Dicopy dari http://muin-angkat.blogspot.com/search/label/Filsafat
Iqbal sebagai filsuf muslim pasca Newton, dan Einstein, telah berusaha merefleksikan problematic materi,ruang dan waktu. Pada abad ke-4 dan ke-5 SM, filsuf-filsuf Thales, Anaximandros, dan Heraklitos sudah memulai usaha untuk menerangkan pengertian materi. Bagi mereka "materi" lebih luas dari sekedar lingkup kebendaan. Akan tetapi mereka belum sampai pada konsep 'materi yang dijiwai' seperti misalnya pada mahluk hidup, karena belum membedakan antara benda mati dan benda hidup. Segala sesuatu dianggap memiliki daya kehidupan.
Pengertian materi dalam arti sempit, seperti pandangan masa kini belum dibicarakan. Namun demikian Demokritos telah berusaha menerangkan materi dengan teori atomnya, walau yang dimaksudkan bukan atom dalam ilmu fisika. Demokritos memandang bahwa atom adalah unsur pembentuk benda-benda maupun jiwa. Konsep ini cenderung menerangkan keberadaan ruang kosong yang menjadi problem kefilsafatan. Ia menerangkan bahwa ruang kosong merupakan tempat dari atom-atom (Peursen; 1981).
Ilmu fisika klasikmenggambarkan materi sebagai sesuatu yang bersifat tetap. Materi terdiri dari banyak atom sebagai sesuatu yang ada, objektif dalam ruang dan waktu. Perkembangan selanjutnya materi dianggap sebagai massa yang positif dan negative, kemudian materi akhirnya bukan seperti butiran I yang kontinyu atau partikel yang bersifat diskontinyu, tetapi sekaligus secara komplementer materi dipandang sebagai gelombang energy yang kontinyu.
Iqbal mengutip pendapat Bertrand Russel, yang mengatakan bahwa teori teori relativitas Einstein telah merusak pengertian tradisional tentang substansi yang melebihi dalil-dalil filsafat. Benda yang bagi tanggapan umum adalah sesuatu yang tetap berada sepanjang waktu dan bergerak di dalam ruang, tidak dapat dipertahankan lagi. Benda bukanlah suatu yang tetap ada dengan keadaannya yang berubah-ubah, melainkan suatu sistem peristiwa yang saling berhubungan. Lenyaplah kepadatan bersama karakteristik benda yang oleh materialism dianggap lebih nyata daripada pikiran (Iqbal; 1966).
--- "alam adalah kenyataan dalam gerak maju. Alam semesta bukanlah sebuah benda melainkan perbuatan, aliran dari 'chaos ke kosmos. Iqbal menerima pikiran Einstein, - - alam bukanlah produk yang sudah selesai, tidak berubah".Sebaliknya Iqbal menolak pandangan Aristoteles, tentang alam semesta yang terdiri atas materi yang tetap dan hanya berubah dalam bentuk.
Selain itu Iqbal juga berpandangan, bahwa realitas pada akhirnya bersifat rohani atau spiritual. Rohani menampilkan diri dalam kehidupan alami, material maupun duniawi. Oleh karena itu segala sesuatu yang bersifat bendawi pada akhirnya bertopang pada akar rohani. Materi saja tidak mungkin memiliki substansi, apabila tidak berakar pada dunia ruhani (spiritual). Tidak ada dunia profane dalam arti tidak bersumber pada Tuhan. Materi merupakan ruang lingkup bagi perealisasiaan diri ruh (Saiyidan, 1981).
Setiap atom dari energy Ilahi, walaupun rendah dalam suatu wujudnya adalah suatu diri, dan derajad kedirian tertinggi dicapai oleh manusia karena manusia dapat menyebut "Aku Ada". Tujuan dari diri ego, adalah selalu berjuang untuk mengukuhkan individualitasnya. Usaha ini tidak terbatas pada manusia, namun gejala ini Nampak pada semua organism. Iqbal berpendirian, bahwai alam semesta itu, merupakan organism yang selalu tumbuh dan terbuka bagi ciptaan baru Tuhan.
Sekurang-kurangnya pemikiran Iqbal telah mampu menjelaskan materi, ruang dan alam semesta, dan membawa kita kearah pemikiran spiritual kearah pengukuhan eksistensi manusia terhadap alam semesta dan relasinya kepada Tuhan. Dalam pada itu pemahaman dan refleksi pemikiran tersebut akan menjadi oli pelumas untuk mempercepat turbo mesin penggerak nurani kita. (bahan; Sudaryanto berjudul ; Pandangan Iqbal Tentang Materi, Ruang dan Waktu, diambil dari Jurnal Filsafat UGM, jilid 33, 2003)
Tulisan dibawah ini adalah sajak-sajak Muhammad Iqbal yang diterjemahkan oleh Prof. Dr Abdul Hadi WM, Guru besar filsafat pada Universitas Paramadina, saya copy paste dari Notes yang di Tags kepada saya, semoga menjadi pengayaan universal di alam maya kehidupan. Salam (a.m.a )
TULIP DARI SINAI
Di bawah kuasa-Nya dunia bergantung
Segenap makhluq dicipta untuk menaati perintah-Nya
Matahari sendiri tak lebih hanya tanda
Dari sujud alam yang lama di kening hari
Hatiku berkobar oleh nyala api dalam kalbu
Kepada bingai semesta, air mata darah meminjamkan
Penglihatanya. Ia yang tahu asyik nama lain dari Cinta
Bisakah sesat dari rahasia kehidupan?
Dunia hanya debu dan hati adalah buahnya
Hanya darah setetes yang membuatnya bingung
Jika kami tak memiliki penglihatan lahir dan batin
Tentu dunia akan terasa asing bagi kami
Musik cinta menemukan alatnya pada manusia
Rahasia ia singkap, dirnya satu semata dengan-Nya
Tuhan mencipta dunia, manusia membuatnya indah
Manusia adalah kerabat kerja dan sahabat Tuhan
Apa guna kalbu dalam dada, tanyamu
Akal yang dlimpahi rasa oleh Sang Pencipta
Jika rasa dalam dirimu hidup, hidup pulalah kalbumu
Jika tidak akal akan berubah menjadi debu
Jangan omeli apa tujuan hidup di bumi
Baik nikmati saja keajaibannya yang menawan
Kucintai pngembaraan jauh yang berkali-kali
Sebab setiap keberangkatan tantangan bagiku
Kau matahari, aku planet berputar mengitari-Mu
Diterangi oleh penglihatan-Mu
Terpisah dari-Mu adalah derita bagiku
Kau Kitab Agung, aku hanya setitip huruf di dalamnya
Disebut Cina, Arab, Parsi dan Afghan
Kita ini milik sebuah taman besar, pohon agung
Lahir di musim semi itulah keluhuran
Membedakan warna kulit adalah dosa besar
Dunia kita ini masