal kehadirannya, Raffi memukau banyak mata, sehingga mulai saat itu dia pun langsung banyak membintangi berbagai sinetron dan film televisi. Karier yang gemilang juga sedang dijalani Asmirandah. SaatiniputrikelahiranJakarta,5Oktober1989 ini sedang membintangi sejumlah sinetron dan iklan. Kariernya di dunia akting telah melahirkan setidaknya lima film layar lebar. Hal ini belum termasuk puluhan sinetron.“Imbasnya ke penghasilan sihmasalah pribadi. Namun, dari pekerjaan hal itu membuat menjadi motivasi lagi untuk bekerja dengan lebih baik dan makin membuatorangmakinsenang,”kata Asmirandahkepada Seputar Indonesia(SINDO).
Dia hanya merasa bersyukur karena apa yang telah dilakukan selama ini rupanya disukai masyarakat. “Obsesi dari materi tidak ada, karena Alhamdulillah sudah tercukupi. Sementara itu, obsesi karier yaitu ingin jadi sutradara dan mudah-mudahan pada tahun ini kesampaian,”jelas Asmirandah. Hanya,dia tidak memungkiri jika penghasilan yang diperolehnya dari profesi sebagai artis sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Selain untuk konsumsi, sebagian penghasilannya dialokasikan untuk membuka bisnis.“Saat ini hasil yang didapat dari dunia selebritis sebagian dipakai untuk buka bisnis fashionbareng sahabat,”tambah Asmirandah. cheerli/islahuddin
uda Kaya Raya
Sunday, 29 April 2012
Usianya terbilang muda. Tetapi, dia mampu membuktikan diri sebagai anak baru gede (ABG) multitalenta. Kerja keras membawanya ke tangga kesuksesan dan popularitas. Syahdan, dia pun dinobatkan menjadi salah satu selebritas ABG terkaya di dunia.
Cantik,energetik,dan pintar.Dia memiliki kemampuan berakting yang mumpuni. Dia juga piawai berpose di depan kamera. kemampuan vokalnya pun tidak diragukan di dunia tarik suara. Itulah segala kelebihan yang dimiliki Miley Cyrus, selebritas muda ternama yang kariern y a dimulai dari Disney Channel, Amerika Serikat (AS).
Destiny Hope Cyrus, begitulah nama lengkap selebritas muda yang merupakan putri penyanyi Billy Ray Cyrus itu. Selain dikenal sebagai seorang pemain film dan penyanyi pop, gadis kelahiran Nashville, Tennessee, AS, 23 November 1992 itu juga diketahui sebagai seorang pengarang lagu dan pemain musik. Meski usianya masih terbilang belia, pemeran utama dalam serial televisi Hannah Montana ini mampu membuktikan diri sebagai sosok entertainer muda yang serbabisa.
Bahkan dia juga berhasil menyejajarkan namanya sebagai selebritas papan atas di industri hiburan Hollywood. Pada awal karier sebenarnya nama Miley lebih banyak dikenal sebagai seorang musisi. Kendati demikian, berkat peran memukaunya sebagai Miley Stewart dalam serial Hannah Montana, dia justru meraih popularitas. Malah tokoh Miley Stewart- ––yang memiliki kepribadian ganda sebagai penyanyi pop––ketenarannya melebihi dirinya sendiri. Sejak berperan dalam film bergenre komedi remaja tersebut, nama Miley semakin dikenal masyarakat luas.
Bahkan dia menjadi idola baru di kalangan kaum muda dunia. Menurut Daily Telegraph, popularitas yang dicapai Miley merupakan sebuah kewajaran. Sebab, sejak episode pertama yang tayang pada 26 Maret 2006 silam,serial itu berhasil menyedot perhatian penonton terbesar dalam sejarah serial Disney Channel. Selain itu, film tersebut juga berhasil menjadi salah satu serial dengan peringkat tertinggi pada saluran televisi kabel. Dalam film ini Miley berperan sebagai penyanyi tenar yang menyembunyikan identitas aslinya. Hanya keluarga dan dua orang sahabatnya sajalah yang mengetahui rahasia tersebut.
Kepiawaian akting dan bernyanyi Miley dalam film ini sangat menonjol. Bahkan dalam film ini Miley menciptakan berbagai lagu yang mendukung serial televisi remaja itu di antaranya Pumpin Up the Party Now, When I Look at You,dan Party in the USA.Wajar jika Miley mendapatkan banyak pujian. Selain sibuk syuting, saat membintangi serial tersebut Miley juga sibuk mengeluarkan album dari serial Hannah Montana.Tanpa disangka album tersebut melejit seperti serial televisinya. Kesuksesan ini yang akhirnya mengangkat kekayaan dan ketenaran Miley sebagai seorang selebritas muda.
Seperti dikutip therichest.org, pada usia yang baru menginjak 19 tahun, Miley sudah mengantongi USD48 juta (Rp440,3 miliar). Pundi-pundi itu berhasil dia peroleh dari berbagai aktivitasnya di dunia hiburan. Dari mengikuti 57 jadwal tur, hasil penjualan berbagai pernik-pernik Disney tentang film Hannah Montanayang menggunakan nama dan wajahnya seperti kaos, tempat pensil, tas ransel, sampai kotak makan dan tempat minum. Dia juga mendapat tambahan kekayaan setelah bermain dalam film The Last Song.
Dalam film ini Miley memerankan tokoh seorang gadis yang kedua orang tuanya bercerai. Di film ini Miley memerankan karakter yang memiliki sisi gelap dan pemarah. Berbeda dengan tokoh Miley Stewart dalam Hannah Montana. Berkat perannya itu, dia pun masuk dalam daftar 10 selebritas muda terkaya versi the richest.Miley menempati urutan kedua di bawah penyanyi fenomenal Justin Bieber.
Menurut Hollyscoop, dua tahun sebelumnya aktris belia multitalenta ini kerap merajai dan menduduki deretan pertama dalam daftar itu.Pencapaian itu diraih ketika serial Hannah Montana berhasil mencuri perhatian masyarakat. Tetapi sejak dia tidak lagi berperan di serial tersebut, peringkatnya turun dengan penghasilan hanya USD48 juta. Seperti diungkapkan Dailymail, saat berusia 17 tahun, Miley menyatakan mundur dari serial Hannah Montana.“ Saya bukanlah boneka.Masyarakat selalu menginginkan saya berdandan seperti anak remaja.Saat saya berusia 12 tahun okelah.Tapi saya sekarang sudah lebih dewasa. Saya punya opini dan keinginan tersendiri.
Saya ingin jadi diri sendiri,”katanya. Untuk menunjukkan jati dirinya Miley pada 2008 silam membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya.Dia secara resmi mengubah namanya menjadi Miley Ray. Hal itu dilakukannya untuk menunjukkan kepada publik bahwa dia bukan anak kecil lagi. Bagi Miley, perubahan nama itu juga merupakan harapan baru masa depannya.“Saya ingin berjalan lebih jauh lagi.Pergi ke banyak tempat di dunia. Dengan begitu saya bisa melihat banyak hal sebagai orang dewasa,”ujar Miley antusias.
Seperti diungkapkan Hollywoodlife, penghasilan terbanyak Miley sejatinya bukan berasal dari akting di serial Hannah Montana, melainkan dari dunia musik.Meski demikian,kehebatan aktingnya dalam film tersebut tetap berhasil membuat dia diperhitungkan sebagai salah satu aktris muda papan atas Hollywood. Untuk syuting Hannah Montana, anak pasangan Billy Ray Cyrus dan Leticia Tish Cyrus ini hanya mendapat bayaran USD15.000 per episode. Namun karena karya-karyanya di bidang musik, ditunjang dengan berbagai tur yang dia jalani,penghasilannya bisa seperti sekarang.
Dengan pundi-pundi kekayaan yang telah dimiliki,dia membeli segala hal yang diinginkan seperti baju mewah dan kendaraan pribadi. Dia juga membeli rumah sendiri yang dilengkapi berbagai fasilitas lengkap dan furnitur mewah. Rumah tersebut berada tidak jauh dari tempat tinggal kedua orang tuanya di daerah Los Angeles,AS. Selain dikenal sebagai aktris serbabisa, Miley juga dikenal sebagai aktris yang memiliki kepedulian tinggi pada sesama.
Awal 2011 lalu, karena dianggap memberikan dampak positif kepada anak muda,Miley diganjar Global Action Youth Leadership Award, yang digagas aktris ternama Hilary Duff. cheerli
Setiap remaja kerap bermimpi menjadi selebritas. Maklum, menjadi pesohor dianggap mudah untuk meraih segala hal yang diinginkan.
Popularitas, kemewahan, dan bergelimang harta. Tak heran jika selebritas sebagai sebuah profesi yang kini kerap menjadi incaran para anak baru gede alias ABG. Dalam anggapan mereka, dengan menjadi selebritas, mereka bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda dengan remaja kebanyakan. Selain popularitas, tentu saja pendapatan yang tidak sedikit menjadi tujuan utama.Terlebih, di dunia internasional banyak selebritas muda yang dijadikan panutan. Sebut saja Justin Bieber yang menempati urutan teratas selebritas ABG terkaya di dunia versi The Richest People.
Dalam tajuk Richest Teens Stars 2012, remaja asal Kanada berusia 18 tahun itu disebutkan mengantongi kekayaan USD53 juta (Rp486,2 miliar). Remaja kelahiran Strartford,Ontario, Kanada, 1 Maret 1994 ini menghasilkan uang terbanyak pada film Never Say Never dan dari hits single-nya Someday.Peluncuran film dokumenter tiga dimensi (3D) tersebut mendapat keuntungan hingga USD100 juta.Keberhasilan tersebut mengalahkan ketenaran film dokumentasi kehidupan milik mendiang Raja Pop Michael Jackson, This Is It, dan konser Miley Cyrus yang bertajuk Best of Both World.
Menariknya, gadis yang disebutsebut sebagai kekasih Bieber, Selena Gomez,19,juga masuk dalam daftar ini dengan kekayaan USD5,5 juta.Selena menempati urutan ke-6 dalam daftar. Selena dalam 10 tahun terakhir berkarier sebagai penyanyi dan aktris. Penyanyi yang lahir di Grand Prairie, Texas,Amerika Serikat,22 Juli 1992 ini makin dikenal setelah meraih dua penghargaan Nickelodeon Kids’ Choice Awards. Kedua selebritas multitalenta ini dapat memiliki popularitas dan harta berlimpah berkat kerja keras.
Tidak heran bila para bintang remaja ini berhasil mendapatkan bayaran yang fantastis. Sebagai pendatang baru di dunia hiburan, Bieber mendapat perhatian masyarakat dunia. Bieber pun menularkan “Bieber Fever” (Demam Bieber). Bukan hanya dikenal sebagai penyanyi dan pemain musik, Bieber ternyata juga dikenal sebagai seorang pencipta lagu yang piawai. Dia juga meluncurkan parfum yang dinamai Someday.Produk itu menjadi parfum yang paling dicari dan digemari gadis-gadis belia.
Sejak peluncurannya Juni 2011 lalu,Someday berhasil mencetak hasil penjualan USD3 juta hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu sejak pertama kali diperkenalkan ke publik. Kehidupan Bieber berubah drastis dari sosok remaja biasa menjadi artis papan atas dunia yang di idolakan banyak penggemar. Kepopuleran membuat pelantun lagu “That Should Be Me ” itu meraih kehidupan mewah yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Bieber saat ini diketahui memiliki rumah dan kendaraan mewah. Seperti dikutip Hollyscoop,pada awal 2012 Bieber membeli rumah mewah seharga USD6 juta di Calabasas,California,Los Angeles,AS.
Menurut Hollyscoop, di rumah mewah itu terdapat enam kamar tidur, tujuh kamar mandi,tempat perapian,kolam renang,dan satu buah lift.Selain itu, pada bangunan yang luas tersebut,juga terdapat bagasi mobil besar yang bisa diisi beberapa mobil koleksi Bieber. Sementara itu,Daily Mail melansir, Bieber akan menginstal teknologi gadget super canggih di rumah barunya yang bergaya western itu seperti pengontrol rumah yang menggunakan sidik jari, bak mandi yang hemat energi,hingga tirai transparan.
Berbicara mengenai kendaraan mewah, seperti dilansir FemaleFirst, Bieber memiliki beberapa mobil mewah seperti Range Rover, Cadillac Coupe yang dimodifikasi dengan tema Batman, Ferrari, dan Fisker Karma. Bieber kini juga sedang berminat membeli Ducati Superbike 848 EVO seharga USD20.000. Anak muda lain yang juga tak kalah hebatnya ialah Angus T Jones,18,yang memiliki kekayaan USD7,8 juta. Remaja asal Texas ini mulai dikenal publik sejak memerankan Jake Harper dalam Two and a Half Men saat berusia 10 tahun. Pemeran George Jr dalam film George of the Jungle 2 meraih USD300 ribu per episode per hari dalam serial Two and a Half Men.
Fakta ini membuat dia menjadi anak dengan pendapatan tertinggi. Sebenarnya,Jones tidak selalu merasa nyaman akibat imbas membintangi peran Jake Harper. Sebab, dia merasa masyarakat masih menganggapnya seperti anak kecil seperti dalam film tersebut. “Maksud saya, selama ini orang menganggap saya masih seperti dulu.Padahal, saya sudah dewasa. Terkadang,saya merasa terkungkung dengan predikat anak kecil yang diidentikkan kepada saya,”ujarnya.
Meski begitu,Jones tidak memungkiri bahwa tokoh Jake Harper yang membawanya populer di dunia hiburan dan bisa meraih kekayaan dan menjadi jutawan sejak usia 7 tahun. Pencapaian sejumlah selebritas dunia dalam meraih sukses dan popularitas di usia muda menjadi representasi kalangan muda yang energik, penuh kerja keras mengaktualisasikan talenta yang dimiliki. cheerli
Memilih Musik untuk Mendulang Harta
Sunday, 29 April 2012
Berprofesi di panggung hiburan menjadi incaran utama para remaja. Buktinya tidak sedikit artis yang masih sangat belia, di bawah usia 20 tahun berhasil mengangkat namanya ke panggung hiburan di level internasional.
Nick Jonas,musisi muda pentolan grup band asal Amerika Serikat (AS), Jonas Brothers adalah salah satu dari sejumlah selebritas muda terkaya dunia. Pria kelahiran Dallas, AS, 16 September 1992 ini menduduki peringkat ke-3 dari 10 nama selebritis muda terkaya dunia versi The Richest People. Posisinya berada satu tingkat di atas aktor film Twilight,Taylor Lautner yang berada di nomor 4 dengan kekayaan USD8,5 juta. Nick berhasil mengumpulkan kekayaan USD12,5 juta dari aksi panggungnya dan rekor penjualan album lagunya bersama Jonas Brothers dan proyeknya sendiri, Nick & The Adminisration.
Nick merupakan salah satu punggawa grupmusikyangdidirikanbersama dua saudaranya Kevin JonasdanJoeJonas.Ketiganya dinilai berhasil mengumpulkan total kekayaan karenasejumlahalb u m ny a laris di pasaran seperti It’s About Time, Jonas Brothers, A Little Bit Longer,dan Lines,Vines and TryingTimes. Proyek album Jonas Brother berjudul “Lines,Vines and Trying Times” (2009) melejit ke peringkat pertama pada nominasi Billboard 200, dengan penjualan pada minggu pertama mencapai 247 ribu kopi. Sedangkan lewat Nick & The Administration proyek album yang berjudul “Who I Am”,sejak rilis pada Februari 2010 telah terjual 151 ribu kopi di Negeri Paman Sam.
Debut album ini bertengger di peringkat ke-3 di nominasi Billboard 200. Menurut Forbes,ketikabanyakmusisi dan artis ternama dunia memusatkan perhatian mereka ke pertunjukan Disney,Nick,danJonasBrothers karenasikapdewasanya,malah mempunyai pikiran lain dengan tidak mengikutinya. Mereka pun awalnya dianggap sebagai musisi yang sakit serius.Tetapi,perlahan tapi pasti,Jonas Brothers berhasil membantahnya dengan meluncurkan konser tur yang sukses meraup keuntungan senilai USD95 juta (Rp871,5 miliar) dan kunjungan mereka ke sejumlah negara yang menghasilkan USD30 juta (Rp275,2 miliar).Setiap tampil,rata-rata pertunjukan Jonas Brothers dihadiri 14.000 penonton dalam semalam.
Sikap kedewasaan lain yang mengantarkan Nick menjadi remaja sukses bergelimang materi adalah karena keberaniannya membuat proyek album sampingan yang bernama Nick Jonas & The Administration.Proyek ini berdiri sendiri yang dikelola Nick di luar manajemen Jonas Brothers.Selain Who I Am yang berhasil bertengger di nominasi Billboard 200, pekerjaan sampingan Nick ini juga pernah mengeluarkan album “Nicholas Jonas”. Jonas selain dikenal sebagai remaja yang cerdas menyanyikan dan menciptakanlagu, ABGberusia19tahunini juga sangat brilian di urusan main peran.
Pemusik yang memiliki banyak fans fanatik ini telah bermain akting di sejumlah film seperti Camp Rock (2008) dan Camp Rock 2: The Final Jam (2010), denganberperansebagaiNatedan Campfire Stories; Comes Around Gos Around (2009) sebagai Justin Lucas. Saat ini, Nick sedang sibuk berakting di sebuah drama musikal Broadway berjudul “How to Succeed in Bussines Without Really Trying,” dengan berperan sebagai J Pierrepont Finch. Keberhasilan Nick dalam membangun karier hingga mencapai go international tentulah bukan pekerjaan mudah,butuh totalitas waktu dan energi yang tidak sedikit, terlebih di usianya yang masih sangat belia.
Banyak remaja yang seusianya lebih sering menghabiskan hari-hari mereka untuk bersekolah secara teratur dan berkumpul bersama teman-teman. Sebaliknya, bagi Nick, di usianya yang masih di bawah 20 tahun dia disibukkan dengan tur konser keliling dunia,temu wartawan,jumpa fans,dan hampir setiap waktu berlatih musik. Tentu saja kesibukan yang seperti ini merupakan buah dari kreativitas yang dia ciptakan untuk kariernya. nafi’ muthohirin
Cerita Sukses Keluarga Selebritas
Sunday, 29 April 2012
Tidak sedikit keluarga selebritas dunia yang bisa melahirkan beberapa anak mereka dalam dunia hiburan. Malah, tidak jarang yang akhirnya menorehkan popularitas dan kekayaan.
Kepiawaiannya dalam bela diri membuat aktor cilik, Jaden Smith yang bermain dalam film The Karate Kid (2010) bersama aktor kawakan,Jackie Chan tercatat sebagai salah satu selebritas muda terkaya di dunia.
Seperti dilansir situs The Richest People, anak laki-laki dari pasangan musisi dan aktor ternama,Jada Pinkett Smith dan Will Smith ini menduduki peringkat ke-7 dari daftar 10 selebritas muda terkaya di dunia. Jaden yang berperan sebagai Dre Parker (The Karate Kid) di film yang berlaga Kungfu itu berhasil memperoleh bayaran senilai USD5 juta (Rp45,8 miliar) dari film ini.Tak heran remaja berusia 13 tahun dan pernah menerima penghargaan sebagai aktor muda terbaik Saturn Award 2009 ini menjadi remaja yang bermandikan uang.
Sebuah angka yang fantastis untuk seorang aktris remaja seperti Jaden. Awalnya, dalam film ini Jaden dikontrak Columbia Pictures pada Juni 2009 dengan bayaran USD1 juta (Rp9,1 miliar), yang dilakukan dengan dua kali pembayaran. Pertama senilai USD900.000 dan kedua USD100.000. Namun,hingga 2010,menurut TMZ. Com, film ini berhasil mendatangkan keuntungan senilai USD150 juta (Rp1,3 triliun) dan masuk boxoffice.Karena itu, aktor cilik yang terjun pertama kali di dunia akting pada 2003 ini menerima bonus sebesar USD2 juta (Rp18,3 miliar).
Hingga akhir 2011, Jaden mendapatkan kembali bonus dari aktingnya. Pasalnya, dia mendapatkan keistimewaan dalam kontraknya, serta melihat kesuksesan besar yang diraih film ini. Dia juga mendapat pembagian keuntungan dari penjualan merchandise film serta DVD-nya. Posisi Jaden sebagai selebritis muda kaya berada satu tingkat di atas adiknya yang seorang penyanyi cilik, Willow Smith. Anak paling kecil Will Smith ini berada di posisi ke-8 dalam daftar tersebut karena dia berhasil meraup kekayaan dari kariernya di dunia musik senilai USD4 juta (Rp36,6 miliar).
Anak baru gede (ABG) kelahiran 31 Oktober 2000 ini juga kerap menjadi trendsetter bagi para remaja karena gaya penampilannya yang fashionable. Kesuksesan Smith bersaudara dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dinilai andal.Bermodalkan keterampilan akting dan bernyanyi kini keduanya menjadi fenomenal di telinga masyarakat dunia. Sama halnya dengan prestasi yang pernah ditorehkan kedua orang tuanya. Smith dan Pinkett yang juga pernah dinobatkan sebagai pasangan terkaya ke-4 dunia 2011 menurut The Richest People dengan total kekayaan USD39,3 juta (Rp360,5 miliar).
Selain keluarga Smith yang mampu menorehkan prestasi dan kekayaan dari dunia hiburan, nama Dakota Fanning dan sang adik Elle Fanning juga mengantongi prestasi serupa.Kedua anak pasangan Heather Joy (petenis profesional) dan Steve J Fanning (pemain liga bisbol) ini semakin mewarnai keluarga selebritas berpenghasilan tinggi di Hollywood. Penampilan Dakota menjadi sebuah terobosan dalam dunia hiburan ketika bermain sebagai Lucy Diamond Dawson dalam film I Am Sam (2001).
Dakota adalah nomine termuda untuk penghargaan Screen Actors Guild.Kakak dari aktris Elle Fanning ini memiliki kekayaan USD4 juta. Dakota menempati peringkat ke-9 dari daftar selebritas muda terkaya di dunia. Adiknya, Elle,yang merupakan model brilian dan aktris berbakat, memperoleh pundi kekayaan dari hasil kerjanya senilai USD1,5 juta. Selain itu, kecerdasannya dalam bermain peran, menahbiskan ABG yang berperan dalam film Super 8 (2011) ini pada peringkat 10 daftar seleb muda terkaya di dunia. Elle, 13, berhasil keluar dari nama besar kakaknya.
Selama bertahun-tahun,gadis cantik ini bekerja keras agar bisa keluar dari bayang-bayang kesuksesan Dakota. Elle berhasil melambungkan namanya sendiri sehingga sekarang menjadi sorotan media di seluruh dunia. Dia bahkan sukses menjadi salah satu dari 10 penerima Hollywood Spotlight Award 2011. nafi’ muthohirin
Meraih Popularitas, Menuai Kekayaan
Sunday, 29 April 2012
Industri hiburan Indonesia melahirkan banyak artis terkenal. Dunia yang menawarkan popularitas ini banyak membuat orang yang tadinya bukan siapasiapa, menjadi sosok terkenal (from nobody to somebody).
Menjadi terkenal, sangat dipastikan menuai kemakmuran. Hal inilah yang ditawarkan dunia hiburan. Tidak sedikit yang mendapatkan nasib seperti ini. Sebut saja Raffi Ahmad,dan Asmirandah.Mereka bagian dari artis muda yang bintangnya sedang bersinar. Hal ini terlihat dari sinetron, iklan, dan tayangan lain yang mereka perankan sekarang. Sekali tampil,baik untuk sinetron,iklan mereka bisa mendapatkan bayaran yang menggiurkan. Besarnya penghasilan yang diterima misalnya tercermin dari gaya hidup yang mereka jalani.
Raffi misalnya,dia mempunyai koleksi mobil mewah, seperti Chevrolet Camaro yang harganya diprediksi mencapai Rp2 miliar.Raffi juga diketahui sebagai artis yang gemar mengoleksi motor gede. Pria kelahiran Bandung, 17 Februari 1987 ini sedang menikmati kesuksesan di hiburan Tanah Air. Sejumlah profesi dunia gemerlap dia lakoni seperti pembawa acara,penyanyi,bintang iklan,pemain film, hingga menjadi produser.Karier Raffi dimulai sejak usianya masih belia, yakni 15 tahun saat menjadi tokoh pembantu di sinetron berjudul Tunjuk Satu Bintang.
Sejak awal kehadirannya, Raffi memukau banyak mata, sehingga mulai saat itu dia pun langsung banyak membintangi berbagai sinetron dan film televisi. Karier yang gemilang juga sedang dijalani Asmirandah. SaatiniputrikelahiranJakarta,5Oktober1989 ini sedang membintangi sejumlah sinetron dan iklan. Kariernya di dunia akting telah melahirkan setidaknya lima film layar lebar. Hal ini belum termasuk puluhan sinetron.“Imbasnya ke penghasilan sihmasalah pribadi. Namun, dari pekerjaan hal itu membuat menjadi motivasi lagi untuk bekerja dengan lebih baik dan makin membuatorangmakinsenang,”kata Asmirandahkepada Seputar Indonesia(SINDO).
Dia hanya merasa bersyukur karena apa yang telah dilakukan selama ini rupanya disukai masyarakat. “Obsesi dari materi tidak ada, karena Alhamdulillah sudah tercukupi. Sementara itu, obsesi karier yaitu ingin jadi sutradara dan mudah-mudahan pada tahun ini kesampaian,”jelas Asmirandah. Hanya,dia tidak memungkiri jika penghasilan yang diperolehnya dari profesi sebagai artis sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Selain untuk konsumsi, sebagian penghasilannya dialokasikan untuk membuka bisnis.“Saat ini hasil yang didapat dari dunia selebritis sebagian dipakai untuk buka bisnis fashionbareng sahabat,”tambah Asmirandah. cheerli/islahuddin
uda Kaya Raya
Sunday, 29 April 2012
Usianya terbilang muda. Tetapi, dia mampu membuktikan diri sebagai anak baru gede (ABG) multitalenta. Kerja keras membawanya ke tangga kesuksesan dan popularitas. Syahdan, dia pun dinobatkan menjadi salah satu selebritas ABG terkaya di dunia.
Cantik,energetik,dan pintar.Dia memiliki kemampuan berakting yang mumpuni. Dia juga piawai berpose di depan kamera. kemampuan vokalnya pun tidak diragukan di dunia tarik suara. Itulah segala kelebihan yang dimiliki Miley Cyrus, selebritas muda ternama yang kariern y a dimulai dari Disney Channel, Amerika Serikat (AS).
Destiny Hope Cyrus, begitulah nama lengkap selebritas muda yang merupakan putri penyanyi Billy Ray Cyrus itu. Selain dikenal sebagai seorang pemain film dan penyanyi pop, gadis kelahiran Nashville, Tennessee, AS, 23 November 1992 itu juga diketahui sebagai seorang pengarang lagu dan pemain musik. Meski usianya masih terbilang belia, pemeran utama dalam serial televisi Hannah Montana ini mampu membuktikan diri sebagai sosok entertainer muda yang serbabisa.
Bahkan dia juga berhasil menyejajarkan namanya sebagai selebritas papan atas di industri hiburan Hollywood. Pada awal karier sebenarnya nama Miley lebih banyak dikenal sebagai seorang musisi. Kendati demikian, berkat peran memukaunya sebagai Miley Stewart dalam serial Hannah Montana, dia justru meraih popularitas. Malah tokoh Miley Stewart- ––yang memiliki kepribadian ganda sebagai penyanyi pop––ketenarannya melebihi dirinya sendiri. Sejak berperan dalam film bergenre komedi remaja tersebut, nama Miley semakin dikenal masyarakat luas.
Bahkan dia menjadi idola baru di kalangan kaum muda dunia. Menurut Daily Telegraph, popularitas yang dicapai Miley merupakan sebuah kewajaran. Sebab, sejak episode pertama yang tayang pada 26 Maret 2006 silam,serial itu berhasil menyedot perhatian penonton terbesar dalam sejarah serial Disney Channel. Selain itu, film tersebut juga berhasil menjadi salah satu serial dengan peringkat tertinggi pada saluran televisi kabel. Dalam film ini Miley berperan sebagai penyanyi tenar yang menyembunyikan identitas aslinya. Hanya keluarga dan dua orang sahabatnya sajalah yang mengetahui rahasia tersebut.
Kepiawaian akting dan bernyanyi Miley dalam film ini sangat menonjol. Bahkan dalam film ini Miley menciptakan berbagai lagu yang mendukung serial televisi remaja itu di antaranya Pumpin Up the Party Now, When I Look at You,dan Party in the USA.Wajar jika Miley mendapatkan banyak pujian. Selain sibuk syuting, saat membintangi serial tersebut Miley juga sibuk mengeluarkan album dari serial Hannah Montana.Tanpa disangka album tersebut melejit seperti serial televisinya. Kesuksesan ini yang akhirnya mengangkat kekayaan dan ketenaran Miley sebagai seorang selebritas muda.
Seperti dikutip therichest.org, pada usia yang baru menginjak 19 tahun, Miley sudah mengantongi USD48 juta (Rp440,3 miliar). Pundi-pundi itu berhasil dia peroleh dari berbagai aktivitasnya di dunia hiburan. Dari mengikuti 57 jadwal tur, hasil penjualan berbagai pernik-pernik Disney tentang film Hannah Montanayang menggunakan nama dan wajahnya seperti kaos, tempat pensil, tas ransel, sampai kotak makan dan tempat minum. Dia juga mendapat tambahan kekayaan setelah bermain dalam film The Last Song.
Dalam film ini Miley memerankan tokoh seorang gadis yang kedua orang tuanya bercerai. Di film ini Miley memerankan karakter yang memiliki sisi gelap dan pemarah. Berbeda dengan tokoh Miley Stewart dalam Hannah Montana. Berkat perannya itu, dia pun masuk dalam daftar 10 selebritas muda terkaya versi the richest.Miley menempati urutan kedua di bawah penyanyi fenomenal Justin Bieber.
Menurut Hollyscoop, dua tahun sebelumnya aktris belia multitalenta ini kerap merajai dan menduduki deretan pertama dalam daftar itu.Pencapaian itu diraih ketika serial Hannah Montana berhasil mencuri perhatian masyarakat. Tetapi sejak dia tidak lagi berperan di serial tersebut, peringkatnya turun dengan penghasilan hanya USD48 juta. Seperti diungkapkan Dailymail, saat berusia 17 tahun, Miley menyatakan mundur dari serial Hannah Montana.“ Saya bukanlah boneka.Masyarakat selalu menginginkan saya berdandan seperti anak remaja.Saat saya berusia 12 tahun okelah.Tapi saya sekarang sudah lebih dewasa. Saya punya opini dan keinginan tersendiri.
Saya ingin jadi diri sendiri,”katanya. Untuk menunjukkan jati dirinya Miley pada 2008 silam membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya.Dia secara resmi mengubah namanya menjadi Miley Ray. Hal itu dilakukannya untuk menunjukkan kepada publik bahwa dia bukan anak kecil lagi. Bagi Miley, perubahan nama itu juga merupakan harapan baru masa depannya.“Saya ingin berjalan lebih jauh lagi.Pergi ke banyak tempat di dunia. Dengan begitu saya bisa melihat banyak hal sebagai orang dewasa,”ujar Miley antusias.
Seperti diungkapkan Hollywoodlife, penghasilan terbanyak Miley sejatinya bukan berasal dari akting di serial Hannah Montana, melainkan dari dunia musik.Meski demikian,kehebatan aktingnya dalam film tersebut tetap berhasil membuat dia diperhitungkan sebagai salah satu aktris muda papan atas Hollywood. Untuk syuting Hannah Montana, anak pasangan Billy Ray Cyrus dan Leticia Tish Cyrus ini hanya mendapat bayaran USD15.000 per episode. Namun karena karya-karyanya di bidang musik, ditunjang dengan berbagai tur yang dia jalani,penghasilannya bisa seperti sekarang.
Dengan pundi-pundi kekayaan yang telah dimiliki,dia membeli segala hal yang diinginkan seperti baju mewah dan kendaraan pribadi. Dia juga membeli rumah sendiri yang dilengkapi berbagai fasilitas lengkap dan furnitur mewah. Rumah tersebut berada tidak jauh dari tempat tinggal kedua orang tuanya di daerah Los Angeles,AS. Selain dikenal sebagai aktris serbabisa, Miley juga dikenal sebagai aktris yang memiliki kepedulian tinggi pada sesama.
Awal 2011 lalu, karena dianggap memberikan dampak positif kepada anak muda,Miley diganjar Global Action Youth Leadership Award, yang digagas aktris ternama Hilary Duff. cheerli
Kamis, 03 Mei 2012
Menyirami Bibit Kebajikan
Gede Prama, PENULIS BUKU SIMFONI DALAM DIRI: MENGOLAH KEMARAHAN MENJADI KETEDUHAN ; FASILITATOR MEDITASI DI BALI UTARA
SUMBER : KORAN TEMPO, 15 Maret 2012
Setelah dihukum beratnya koruptor oleh pengadilan plus disitanya semua harta pribadi menjadi kekayaan negara, banyak yang menyebut hal ini sebagai cahaya optimisme dalam pemberantasan korupsi. Membuat jera koruptor tentu baik, membimbing orang jahat agar baik tentu tidak keliru. Tapi sejarah panjang lembaga pemasyarakatan (LP), lengkap dengan hukumannya yang kejam, sudah dicatat sejarah tidak berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kejahatan. Masyarakat Barat berada jauh di depan dalam hal ini. Hukumnya rapi, aparatnya relatif lebih bersih. Tapi belum pernah terdengar angka kejahatan menurun signifikan. Akibatnya, muncul pertanyaan: tepatkah pendekatan menghukum dalam mengurangi kejahatan?
Sejarah pengetahuan menyimpan banyak pendekatan, sebagian bahkan saling bertentangan. Ia serupa dengan buku suci. Semua buku suci menyimpan kontradiksi. Di satu bagian, buku suci memerintahkan: "cepat minum gula, nanti mati". Di bagian lain, buku suci yang sama berpesan: "jangan minum gula, nanti mati". Yang mengerti kesehatan tahu, perintah pertama berlaku untuk mereka yang kadar gula dalam darahnya masih jauh dari cukup. Perintah kedua untuk manusia sebaliknya. Tugas berikutnya sederhana, apakah kita hidup dalam putaran waktu yang "kebanyakan gula", atau sebaliknya "kekurangan gula"? Dari sini dipetakan, apakah penjahat sebaiknya dihukum sekeras-kerasnya, atau dididik agar menyirami bibit kebajikan dalam diri?
Saluran televisi National Geographic pada 6 Maret 2012 secara indah menyiarkan temuan tentang warrior gene. Persisnya, semacam gen dalam diri manusia yang membuat seseorang demikian berenerginya, sehingga rawan bergabung dengan kelompok geng, bergerombol melakukan kekerasan. Hasilnya mengejutkan, mereka dengan gen jenis ini, bila diperlakukan dengan kekerasan, akan semakin keras. Kesimpulan ini akan semakin jujur terlihat bila kita bertanya ulang, seberapa persen mantan penghuni LP yang bisa dibikin baik setelah mendekam di sana bertahun-tahun? Seberapa banyak yang balik lagi? Membaca pemberitaan media, sebagian penghuni LP tidak hanya melanjutkan kejahatannya di sana, tapi juga malah bikin ricuh di LP. Bila demikian keadaannya, melakukan kekerasan terhadap manusia yang punya gen keras serupa dengan menyiramkan bensin ke api yang sedang terbakar. Jika terus dilakukan, bukan tidak mungkin kita semua akan terbakar!
Ini membawa konsekuensi luas tidak saja dalam mengelola LP, tapi juga bagaimana sebaiknya memperlakukan putra-putri kita di rumah yang bermasalah, bagaimana sekolah sebaiknya "mengorangkan" anak-anak nakal, bagaimana organisasi menyentuh hati pekerja yang suka melawan. Belajar dari sejarah panjang di mana hukuman lebih dekat dengan menyiramkan bensin pada api, mungkin bijaksana merenungkan menyirami bibit kebajikan dalam diri manusia bermasalah.
Perhatikan nama-nama manusia di semua agama. Tidak ada nama dengan konotasi buruk, seperti Injak, Pukul, Bunuh. Di samping itu, semua bayi dibuat oleh sepasang suami-istri yang berpelukan penuh kasih sayang, bukan pukul-pukulan. Semua ibu yang sedang hamil berbicara baik dengan anaknya dalam kandungan. Digabung menjadi satu, semua manusia memiliki bibit kebajikan dalam diri. Cuma, serupa dengan bibit pohon, bila tidak disirami, suatu waktu akan mati. Untuk itulah, sangat penting menemukan sebanyak mungkin cara untuk menyirami bibit kebajikan dalam diri. Merenung di atas sejarah panjang kesembuhan kejiwaan, umumnya manusia di zaman ini hanya mau yang positif, menendang yang negatif. Padahal bagian diri yang ditendang hanya hilang sebentar, dan nanti muncul lagi. Dalam bahasa Freud, masuk ke alam bawah sadar. Dalam terminologi Jung, ia akan menjadi bayangan yang mengikuti. Bila saatnya tiba, yang ditendang tadi akan muncul lagi sebagai gangguan.
Itu sebabnya, Carl Jung--setelah diperkaya filosofi Timur--kemudian belajar tidak serakah dengan hal positif, tidak marah dengan yang negatif. Jung menyebut terapi sebagai the work of reconciliation of opposites. Memadukan dualitas kemudian mengalami kesembuhan. Sebuah pendekatan yang mirip meditasi. Urutan langkahnya sederhana: acceptance, understanding, loving kindness, compassion. Menerima kekurangan sebaik kita menerima kelebihan, itu langkah pertama. Meminjam penemuan seorang guru meditasi: accepting without blaming is the true turning point of healing. Menerima tanpa menyalahkan adalah titik balik kesembuhan. Krusial dalam hal ini, bagaimana sebaiknya menerima manusia bermasalah sekaligus mengajak mereka menerima kekurangan hidupnya. Cahaya penerimaan lebih mudah dihidupkan bila dibangun di atas pengertian bahwa kejahatan tidak berdiri sendiri. Ada jejaring rumit berupa peradaban yang semakin gelap, keteladanan buruk elite, ketidakdewasaan orang tua, guru bermasalah, pemberitaan yang berisi terlalu banyak keburukan, lembaga agama yang mengalami krisis karisma.
Begitu sampai di tahap ini, kemudian kemarahan terhadap manusia bermasalah digantikan kerinduan untuk berbagi cinta kasih. Terutama karena manusia yang tadinya kita benci ternyata hanya korban, bukan aktor dari kerumitan kehidupan. Memarahi korban tidak hanya tak menyembuhkan, tapi juga memperumit jejaring masalah yang sudah rumit. Korban-korban ini sesungguhnya tidak membutuhkan kemarahan kita, mereka lebih membutuhkan kasih sayang (compassion). Makanya, kepada setiap murid meditasi selalu diberikan obat “sayangi, sayangi, sayangi”. Cara ini tidak hanya menyembuhkan orang lain, tapi juga menyembuhkan diri ini.
Dari sini bukan berarti kita harus membongkar jeruji besi LP, membebaskan anak-anak mengunjungi situs pornografi, membiarkan koruptor melanjutkan kejahatannya. Sebaliknya, kita harus merenungkan dalam-dalam bahwa manusia jahat tidak berdiri sendiri. Kemudian mengajak mereka menoleh ke dalam, ke bibit kebajikan yang tersedia di dalam, menyiraminya dengan penerimaan, pengertian, cinta, dan kasih sayang, adalah pekerjaan rumah kita bersama. ●
SUMBER : KORAN TEMPO, 15 Maret 2012
Setelah dihukum beratnya koruptor oleh pengadilan plus disitanya semua harta pribadi menjadi kekayaan negara, banyak yang menyebut hal ini sebagai cahaya optimisme dalam pemberantasan korupsi. Membuat jera koruptor tentu baik, membimbing orang jahat agar baik tentu tidak keliru. Tapi sejarah panjang lembaga pemasyarakatan (LP), lengkap dengan hukumannya yang kejam, sudah dicatat sejarah tidak berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kejahatan. Masyarakat Barat berada jauh di depan dalam hal ini. Hukumnya rapi, aparatnya relatif lebih bersih. Tapi belum pernah terdengar angka kejahatan menurun signifikan. Akibatnya, muncul pertanyaan: tepatkah pendekatan menghukum dalam mengurangi kejahatan?
Sejarah pengetahuan menyimpan banyak pendekatan, sebagian bahkan saling bertentangan. Ia serupa dengan buku suci. Semua buku suci menyimpan kontradiksi. Di satu bagian, buku suci memerintahkan: "cepat minum gula, nanti mati". Di bagian lain, buku suci yang sama berpesan: "jangan minum gula, nanti mati". Yang mengerti kesehatan tahu, perintah pertama berlaku untuk mereka yang kadar gula dalam darahnya masih jauh dari cukup. Perintah kedua untuk manusia sebaliknya. Tugas berikutnya sederhana, apakah kita hidup dalam putaran waktu yang "kebanyakan gula", atau sebaliknya "kekurangan gula"? Dari sini dipetakan, apakah penjahat sebaiknya dihukum sekeras-kerasnya, atau dididik agar menyirami bibit kebajikan dalam diri?
Saluran televisi National Geographic pada 6 Maret 2012 secara indah menyiarkan temuan tentang warrior gene. Persisnya, semacam gen dalam diri manusia yang membuat seseorang demikian berenerginya, sehingga rawan bergabung dengan kelompok geng, bergerombol melakukan kekerasan. Hasilnya mengejutkan, mereka dengan gen jenis ini, bila diperlakukan dengan kekerasan, akan semakin keras. Kesimpulan ini akan semakin jujur terlihat bila kita bertanya ulang, seberapa persen mantan penghuni LP yang bisa dibikin baik setelah mendekam di sana bertahun-tahun? Seberapa banyak yang balik lagi? Membaca pemberitaan media, sebagian penghuni LP tidak hanya melanjutkan kejahatannya di sana, tapi juga malah bikin ricuh di LP. Bila demikian keadaannya, melakukan kekerasan terhadap manusia yang punya gen keras serupa dengan menyiramkan bensin ke api yang sedang terbakar. Jika terus dilakukan, bukan tidak mungkin kita semua akan terbakar!
Ini membawa konsekuensi luas tidak saja dalam mengelola LP, tapi juga bagaimana sebaiknya memperlakukan putra-putri kita di rumah yang bermasalah, bagaimana sekolah sebaiknya "mengorangkan" anak-anak nakal, bagaimana organisasi menyentuh hati pekerja yang suka melawan. Belajar dari sejarah panjang di mana hukuman lebih dekat dengan menyiramkan bensin pada api, mungkin bijaksana merenungkan menyirami bibit kebajikan dalam diri manusia bermasalah.
Perhatikan nama-nama manusia di semua agama. Tidak ada nama dengan konotasi buruk, seperti Injak, Pukul, Bunuh. Di samping itu, semua bayi dibuat oleh sepasang suami-istri yang berpelukan penuh kasih sayang, bukan pukul-pukulan. Semua ibu yang sedang hamil berbicara baik dengan anaknya dalam kandungan. Digabung menjadi satu, semua manusia memiliki bibit kebajikan dalam diri. Cuma, serupa dengan bibit pohon, bila tidak disirami, suatu waktu akan mati. Untuk itulah, sangat penting menemukan sebanyak mungkin cara untuk menyirami bibit kebajikan dalam diri. Merenung di atas sejarah panjang kesembuhan kejiwaan, umumnya manusia di zaman ini hanya mau yang positif, menendang yang negatif. Padahal bagian diri yang ditendang hanya hilang sebentar, dan nanti muncul lagi. Dalam bahasa Freud, masuk ke alam bawah sadar. Dalam terminologi Jung, ia akan menjadi bayangan yang mengikuti. Bila saatnya tiba, yang ditendang tadi akan muncul lagi sebagai gangguan.
Itu sebabnya, Carl Jung--setelah diperkaya filosofi Timur--kemudian belajar tidak serakah dengan hal positif, tidak marah dengan yang negatif. Jung menyebut terapi sebagai the work of reconciliation of opposites. Memadukan dualitas kemudian mengalami kesembuhan. Sebuah pendekatan yang mirip meditasi. Urutan langkahnya sederhana: acceptance, understanding, loving kindness, compassion. Menerima kekurangan sebaik kita menerima kelebihan, itu langkah pertama. Meminjam penemuan seorang guru meditasi: accepting without blaming is the true turning point of healing. Menerima tanpa menyalahkan adalah titik balik kesembuhan. Krusial dalam hal ini, bagaimana sebaiknya menerima manusia bermasalah sekaligus mengajak mereka menerima kekurangan hidupnya. Cahaya penerimaan lebih mudah dihidupkan bila dibangun di atas pengertian bahwa kejahatan tidak berdiri sendiri. Ada jejaring rumit berupa peradaban yang semakin gelap, keteladanan buruk elite, ketidakdewasaan orang tua, guru bermasalah, pemberitaan yang berisi terlalu banyak keburukan, lembaga agama yang mengalami krisis karisma.
Begitu sampai di tahap ini, kemudian kemarahan terhadap manusia bermasalah digantikan kerinduan untuk berbagi cinta kasih. Terutama karena manusia yang tadinya kita benci ternyata hanya korban, bukan aktor dari kerumitan kehidupan. Memarahi korban tidak hanya tak menyembuhkan, tapi juga memperumit jejaring masalah yang sudah rumit. Korban-korban ini sesungguhnya tidak membutuhkan kemarahan kita, mereka lebih membutuhkan kasih sayang (compassion). Makanya, kepada setiap murid meditasi selalu diberikan obat “sayangi, sayangi, sayangi”. Cara ini tidak hanya menyembuhkan orang lain, tapi juga menyembuhkan diri ini.
Dari sini bukan berarti kita harus membongkar jeruji besi LP, membebaskan anak-anak mengunjungi situs pornografi, membiarkan koruptor melanjutkan kejahatannya. Sebaliknya, kita harus merenungkan dalam-dalam bahwa manusia jahat tidak berdiri sendiri. Kemudian mengajak mereka menoleh ke dalam, ke bibit kebajikan yang tersedia di dalam, menyiraminya dengan penerimaan, pengertian, cinta, dan kasih sayang, adalah pekerjaan rumah kita bersama. ●
Mentari dari Bali
Gede Prama, Penulis Buku Simfoni di Dalam Diri: Mengolah Kemarahan Menjadi Keteduhan; Fasilitator Meditasi di Bali Utara
SUMBER : MEDIA INDONESIA, 24 Maret 2012
ENTAH mana yang benar, sejarah membuat tokoh atau tokoh membuat sejarah. Yang jelas, sulit mengingkari kita hidup di putaran waktu yang mengalami kelangkaan tokoh. Di negeri Barack Obama yang lama menjadi teladan demokrasi, sudah mulai ada orang yang berteriak ‘bohong’ saat presiden berpidato. Di Eropa, sejarah pemimpinnya mulai dinodai hal-hal tidak beradab seperti pemimpin dilempar dengan sepatu. Kita di Indonesia serupa, oleh media dan kritikus pemimpin senantiasa duduk di kursi yang disalahkan.
Bali yang ditulis sejumlah penulis Barat dengan bahasa puitis, seperti morning of the world, juga tidak ketinggalan. Pentas media dan politik berisi terlalu banyak perseteruan. Ciri dominannya cuma satu, semua mengaku benar, semua mau didengar.
Bila digabung menjadi satu, riuh sekaligus kisruhlah kehidupan. Itu tanpa memberikan ruang sedikit pun untuk berpikir jernih, tanpa memberikan tempat bagi keheningan untuk lewat kendati hanya sebentar. Ciri khas zaman ini ialah sangat langka ada manusia yang menyediakan diri untuk menjadi listening warrior. Menyediakan diri untuk mendengar tidak saja dengan telinga, tetapi juga dengan cinta. Tidak saja sepi, tetapi juga penuh empati. Kemudian merangkai serpihan-serpihan kebenaran yang berantakan khususnya oleh politik, serta mewartakan ke publik bahwa apa yang kita ributkan membuat manusia menjauh dari kejernihan dan jalan keluar.
Lebih dari itu, di zaman yang marak dengan bunuh diri dan tsunami ini, berlaku rumus sederhana: listening is nourishing. Saat mendengar, kita ikut menghidupi dan menyembuhkan banyak jiwa.
Dalam konteks listening warrior itulah Hari Raya Nyepi jadi relevan. Bagi anak muda yang masih teramat lapar akan kesuksesan dan progress, keheningan kerap disebut membuang kesempatan. Namun, setiap jiwa yang sudah tumbuh dewasa secara spiritual berpelukan lembut dengan tubuh kosmis (baca: istirahat dalam keheningan) serupa menghirup udara segar. Itu tidak hanya memperpanjang umur, tetapi juga berjumpa dengan wajah kehidupan yang semakin menyatu dari hari ke hari. Menyatu dengan alam, menyatu dengan semua ciptaan, menyatu dengan Tuhan. Tetua Bali menyebutnya tri hita karana.
Siapa yang berani menyelam ke kedalaman kehidupan seperti ini, kolam kehidupan yang tadinya keruh kemudian terang-benderang terlihat. Ternyata dari zaman lahirnya nabi sampai zaman kini, kehidupan senantiasa dialektis. Itu serupa manusia yang membangun rumah kemudian dihancurkan rayap, di mana ada orang membangun, di sana ada kekuatan lain yang menghancurkan. Di mana lahir kesucian, di sana juga lahir kekotoran.
Bila manusia biasa dibuat kisruh oleh pola dialektis kehidupan seperti ini, para suci duduk rapi di atas pertentangan dan dualitas, menyaksikannya kemudian memutar roda kasih sayang. Hadirnya rayap yang menghancurkan rumah (baca: hadirnya penggoda di setiap zaman) bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Sebaliknya, itu membuat kehidupan menjadi semakin halus dan semakin halus . Serupa Mahatma Gandhi yang halus karena hadirnya penjajah Inggris, mirip Nelson Mandela yang lembut karena dipenjara 27 tahun. Mirip Muhammad Junus yang peka karena tumbuh di tengah kemiskinan Bangladesh.
Amerika memang putaran waktunya sedang turun, Eropa memang sedang dibelit krisis, Indonesia memang sedang menata ulang dirinya. Semuanya hanya manifestasi dari hukum dialektis yang sama. Ke mana pun siklus kehidupan sedang berjalan, peradaban memerlukan listening warrior. Yang bisa hening di tengah keramaian, mendengar tidak saja dengan telinga, mengumpulkan dan merangkai serpihan-serpihan kebenaran, kemudian mewartakan kepada pemimpin khususnya.
Pemimpin bukan ditakdirkan sebagai bagian dari pertentangan, melainkan diharapkan duduk rapi di atas pertentangan, melihatnya secara jernih, kemudian memutar roda keputusan hanya dengan kasih sayang. Di samping itu, dengan keheningan yang sempurna, listening warrior juga ikut mengirim vibrasi kesembuhan ke tubuh kosmis yang banyak luka sebagaimana ditunjukkan banyaknya tsunami, banjir, dan bunuh diri.
Dengan demikian, Nyepi bukan hanya berwajah penghematan energi, pengurangan emisi, memperkecil kemungkinan pemanasan global, melainkan juga menjadi momen kontemplasi yang memungkinkan manusia keluar dari kolam kehidupan yang kisruh oleh kepentingan dan kekuasaan. Itu kemudian mengizinkan ketenangan, kesejukan, dan kedamaian memberikan ruang bagi lahirnya kejernihan.
Bila listening warrior lahir, benar seperti ditulis pemenang hadiah nobel sastra Rabindranath Tagore yang sepulang dari kunjungan ke Bali kemudian menyebut Bali sebagai morning of the world. Mentari pagi dari Bali untuk Bumi, mentari keheningan yang mengetuk pintu hati banyak manusia untuk mendengar karena teramat langka manusia di zaman ini yang mau mendengar. Kendati telinga manusia dua kali lebih banyak daripada mulut, manusia tetap memerlukan perjuangan keras di zaman ini untuk bisa mendengar. Padahal, hanya di kedalaman pendengaran manusia bisa terhubung dengan tubuh kosmis, mengalami kebersatuan, kemudian bisa merasakan tidak hanya setiap tempat menjadi rumah (home), setiap waktu menjadi home, tapi juga setiap keadaan batin juga home (every state of mind is home).
Coba perhatikan sebagian peninggalan tetua Bali. Di kepala Pulau Bali, nama desanya Kubutambahan. Kubu berarti rumah, tambah berarti positif. Artinya, rumah manusia-manusia yang berpikir positif.
Di kaki Pulau Bali, tempat matahari terbit indah sekali memeluk puncak Gunung Agung, desanya bernama Sanur. Sa artinya satu, nur artinya cahaya. Ringkasnya berarti cahaya yang satu. Sebuah tempat yang amat terkenal ke seluruh dunia bisa menyembuhkan banyak manusia bernama Ubud, berarti ubad alias obat. Lokasinya di Bali Tengah.
Bila digabung menjadi satu, isilah kepala dengan hal-hal positif, langkahkan kaki diterangi cahaya yang satu. Kesembuhan pun bisa muncul kemudian.
Caranya, selalu hindari hal-hal ekstrem, istirahatlah di jalan tengah. Dari situ mungkin tangan-tangan pemimpin yang bergandengan dengan semuanya baru bisa hadir, kemudian membuat gerak kehidupan sebagai perjalanan pulang. Sekaligus, bersamasama kita sembuhkan tubuh kosmis yang sedang luka di mana-mana. Besok pagi di Hari Nyepi, matahari pemahaman seperti inilah yang terbit dari Bali. Selamat Hari Raya Nyepi. Semoga semua makhluk berbahagia. ●
SUMBER : MEDIA INDONESIA, 24 Maret 2012
ENTAH mana yang benar, sejarah membuat tokoh atau tokoh membuat sejarah. Yang jelas, sulit mengingkari kita hidup di putaran waktu yang mengalami kelangkaan tokoh. Di negeri Barack Obama yang lama menjadi teladan demokrasi, sudah mulai ada orang yang berteriak ‘bohong’ saat presiden berpidato. Di Eropa, sejarah pemimpinnya mulai dinodai hal-hal tidak beradab seperti pemimpin dilempar dengan sepatu. Kita di Indonesia serupa, oleh media dan kritikus pemimpin senantiasa duduk di kursi yang disalahkan.
Bali yang ditulis sejumlah penulis Barat dengan bahasa puitis, seperti morning of the world, juga tidak ketinggalan. Pentas media dan politik berisi terlalu banyak perseteruan. Ciri dominannya cuma satu, semua mengaku benar, semua mau didengar.
Bila digabung menjadi satu, riuh sekaligus kisruhlah kehidupan. Itu tanpa memberikan ruang sedikit pun untuk berpikir jernih, tanpa memberikan tempat bagi keheningan untuk lewat kendati hanya sebentar. Ciri khas zaman ini ialah sangat langka ada manusia yang menyediakan diri untuk menjadi listening warrior. Menyediakan diri untuk mendengar tidak saja dengan telinga, tetapi juga dengan cinta. Tidak saja sepi, tetapi juga penuh empati. Kemudian merangkai serpihan-serpihan kebenaran yang berantakan khususnya oleh politik, serta mewartakan ke publik bahwa apa yang kita ributkan membuat manusia menjauh dari kejernihan dan jalan keluar.
Lebih dari itu, di zaman yang marak dengan bunuh diri dan tsunami ini, berlaku rumus sederhana: listening is nourishing. Saat mendengar, kita ikut menghidupi dan menyembuhkan banyak jiwa.
Dalam konteks listening warrior itulah Hari Raya Nyepi jadi relevan. Bagi anak muda yang masih teramat lapar akan kesuksesan dan progress, keheningan kerap disebut membuang kesempatan. Namun, setiap jiwa yang sudah tumbuh dewasa secara spiritual berpelukan lembut dengan tubuh kosmis (baca: istirahat dalam keheningan) serupa menghirup udara segar. Itu tidak hanya memperpanjang umur, tetapi juga berjumpa dengan wajah kehidupan yang semakin menyatu dari hari ke hari. Menyatu dengan alam, menyatu dengan semua ciptaan, menyatu dengan Tuhan. Tetua Bali menyebutnya tri hita karana.
Siapa yang berani menyelam ke kedalaman kehidupan seperti ini, kolam kehidupan yang tadinya keruh kemudian terang-benderang terlihat. Ternyata dari zaman lahirnya nabi sampai zaman kini, kehidupan senantiasa dialektis. Itu serupa manusia yang membangun rumah kemudian dihancurkan rayap, di mana ada orang membangun, di sana ada kekuatan lain yang menghancurkan. Di mana lahir kesucian, di sana juga lahir kekotoran.
Bila manusia biasa dibuat kisruh oleh pola dialektis kehidupan seperti ini, para suci duduk rapi di atas pertentangan dan dualitas, menyaksikannya kemudian memutar roda kasih sayang. Hadirnya rayap yang menghancurkan rumah (baca: hadirnya penggoda di setiap zaman) bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Sebaliknya, itu membuat kehidupan menjadi semakin halus dan semakin halus . Serupa Mahatma Gandhi yang halus karena hadirnya penjajah Inggris, mirip Nelson Mandela yang lembut karena dipenjara 27 tahun. Mirip Muhammad Junus yang peka karena tumbuh di tengah kemiskinan Bangladesh.
Amerika memang putaran waktunya sedang turun, Eropa memang sedang dibelit krisis, Indonesia memang sedang menata ulang dirinya. Semuanya hanya manifestasi dari hukum dialektis yang sama. Ke mana pun siklus kehidupan sedang berjalan, peradaban memerlukan listening warrior. Yang bisa hening di tengah keramaian, mendengar tidak saja dengan telinga, mengumpulkan dan merangkai serpihan-serpihan kebenaran, kemudian mewartakan kepada pemimpin khususnya.
Pemimpin bukan ditakdirkan sebagai bagian dari pertentangan, melainkan diharapkan duduk rapi di atas pertentangan, melihatnya secara jernih, kemudian memutar roda keputusan hanya dengan kasih sayang. Di samping itu, dengan keheningan yang sempurna, listening warrior juga ikut mengirim vibrasi kesembuhan ke tubuh kosmis yang banyak luka sebagaimana ditunjukkan banyaknya tsunami, banjir, dan bunuh diri.
Dengan demikian, Nyepi bukan hanya berwajah penghematan energi, pengurangan emisi, memperkecil kemungkinan pemanasan global, melainkan juga menjadi momen kontemplasi yang memungkinkan manusia keluar dari kolam kehidupan yang kisruh oleh kepentingan dan kekuasaan. Itu kemudian mengizinkan ketenangan, kesejukan, dan kedamaian memberikan ruang bagi lahirnya kejernihan.
Bila listening warrior lahir, benar seperti ditulis pemenang hadiah nobel sastra Rabindranath Tagore yang sepulang dari kunjungan ke Bali kemudian menyebut Bali sebagai morning of the world. Mentari pagi dari Bali untuk Bumi, mentari keheningan yang mengetuk pintu hati banyak manusia untuk mendengar karena teramat langka manusia di zaman ini yang mau mendengar. Kendati telinga manusia dua kali lebih banyak daripada mulut, manusia tetap memerlukan perjuangan keras di zaman ini untuk bisa mendengar. Padahal, hanya di kedalaman pendengaran manusia bisa terhubung dengan tubuh kosmis, mengalami kebersatuan, kemudian bisa merasakan tidak hanya setiap tempat menjadi rumah (home), setiap waktu menjadi home, tapi juga setiap keadaan batin juga home (every state of mind is home).
Coba perhatikan sebagian peninggalan tetua Bali. Di kepala Pulau Bali, nama desanya Kubutambahan. Kubu berarti rumah, tambah berarti positif. Artinya, rumah manusia-manusia yang berpikir positif.
Di kaki Pulau Bali, tempat matahari terbit indah sekali memeluk puncak Gunung Agung, desanya bernama Sanur. Sa artinya satu, nur artinya cahaya. Ringkasnya berarti cahaya yang satu. Sebuah tempat yang amat terkenal ke seluruh dunia bisa menyembuhkan banyak manusia bernama Ubud, berarti ubad alias obat. Lokasinya di Bali Tengah.
Bila digabung menjadi satu, isilah kepala dengan hal-hal positif, langkahkan kaki diterangi cahaya yang satu. Kesembuhan pun bisa muncul kemudian.
Caranya, selalu hindari hal-hal ekstrem, istirahatlah di jalan tengah. Dari situ mungkin tangan-tangan pemimpin yang bergandengan dengan semuanya baru bisa hadir, kemudian membuat gerak kehidupan sebagai perjalanan pulang. Sekaligus, bersamasama kita sembuhkan tubuh kosmis yang sedang luka di mana-mana. Besok pagi di Hari Nyepi, matahari pemahaman seperti inilah yang terbit dari Bali. Selamat Hari Raya Nyepi. Semoga semua makhluk berbahagia. ●
Mendengarkan juga Membahagiakan
Gede Prama, Penulis Buku Simfoni di Dalam Diri , Fasilitator Meditasi di Bali Utara
SUMBER : KORAN TEMPO, 28 April 2012
Jiwa yang berlubang, itu ciri dominan kehidupan manusia kekinian. Perhatikan, semua mengaku benar, semua ingin didengar. Ini yang berada di balik kekisruhan seperti ditolaknya kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi, pemerintah selalu disalahkan. Hakim berdemonstrasi meminta kenaikan gaji. Sebuah media lokal di Sulawesi Selatan menuliskan judul beritanya di halaman pertama begini: "70% APBD untuk Gaji". Bila demikian, untuk memperbaiki jalan, prasarana pendidikan, merawat rakyat telantar, sisa berapa?
Jika boleh jujur, kecenderungan serupa terjadi di semua belahan dunia. Wanita yang stres berat (jiwanya berlubang) kemudian mencoba menutupi lubang jiwanya dengan pergi ke dunia gemerlap. Hasilnya, lubangnya bukan ditutupi, malah ia diperkosa (dilubangi dengan lubang jiwa yang lebih besar). Pria tidak puas dengan istri, kemudian mencoba menutupi lubangnya dengan pergi ke pekerja seks. Hasilnya lebih menakutkan, tidak hanya muncul lubang jiwa baru yang lebih besar, nyawanya terancam AIDS/HIV. Pelajarannya, kebanyakan manusia mencari penutup lubang jiwanya di luar dan akhirnya kecewa.
Masyarakat dan pemerintah sesungguhnya didesain untuk menutupi lubang jiwa, seperti ketidakpuasan dan kemarahan. Tapi karena banyak elite yang masuk ke sektor publik diawali dengan niat mau menutupi lubang jiwanya (baca: mau cepat kaya, cepat berkuasa, dan motif diri sendiri lainnya), bukan mau menutupi lubang jiwa orang lain melalui pelayanan, akhirnya yang terjadi pemerintah malah menciptakan lubang baru yang memicu kemarahan.
Di titik inilah kita memerlukan banyak caregivers (manusia peduli) demi mengimbangi kecenderungan masyarakat yang ditandai oleh semakin derasnya energi untuk saling melubangi. Titik berangkatnya bisa dimulai dengan merenungkan ulang kebiasaan tua bahwa penutup lubangnya ada di luar. Guru meditasi Pema Chodron adalah sebuah lentera. Tatkala pelayanannya kepada suami selama 20 tahun harus berujung pada perceraian, ia tidak mencari penutup lubangnya lewat narkoba, apalagi bunuh diri, melainkan menutupi lubang jiwanya melalui meditasi. Dan ternyata benar, meditasi, di samping bisa menutupi lubang jiwanya, bisa membawa Pema Chodron pada kesimpulan terindah tentang kehidupan: "You are perfect as you are". Inilah tanda jiwa yang sudah tidak berlubang, semua sempurna apa adanya.
Ia serupa cerita sekolah binatang. Suatu hari binatang mendirikan sekolah. Pelajaran berenang dibimbing oleh ikan. Mata kuliah terbang, gurunya burung. Kursus berlari, instrukturnya serigala. Setelah beberapa lama, sekolahnya dibubarkan. Ternyata burung sempurna menjadi burung, ikan sempurna menjadi ikan, serigala sempurna menjadi serigala. Lubang jiwa muncul saat serigala memaksa berenang sebagus ikan, tatkala ikan memperkosa dirinya agar bisa berlari sekencang serigala. Meminjam rumus sederhana Shinzen Young dalam The Science of Enlightenment, penderitaan adalah rasa sakit dikalikan dengan penolakan. Dan meditasi berkonsentrasi pada menolkan penolakan. Bila penolakannya nol, maka penderitaan juga nol.
Dalam langkah praktis, meditasi serupa menatap aliran air sungai. Kehidupan keseharian persis sama dengan barang-barang yang hanyut di sungai. Sampah, dedaunan, semuanya hanya datang dan pergi. Penderitaan (lubang jiwa) muncul saat manusia dibawa hanyut oleh "sampah-sampah" kehidupan yang tidak kekal. Berharap agar kebahagiaan kekal selamanya, berdoa agar kesedihan lenyap selamanya. Padahal semuanya datang dan pergi. Istirahat dalam meditasi terjadi saat seseorang berkonsentrasi hanya pada melihat aliran air. Sekaligus memeluk secara alamiah--tanpa perlu menghentikan, tanpa perlu hanyut--semua mengalir apa adanya. Inilah istirahat yang sesungguhnya.
Serupa langit yang tidak bisa dipisahkan dari warna biru, manusia yang sudah istirahat dalam meditasi tidak bisa dipisahkan dari kerinduan berbagi kasih sayang. Dalam perspektif ini, bisa dimaklumi bila ada yang menitipkan pesan: "listening is nourishing". Saat mendengar, sesungguhnya kita sedang menghidupi banyak jiwa yang lapar. Ada yang berbisik: "listening is fine tuning". Tatkala mendengar seseorang sedang terhubung dengan diri yang lebih tinggi, kemudian rindu berbagi. Ada yang menemukan resep "the healing power of being deeply heard". Mendengarkan secara mendalam membuat seseorang bisa menyembuhkan.
Digabung menjadi satu, bila ada manusia yang bisa menemukan kedamaian dengan mendengar, maka tatanan kosmik akan lebih seimbang. Sebagian manusia memang mengaku selalu benar, meminta selalu didengar, mencari penutup lubang jiwa di luar, tapi mesti ada yang menjaga keseimbangan kosmik melalui listening in the service of wholeness. Mendengar sebagai pelayanan pada tatanan kosmik yang holistik. Dengan cara ini, bukan hanya diri ini sembuh, tatanan kosmik yang lama terluka oleh keterpisahan juga tersembuhkan.
Dalam tataran kesembuhan seperti ini (the ultimate healing), kesembuhan adalah terhubung rapinya tubuh ini dengan tubuh-tubuh yang lain. Lubang jiwa orang adalah lubang jiwa kita juga, kesembuhan orang adalah kesembuhan kita juga. Dan jembatan yang bisa menghubungkan keterpisahan ini bernama mendengar. Mungkin itu sebabnya, mistikus Kabir pernah bergumam: "When I silenced my mouth, sat very still, and fixed my mind at the doorway of the Lord, I soon was linked to the music of the word. And all my talking came to an end. " Tatkala mulut terkunci rapi, duduk bersahabatkan keheningan, memusatkan batin hanya pada sang Jalan, kehidupan kemudian berubah menjadi nyanyian. Dan semua suara serta doa tenggelam dalam kesempurnaan keheningan. Di Timur, tatkala kesempurnaan keheningan dipeluk lembut oleh kesempurnaan kasih sayang, ia disebut praktek Avalokiteshvara. Sederhananya, bunga spiritual baru belajar mekar saat seseorang berevolusi dari bahagia karena didengar menuju bahagia karena mendengar. Kemudian ikut mengurangi penderitaan dunia. ●
SUMBER : KORAN TEMPO, 28 April 2012
Jiwa yang berlubang, itu ciri dominan kehidupan manusia kekinian. Perhatikan, semua mengaku benar, semua ingin didengar. Ini yang berada di balik kekisruhan seperti ditolaknya kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi, pemerintah selalu disalahkan. Hakim berdemonstrasi meminta kenaikan gaji. Sebuah media lokal di Sulawesi Selatan menuliskan judul beritanya di halaman pertama begini: "70% APBD untuk Gaji". Bila demikian, untuk memperbaiki jalan, prasarana pendidikan, merawat rakyat telantar, sisa berapa?
Jika boleh jujur, kecenderungan serupa terjadi di semua belahan dunia. Wanita yang stres berat (jiwanya berlubang) kemudian mencoba menutupi lubang jiwanya dengan pergi ke dunia gemerlap. Hasilnya, lubangnya bukan ditutupi, malah ia diperkosa (dilubangi dengan lubang jiwa yang lebih besar). Pria tidak puas dengan istri, kemudian mencoba menutupi lubangnya dengan pergi ke pekerja seks. Hasilnya lebih menakutkan, tidak hanya muncul lubang jiwa baru yang lebih besar, nyawanya terancam AIDS/HIV. Pelajarannya, kebanyakan manusia mencari penutup lubang jiwanya di luar dan akhirnya kecewa.
Masyarakat dan pemerintah sesungguhnya didesain untuk menutupi lubang jiwa, seperti ketidakpuasan dan kemarahan. Tapi karena banyak elite yang masuk ke sektor publik diawali dengan niat mau menutupi lubang jiwanya (baca: mau cepat kaya, cepat berkuasa, dan motif diri sendiri lainnya), bukan mau menutupi lubang jiwa orang lain melalui pelayanan, akhirnya yang terjadi pemerintah malah menciptakan lubang baru yang memicu kemarahan.
Di titik inilah kita memerlukan banyak caregivers (manusia peduli) demi mengimbangi kecenderungan masyarakat yang ditandai oleh semakin derasnya energi untuk saling melubangi. Titik berangkatnya bisa dimulai dengan merenungkan ulang kebiasaan tua bahwa penutup lubangnya ada di luar. Guru meditasi Pema Chodron adalah sebuah lentera. Tatkala pelayanannya kepada suami selama 20 tahun harus berujung pada perceraian, ia tidak mencari penutup lubangnya lewat narkoba, apalagi bunuh diri, melainkan menutupi lubang jiwanya melalui meditasi. Dan ternyata benar, meditasi, di samping bisa menutupi lubang jiwanya, bisa membawa Pema Chodron pada kesimpulan terindah tentang kehidupan: "You are perfect as you are". Inilah tanda jiwa yang sudah tidak berlubang, semua sempurna apa adanya.
Ia serupa cerita sekolah binatang. Suatu hari binatang mendirikan sekolah. Pelajaran berenang dibimbing oleh ikan. Mata kuliah terbang, gurunya burung. Kursus berlari, instrukturnya serigala. Setelah beberapa lama, sekolahnya dibubarkan. Ternyata burung sempurna menjadi burung, ikan sempurna menjadi ikan, serigala sempurna menjadi serigala. Lubang jiwa muncul saat serigala memaksa berenang sebagus ikan, tatkala ikan memperkosa dirinya agar bisa berlari sekencang serigala. Meminjam rumus sederhana Shinzen Young dalam The Science of Enlightenment, penderitaan adalah rasa sakit dikalikan dengan penolakan. Dan meditasi berkonsentrasi pada menolkan penolakan. Bila penolakannya nol, maka penderitaan juga nol.
Dalam langkah praktis, meditasi serupa menatap aliran air sungai. Kehidupan keseharian persis sama dengan barang-barang yang hanyut di sungai. Sampah, dedaunan, semuanya hanya datang dan pergi. Penderitaan (lubang jiwa) muncul saat manusia dibawa hanyut oleh "sampah-sampah" kehidupan yang tidak kekal. Berharap agar kebahagiaan kekal selamanya, berdoa agar kesedihan lenyap selamanya. Padahal semuanya datang dan pergi. Istirahat dalam meditasi terjadi saat seseorang berkonsentrasi hanya pada melihat aliran air. Sekaligus memeluk secara alamiah--tanpa perlu menghentikan, tanpa perlu hanyut--semua mengalir apa adanya. Inilah istirahat yang sesungguhnya.
Serupa langit yang tidak bisa dipisahkan dari warna biru, manusia yang sudah istirahat dalam meditasi tidak bisa dipisahkan dari kerinduan berbagi kasih sayang. Dalam perspektif ini, bisa dimaklumi bila ada yang menitipkan pesan: "listening is nourishing". Saat mendengar, sesungguhnya kita sedang menghidupi banyak jiwa yang lapar. Ada yang berbisik: "listening is fine tuning". Tatkala mendengar seseorang sedang terhubung dengan diri yang lebih tinggi, kemudian rindu berbagi. Ada yang menemukan resep "the healing power of being deeply heard". Mendengarkan secara mendalam membuat seseorang bisa menyembuhkan.
Digabung menjadi satu, bila ada manusia yang bisa menemukan kedamaian dengan mendengar, maka tatanan kosmik akan lebih seimbang. Sebagian manusia memang mengaku selalu benar, meminta selalu didengar, mencari penutup lubang jiwa di luar, tapi mesti ada yang menjaga keseimbangan kosmik melalui listening in the service of wholeness. Mendengar sebagai pelayanan pada tatanan kosmik yang holistik. Dengan cara ini, bukan hanya diri ini sembuh, tatanan kosmik yang lama terluka oleh keterpisahan juga tersembuhkan.
Dalam tataran kesembuhan seperti ini (the ultimate healing), kesembuhan adalah terhubung rapinya tubuh ini dengan tubuh-tubuh yang lain. Lubang jiwa orang adalah lubang jiwa kita juga, kesembuhan orang adalah kesembuhan kita juga. Dan jembatan yang bisa menghubungkan keterpisahan ini bernama mendengar. Mungkin itu sebabnya, mistikus Kabir pernah bergumam: "When I silenced my mouth, sat very still, and fixed my mind at the doorway of the Lord, I soon was linked to the music of the word. And all my talking came to an end. " Tatkala mulut terkunci rapi, duduk bersahabatkan keheningan, memusatkan batin hanya pada sang Jalan, kehidupan kemudian berubah menjadi nyanyian. Dan semua suara serta doa tenggelam dalam kesempurnaan keheningan. Di Timur, tatkala kesempurnaan keheningan dipeluk lembut oleh kesempurnaan kasih sayang, ia disebut praktek Avalokiteshvara. Sederhananya, bunga spiritual baru belajar mekar saat seseorang berevolusi dari bahagia karena didengar menuju bahagia karena mendengar. Kemudian ikut mengurangi penderitaan dunia. ●
Ujian dan Krisis Humanisme
Mudji Sutrisno; Budayawan, Guru Besar STF Driyarkara dan Universitas Indonesia
SUMBER : SINDO, 04 Mei 2012
Humanisme semenjak tampilnya dalam sejarah peradaban untuk menjunjung tinggi kemanusiaan selalu saja menemui tantangan.Tantangan utamanya adalah bentuk-bentuk sistem sosial dan politik yang mau mengobjekkan, menjadikan manusia bukan lagi sebagai subjek dalam hidup bersama.
Atau menjamurnya alasanalasan ideologis yang atas nama keyakinan atau mazhab pikiran maju ujung-ujungnya menaruh manusia hanya sebagai “alat”, instrumen, bahkan sarana untuk mencapai tujuan-tujuan si pemegang ideologi itu sendiri. Tantangan berikutnya muncul manakala pikiran atau paham humanisme oleh lawannya dianggap terlalu “sekuler” dalam arti nirnilai religius,melulu nilai manusiawi sehingga mau dipaksa diganti dengan paham “humanisme religius” yang didasarkan dan diacukan pada alasan mengapa manusia berharga?
Karena ia wakil Allah atau gambar citra Allah dan ciptaan agung-Nya.Kehendak ini positif sejauh tidak terseret lalu meniadakan humanisme sekuler yang tetap terbuka berdialog serta mendasarkan dirinya pada posisi “manusia” sebagai manusia itu saja (baca: tanpa harus diembelembeli dan ditempeli alasan-alasan ideologis religius) dan tetaplah wajib serta harus dihormati (secara moral).
Dalam perjalanan peradaban itulah sesungguhnya terjadi “perang tanding” antara mereka yang setelah memegang “kekuasaan” sebagai rezim yang mengatur hidup bersama dalam sistem politik mau “mengelupas” ingatan atau memori kejahatan kemanusiaan dari sejarah sebuah bangsa dan peradabannya.
Karena merekalah pelaku kejahatan kemanusiaan itu sendiri dan berusaha menjadikan “lupa sejarah” sebagai program yang melupakan para korban, di satu pihak. Adapun di pihak lain, humanisme perjuangan kemanusiaan terus bangkit melawan “lupa”dan terus sadar diri bahwa tidak ada sebuah bangsa yang sehat dalam maju ke depan tanpa memberi keadilan pada pelaku-pelaku kejahatan kemanusiaan.
Dan baru setelah keadilan ditegakkan, rekonsiliasi mendapatkan ranah tumbuhnya untuk membangun lagi kemanusiaan yang saling hormat menghormati sesama manusia. Mengapa humanisme senantiasa mengalami ujiannya? Jawabnya ada pada soal bagaimana relasi kekuasaan dihayati. Artinya, “kekuasaan” sebagai potensi untuk mengatur orang lain dan kemampuan untuk mengemudikan sesama dalam sistem atau kemampuan individu itulah harus diperiksai dan dicermati bagaimana pelaksanaannya: humanis atau dehumaniskah?
Pada ranah kuasa inilah batu uji humanisme terlaksana. Dalam ranah hubungan atau relasi dengan sesama manusia secara “kuasa politis”, ekonomis, sosial, kultural inilah yang jadi pertaruhan dalam humanisme harus diukur. Ada tiga nilai pokok dalam humanisme. Pertama, menjunjung “anugerah Tuhan” pada akal budinya (rasionalitas). Kedua,kebebasan kehendak (libertas). Ketiga, keindividuan atau pribadinya sebagai subjek yang otonom atau mandiri (auto= sendiri dan nomos=putusan nurani sebagai norma).
Krisis Humanisme
Dalam perjalanan sejarah peradaban, krisis dan tantangan pertama terhadap humanisme berada di lapisan pertanyaan epistemik, yaitu pada ketika akal sehat manusia dan otonomi kehendak bebasnya sebagai individu pelaku sejarah dihadapkan pada kekerasan bom-bom yang dirancang oleh akal budi secara dingin untuk membunuh sesamanya.
Bagaimana ini mungkin secara rasional? Konstruksi politik kekuasaan yang dirancang sistematis logis dalam Perang Dunia I dan II yang membunuh sesama manusia, bagaimana bisa diterangkan secara akal budi? Oleh karena itulah Thomas Hobbes menyatakan bahwa biangnya ialah ranah relasi kuasa antarmanusia, yaitu Homo Homini Lupus, manusia adalah serigala bagi sesamanya yang mau saling mengerkah bila hasrat liar kuasa itu tidak diatur.
Ini pulalah yang oleh filsuf Indonesia diberi jalan keluar ranah relasi sosial yang humanis oleh (alm) Drijarkara dengan ajakan membangun hidup bersama sebagai sesama sahabat atau rekan (Homo Homini Socius). Tantangan atau ujian krisis pada humanisme yang kedua berada di lapisan eksistensial, menyangkut alasan dasar manusia berada di dunia dan hidup ini.Apa itu? Ternyata berhadapan dengan persoalan dasar tata kosmos sebagai tempat hidupnya dan eksistensi umat manusia, yang seharusnya dijaga, dirawat agar anak cucu bisa terus hidup di bumi ini.
Namun mengapa dirusak, dihancurkan? Humanisme rasional liberal dengan “kelihaian rasionalisasi visi dan sentralisasi manipulasi modal kapital” dengan sadar tega menguasai seluruh sumber-sumber alam hingga menghancurkan ekologi dan merusak tempat tinggal anak-anak manusia. Krisis yang ketiga berada pada lapisan “komunikasi antar manusia”. Dahulu dipromosikan gegap gempita oleh humanisme rasionalis bahwa proses bahasa merupakan komunikasi manusia-manusia rasional yangmengekspresikan kejujuran.
Mengapa ada krisis di sini? Karena kini makna kata dan bahasa mulai dari wacana, tulisan, visual, makna hingga arti kebenarannya serta isinya ditentukan oleh mereka yang mempunyai kuasa membuat, menafsir,dan mengomunikasikan bahasa dalam monopoli tafsiran. Tidak hanya itu, dengan kapitalnya mereka menguasai pusat-pusat pendidikan komunikasi “hanya demi pemenangan kepentingan penguasa” dan bukan demi pencerahan sebagai nilai peradaban manusia.
Pada lapisan yang ketiga inilah lapisan “teks” serta tafsir “konteks(tual)”, krisis, dan ujian terhadap humanisme menjadi semakin tajam. Karena tidak terjadi komunikasi antara manusia yang setara dalam memberi makna secara bersama- sama mengenai “hidup bersama”. Secara logis akal sehat, pertanyaan berikut yang menyusul adalah: sedang “mati lemaskah” humanisme berhadapan dengan tiga gugatan lapisanlapisan di atas?
Humanisme Baru
Di balik tantangan dan pertanyaan kritis atas krisis humanisme di atas, sebenarnya, yang krisis itu teks besar humanisme yang berpretensi mau menyelesaikan rumit ruwetnya persoalan kemanusiaan dalam skala semesta universal. Sementara di teks-teks kecil dengan keragaman kebijaksanaan hidup “lokal”— dalam ungkapan kisah-kisah life wisdom pepatah, peribahasa, kisah rakyat jelata, tradisi lisan, tulisan dan rupa-rupa saga, dongeng yang sarat petunjuk hidup bijaksana untuk manusia dengan alamnya, dengan sesama, dengan Yang Suci—di lapisan-lapisan ini sesungguhnya tidak pernah krisis.
Bila yang mendapatkan ujian ada di penafsiran teks besar, maka jawaban solusinya harus dicari pada penghayatan induktif sehari-hari di ranah day by day life wisdom. Munculnya kembali penghidupan dan “revitalisasi” pikiran- pikiran bijak, kearifan-kearifan ajaran hidup bijaksana yang akrab alam, akrab sesama, dan akrab bumi dari berbagai aneka anak bangsa dengan oase-oase kulturalnya mampu mewujudkan “humanisme baru” pascaujian dan tantangan. Ada tiga ciri humanisme baru ini.
Pertama, dalam berhadapan dan berada di struktur relasi kekuasaan ekonomis kapital dan politis yang mau menghimpitnya, humanisme baru menapaki jalan kultural. Artinya, saat ekonomisasi menghargai orang secara ekstremnya hanya sebagai alat dan hanya dengan nilai uang, maka muncul perjuangan pemberontakan kultural pemanusiawian kembali melalui identitas kultural untuk sebuah kehidupan bersama yang lebih manusiawi dengan pencarian identitas ragam budaya yang dikenal sebagai “multikulturalisme”.
Kedua, ada pada perjuangannya mengenai visi pemuliaan manusia dengan harkat dan nilainya, tetapi sudah mengoreksi diri tak hanya memutlakkan rasionalitas dan libertasnya saja, tetapi terbuka dan lintas ilmu: transdisipliner. Monopoli tafsir kebenaran sentralistis teks besar dikoreksi menuju kebenaran yang saling memaknai lintas dengan kesadaran relatif akan kebenaran.
Ketiga, humanisme baru ini ada pada aksi dan renung olah refleksi dan praksisnya dalam konteks saling belajar antar- ”teks” secara dinamis untuk mencari wujud dijunjungnya “harkat manusia”.Di sini tidak ada lagi monopoli tafsir teks individualis ketika ego otonomi individu dianggap paling benar dan paling bernilai, sementara “teks kolektivis” dianggap tidak benar.
Keterbatasan antagonisme, perlawanan dikotomi ditengahi dengan “dialektika” (tesis versus antitesis untuk sintesis), lalu diproses saling membuahi dalam “osmosis”. Tapi antarteks tetap memberikan sumbangannya permaknaan dan nilai pemuliaan manusia dan hidupnya. Ciri ketiga yang penting ini misalnya bisa dilaksanakan dengan menaruh “teks seni” pada praksis. Maksudnya, mematung pahat atau menari jangan hanya dikurikulumkan sebagai hafalan kognitif.Teks seni harus dihidupi dalam “rasa” (intuisi seni).
Dengan kata lain, proses berkesenian mestilah proses mencipta karya. Sebagai penutup, keindonesiaan adalah proses memperjuangkan pemuliaan harkat manusia Indonesia yang ditenun sebagai proses kultural dari sumbangan-sumbangan keragaman lokalitas dengan kearifan kebijaksanaan budaya hidup yang dimilikinya. Maka krisis sulitnya saling memercayai kembali di antara kita dan sering teganya kita “memperalat sesama” untuk kepentingan kuasa kita, semogalah tahan uji dalam tantangannya.
Sebab sejak awal berdirinya Republik Indonesia para pendiri negeri ini sudah memberi dasar pokok proses membangsanya dalam cita dan visi “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sebuah cita-cita dan visi proses humanisme Indonesia
SUMBER : SINDO, 04 Mei 2012
Humanisme semenjak tampilnya dalam sejarah peradaban untuk menjunjung tinggi kemanusiaan selalu saja menemui tantangan.Tantangan utamanya adalah bentuk-bentuk sistem sosial dan politik yang mau mengobjekkan, menjadikan manusia bukan lagi sebagai subjek dalam hidup bersama.
Atau menjamurnya alasanalasan ideologis yang atas nama keyakinan atau mazhab pikiran maju ujung-ujungnya menaruh manusia hanya sebagai “alat”, instrumen, bahkan sarana untuk mencapai tujuan-tujuan si pemegang ideologi itu sendiri. Tantangan berikutnya muncul manakala pikiran atau paham humanisme oleh lawannya dianggap terlalu “sekuler” dalam arti nirnilai religius,melulu nilai manusiawi sehingga mau dipaksa diganti dengan paham “humanisme religius” yang didasarkan dan diacukan pada alasan mengapa manusia berharga?
Karena ia wakil Allah atau gambar citra Allah dan ciptaan agung-Nya.Kehendak ini positif sejauh tidak terseret lalu meniadakan humanisme sekuler yang tetap terbuka berdialog serta mendasarkan dirinya pada posisi “manusia” sebagai manusia itu saja (baca: tanpa harus diembelembeli dan ditempeli alasan-alasan ideologis religius) dan tetaplah wajib serta harus dihormati (secara moral).
Dalam perjalanan peradaban itulah sesungguhnya terjadi “perang tanding” antara mereka yang setelah memegang “kekuasaan” sebagai rezim yang mengatur hidup bersama dalam sistem politik mau “mengelupas” ingatan atau memori kejahatan kemanusiaan dari sejarah sebuah bangsa dan peradabannya.
Karena merekalah pelaku kejahatan kemanusiaan itu sendiri dan berusaha menjadikan “lupa sejarah” sebagai program yang melupakan para korban, di satu pihak. Adapun di pihak lain, humanisme perjuangan kemanusiaan terus bangkit melawan “lupa”dan terus sadar diri bahwa tidak ada sebuah bangsa yang sehat dalam maju ke depan tanpa memberi keadilan pada pelaku-pelaku kejahatan kemanusiaan.
Dan baru setelah keadilan ditegakkan, rekonsiliasi mendapatkan ranah tumbuhnya untuk membangun lagi kemanusiaan yang saling hormat menghormati sesama manusia. Mengapa humanisme senantiasa mengalami ujiannya? Jawabnya ada pada soal bagaimana relasi kekuasaan dihayati. Artinya, “kekuasaan” sebagai potensi untuk mengatur orang lain dan kemampuan untuk mengemudikan sesama dalam sistem atau kemampuan individu itulah harus diperiksai dan dicermati bagaimana pelaksanaannya: humanis atau dehumaniskah?
Pada ranah kuasa inilah batu uji humanisme terlaksana. Dalam ranah hubungan atau relasi dengan sesama manusia secara “kuasa politis”, ekonomis, sosial, kultural inilah yang jadi pertaruhan dalam humanisme harus diukur. Ada tiga nilai pokok dalam humanisme. Pertama, menjunjung “anugerah Tuhan” pada akal budinya (rasionalitas). Kedua,kebebasan kehendak (libertas). Ketiga, keindividuan atau pribadinya sebagai subjek yang otonom atau mandiri (auto= sendiri dan nomos=putusan nurani sebagai norma).
Krisis Humanisme
Dalam perjalanan sejarah peradaban, krisis dan tantangan pertama terhadap humanisme berada di lapisan pertanyaan epistemik, yaitu pada ketika akal sehat manusia dan otonomi kehendak bebasnya sebagai individu pelaku sejarah dihadapkan pada kekerasan bom-bom yang dirancang oleh akal budi secara dingin untuk membunuh sesamanya.
Bagaimana ini mungkin secara rasional? Konstruksi politik kekuasaan yang dirancang sistematis logis dalam Perang Dunia I dan II yang membunuh sesama manusia, bagaimana bisa diterangkan secara akal budi? Oleh karena itulah Thomas Hobbes menyatakan bahwa biangnya ialah ranah relasi kuasa antarmanusia, yaitu Homo Homini Lupus, manusia adalah serigala bagi sesamanya yang mau saling mengerkah bila hasrat liar kuasa itu tidak diatur.
Ini pulalah yang oleh filsuf Indonesia diberi jalan keluar ranah relasi sosial yang humanis oleh (alm) Drijarkara dengan ajakan membangun hidup bersama sebagai sesama sahabat atau rekan (Homo Homini Socius). Tantangan atau ujian krisis pada humanisme yang kedua berada di lapisan eksistensial, menyangkut alasan dasar manusia berada di dunia dan hidup ini.Apa itu? Ternyata berhadapan dengan persoalan dasar tata kosmos sebagai tempat hidupnya dan eksistensi umat manusia, yang seharusnya dijaga, dirawat agar anak cucu bisa terus hidup di bumi ini.
Namun mengapa dirusak, dihancurkan? Humanisme rasional liberal dengan “kelihaian rasionalisasi visi dan sentralisasi manipulasi modal kapital” dengan sadar tega menguasai seluruh sumber-sumber alam hingga menghancurkan ekologi dan merusak tempat tinggal anak-anak manusia. Krisis yang ketiga berada pada lapisan “komunikasi antar manusia”. Dahulu dipromosikan gegap gempita oleh humanisme rasionalis bahwa proses bahasa merupakan komunikasi manusia-manusia rasional yangmengekspresikan kejujuran.
Mengapa ada krisis di sini? Karena kini makna kata dan bahasa mulai dari wacana, tulisan, visual, makna hingga arti kebenarannya serta isinya ditentukan oleh mereka yang mempunyai kuasa membuat, menafsir,dan mengomunikasikan bahasa dalam monopoli tafsiran. Tidak hanya itu, dengan kapitalnya mereka menguasai pusat-pusat pendidikan komunikasi “hanya demi pemenangan kepentingan penguasa” dan bukan demi pencerahan sebagai nilai peradaban manusia.
Pada lapisan yang ketiga inilah lapisan “teks” serta tafsir “konteks(tual)”, krisis, dan ujian terhadap humanisme menjadi semakin tajam. Karena tidak terjadi komunikasi antara manusia yang setara dalam memberi makna secara bersama- sama mengenai “hidup bersama”. Secara logis akal sehat, pertanyaan berikut yang menyusul adalah: sedang “mati lemaskah” humanisme berhadapan dengan tiga gugatan lapisanlapisan di atas?
Humanisme Baru
Di balik tantangan dan pertanyaan kritis atas krisis humanisme di atas, sebenarnya, yang krisis itu teks besar humanisme yang berpretensi mau menyelesaikan rumit ruwetnya persoalan kemanusiaan dalam skala semesta universal. Sementara di teks-teks kecil dengan keragaman kebijaksanaan hidup “lokal”— dalam ungkapan kisah-kisah life wisdom pepatah, peribahasa, kisah rakyat jelata, tradisi lisan, tulisan dan rupa-rupa saga, dongeng yang sarat petunjuk hidup bijaksana untuk manusia dengan alamnya, dengan sesama, dengan Yang Suci—di lapisan-lapisan ini sesungguhnya tidak pernah krisis.
Bila yang mendapatkan ujian ada di penafsiran teks besar, maka jawaban solusinya harus dicari pada penghayatan induktif sehari-hari di ranah day by day life wisdom. Munculnya kembali penghidupan dan “revitalisasi” pikiran- pikiran bijak, kearifan-kearifan ajaran hidup bijaksana yang akrab alam, akrab sesama, dan akrab bumi dari berbagai aneka anak bangsa dengan oase-oase kulturalnya mampu mewujudkan “humanisme baru” pascaujian dan tantangan. Ada tiga ciri humanisme baru ini.
Pertama, dalam berhadapan dan berada di struktur relasi kekuasaan ekonomis kapital dan politis yang mau menghimpitnya, humanisme baru menapaki jalan kultural. Artinya, saat ekonomisasi menghargai orang secara ekstremnya hanya sebagai alat dan hanya dengan nilai uang, maka muncul perjuangan pemberontakan kultural pemanusiawian kembali melalui identitas kultural untuk sebuah kehidupan bersama yang lebih manusiawi dengan pencarian identitas ragam budaya yang dikenal sebagai “multikulturalisme”.
Kedua, ada pada perjuangannya mengenai visi pemuliaan manusia dengan harkat dan nilainya, tetapi sudah mengoreksi diri tak hanya memutlakkan rasionalitas dan libertasnya saja, tetapi terbuka dan lintas ilmu: transdisipliner. Monopoli tafsir kebenaran sentralistis teks besar dikoreksi menuju kebenaran yang saling memaknai lintas dengan kesadaran relatif akan kebenaran.
Ketiga, humanisme baru ini ada pada aksi dan renung olah refleksi dan praksisnya dalam konteks saling belajar antar- ”teks” secara dinamis untuk mencari wujud dijunjungnya “harkat manusia”.Di sini tidak ada lagi monopoli tafsir teks individualis ketika ego otonomi individu dianggap paling benar dan paling bernilai, sementara “teks kolektivis” dianggap tidak benar.
Keterbatasan antagonisme, perlawanan dikotomi ditengahi dengan “dialektika” (tesis versus antitesis untuk sintesis), lalu diproses saling membuahi dalam “osmosis”. Tapi antarteks tetap memberikan sumbangannya permaknaan dan nilai pemuliaan manusia dan hidupnya. Ciri ketiga yang penting ini misalnya bisa dilaksanakan dengan menaruh “teks seni” pada praksis. Maksudnya, mematung pahat atau menari jangan hanya dikurikulumkan sebagai hafalan kognitif.Teks seni harus dihidupi dalam “rasa” (intuisi seni).
Dengan kata lain, proses berkesenian mestilah proses mencipta karya. Sebagai penutup, keindonesiaan adalah proses memperjuangkan pemuliaan harkat manusia Indonesia yang ditenun sebagai proses kultural dari sumbangan-sumbangan keragaman lokalitas dengan kearifan kebijaksanaan budaya hidup yang dimilikinya. Maka krisis sulitnya saling memercayai kembali di antara kita dan sering teganya kita “memperalat sesama” untuk kepentingan kuasa kita, semogalah tahan uji dalam tantangannya.
Sebab sejak awal berdirinya Republik Indonesia para pendiri negeri ini sudah memberi dasar pokok proses membangsanya dalam cita dan visi “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sebuah cita-cita dan visi proses humanisme Indonesia
Tiga Pilar Kebahagiaan
Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
SUMBER : SINDO, 27 April 2012
Sebuah penelitian psikologi sosial menyebutkan, terdapat tiga pilar utama kebahagiaan seseorang, yaitu having a good family life, having a good job, dan having good friends and community.
Ketika diteliti, sebagian besar umur seseorang akan dihabiskan di dalam tiga zona pergaulan dan aktivitas di atas. Tiap zona aktivitas dan pergaulan akan saling melengkapi dan menutupi kejenuhan dan kekurangan yang lain. Yang pertama dan paling dasar adalah keluarga yang baik (a good family life). Secara emosional, keluarga memiliki daya gravitasi paling besar bagi kehidupan seseorang. Apa pun yang dilakukan seseorang di luar rumah pada akhirnya akan kembali kepada keluarga sehingga rumah tangga sering diibaratkan tempat berlabuh bagi sebuah kapal setelah mengembara ke lautan lepas.
Oleh karenanya, karier seseorang yang otentik dan kokoh hanya akan mungkin diraih kalau basis keluarganya solid. Soliditas keluarga dibangun terutama oleh hubungan cinta dan iman. Cinta bagaikan pupuk atau air yang akan membuat pohon rumah tangga selalu tumbuh segar, sedangkan iman memberikan ikatan moral yang kuat bahwa rumah tangga adalah amanat suci dan sebuah bahtera yang jangkauannya sampai di akhirat nanti. Rumah tangga bukan sekadar transaksi administrasi layaknya jual-beli, melainkan juga sebuah perjalanan dan pertumbuhan moral-spiritual.
Kedua, having a good job. Seseorang bekerja tidak semata untuk mengejar uang, tetapi menyangkut harga diri, aktualisasi diri, dan bersosialisasi di luar zona keluarga.Bisa dipastikan, orang yang menganggur, meski memiliki banyak uang, tidak akan bahagia.Orang yang hidup semata mengandalkan harta warisan tidak akan bangga dengan dirinya. Begitu pun mereka yang bekerja, tetapi tidak merasa cocok dan bangga dengan pekerjaannya, hatinya akan tersiksa. Ruang kerja bagaikan ruang tahanan.
Kerja akan terasa nyaman jika sesuai dengan bakat dan minatnya serta kulturnya bagus,tidak koruptif, dengan imbalan gaji yang cukup, syukur berlebih, untuk mendukung kehidupan keluarga. Sebuah lingkungan kerja akan dianggap sehat kalau para karyawannya memiliki peluang dan dorongan untuk tumbuh, baik skill, pengetahuan maupun kepribadiannya. Apalah artinya gaji tinggi jika ternyata tidak halal dan budayanya koruptif. Semua itu akan merongrong kualitas kebahagiaan yang dibangun dalam rumah tangga.
Ketiga, lingkungan pertemanan dan komunitas. Kita semua mengalami bahwa umur kita tidak hanya dihabiskan dalam urusan rumah tangga dan kerja, tetapi juga bermasyarakat. Itu suatu kebutuhan sosial dan psikologis.Makanya muncul komunitas “alumni”di luar jaringan keluarga dan kerja. Hanya, penting dicatat bahwa lingkungan pergaulan yang tidak sehat akan menggerogoti aset kebahagiaan yang kita bangun lewat zona keluarga dan kerja.
Sering terjadi sebuah keluarga terjerat masalah oleh jaringan pertemanan yang tidak sehat. Ini paling mudah diamatipadaremaja,tetapibisa juga terjadi pada orang dewasa. Keburukan itu mudah menular, bahkan kadang lebih cepat dari kebaikan.Oleh karenanya, having good friends and community merupakan satu pilar penting untuk meraih kebahagiaan hidup seseorang. Demikianlah, tentu saja banyak pilar lain yang memengaruhi kebahagiaan seseorang. Namun ketiga aspek tadi begitu dominan.
Di atas ketiganya, menurut hasil penelitian dimaksud, adalah personal values. Nilai-nilai hidup seseorang akan sangat berpengaruh dalam memaknai hidup ini. Bagi orang yang taat beragama dan tidak, tentu akan berbeda dalam memandang keluarga, harta,d an pergaulan. Ada orang yang yakin dengan banyak bederma, bersedekah, maka jalan rezeki akan semakin terbuka. Namun ada yang berpandangan sebaliknya. Inilah yang dimaksud dengan personal values.
Sebuah kerangka berpikir dan keyakinan hidup yang sangat berpengaruh dalam perilaku seseorang, termasuk dalam berumah tangga, bekerja, dan bermasyarakat. Sebagai pribadi saya yakin kerja dan harta yang tidak halal tidak akan mendatangkan berkah dan kebahagiaan. Jika harta haram masuk ke mulut kemudian mengalir bersama darah dalam tubuh, maka harta haram tadi akan masuk disertai energy negative (setan) sehingga perilaku seseorang juga akan seperti setan.
Pikirannya, tangannya, kakinya, mulutnya akan dikendalikan oleh setan. Makanya sebagai orang tua mesti hati-hati memberikan rezeki atau nafkah kepada keluarga. Hindari membawa barang haram ke rumah jika kita benar-benar sayang kepada keluarga. Jangan membawa racun kehidupan. ●
SUMBER : SINDO, 27 April 2012
Sebuah penelitian psikologi sosial menyebutkan, terdapat tiga pilar utama kebahagiaan seseorang, yaitu having a good family life, having a good job, dan having good friends and community.
Ketika diteliti, sebagian besar umur seseorang akan dihabiskan di dalam tiga zona pergaulan dan aktivitas di atas. Tiap zona aktivitas dan pergaulan akan saling melengkapi dan menutupi kejenuhan dan kekurangan yang lain. Yang pertama dan paling dasar adalah keluarga yang baik (a good family life). Secara emosional, keluarga memiliki daya gravitasi paling besar bagi kehidupan seseorang. Apa pun yang dilakukan seseorang di luar rumah pada akhirnya akan kembali kepada keluarga sehingga rumah tangga sering diibaratkan tempat berlabuh bagi sebuah kapal setelah mengembara ke lautan lepas.
Oleh karenanya, karier seseorang yang otentik dan kokoh hanya akan mungkin diraih kalau basis keluarganya solid. Soliditas keluarga dibangun terutama oleh hubungan cinta dan iman. Cinta bagaikan pupuk atau air yang akan membuat pohon rumah tangga selalu tumbuh segar, sedangkan iman memberikan ikatan moral yang kuat bahwa rumah tangga adalah amanat suci dan sebuah bahtera yang jangkauannya sampai di akhirat nanti. Rumah tangga bukan sekadar transaksi administrasi layaknya jual-beli, melainkan juga sebuah perjalanan dan pertumbuhan moral-spiritual.
Kedua, having a good job. Seseorang bekerja tidak semata untuk mengejar uang, tetapi menyangkut harga diri, aktualisasi diri, dan bersosialisasi di luar zona keluarga.Bisa dipastikan, orang yang menganggur, meski memiliki banyak uang, tidak akan bahagia.Orang yang hidup semata mengandalkan harta warisan tidak akan bangga dengan dirinya. Begitu pun mereka yang bekerja, tetapi tidak merasa cocok dan bangga dengan pekerjaannya, hatinya akan tersiksa. Ruang kerja bagaikan ruang tahanan.
Kerja akan terasa nyaman jika sesuai dengan bakat dan minatnya serta kulturnya bagus,tidak koruptif, dengan imbalan gaji yang cukup, syukur berlebih, untuk mendukung kehidupan keluarga. Sebuah lingkungan kerja akan dianggap sehat kalau para karyawannya memiliki peluang dan dorongan untuk tumbuh, baik skill, pengetahuan maupun kepribadiannya. Apalah artinya gaji tinggi jika ternyata tidak halal dan budayanya koruptif. Semua itu akan merongrong kualitas kebahagiaan yang dibangun dalam rumah tangga.
Ketiga, lingkungan pertemanan dan komunitas. Kita semua mengalami bahwa umur kita tidak hanya dihabiskan dalam urusan rumah tangga dan kerja, tetapi juga bermasyarakat. Itu suatu kebutuhan sosial dan psikologis.Makanya muncul komunitas “alumni”di luar jaringan keluarga dan kerja. Hanya, penting dicatat bahwa lingkungan pergaulan yang tidak sehat akan menggerogoti aset kebahagiaan yang kita bangun lewat zona keluarga dan kerja.
Sering terjadi sebuah keluarga terjerat masalah oleh jaringan pertemanan yang tidak sehat. Ini paling mudah diamatipadaremaja,tetapibisa juga terjadi pada orang dewasa. Keburukan itu mudah menular, bahkan kadang lebih cepat dari kebaikan.Oleh karenanya, having good friends and community merupakan satu pilar penting untuk meraih kebahagiaan hidup seseorang. Demikianlah, tentu saja banyak pilar lain yang memengaruhi kebahagiaan seseorang. Namun ketiga aspek tadi begitu dominan.
Di atas ketiganya, menurut hasil penelitian dimaksud, adalah personal values. Nilai-nilai hidup seseorang akan sangat berpengaruh dalam memaknai hidup ini. Bagi orang yang taat beragama dan tidak, tentu akan berbeda dalam memandang keluarga, harta,d an pergaulan. Ada orang yang yakin dengan banyak bederma, bersedekah, maka jalan rezeki akan semakin terbuka. Namun ada yang berpandangan sebaliknya. Inilah yang dimaksud dengan personal values.
Sebuah kerangka berpikir dan keyakinan hidup yang sangat berpengaruh dalam perilaku seseorang, termasuk dalam berumah tangga, bekerja, dan bermasyarakat. Sebagai pribadi saya yakin kerja dan harta yang tidak halal tidak akan mendatangkan berkah dan kebahagiaan. Jika harta haram masuk ke mulut kemudian mengalir bersama darah dalam tubuh, maka harta haram tadi akan masuk disertai energy negative (setan) sehingga perilaku seseorang juga akan seperti setan.
Pikirannya, tangannya, kakinya, mulutnya akan dikendalikan oleh setan. Makanya sebagai orang tua mesti hati-hati memberikan rezeki atau nafkah kepada keluarga. Hindari membawa barang haram ke rumah jika kita benar-benar sayang kepada keluarga. Jangan membawa racun kehidupan. ●
Langganan:
Postingan (Atom)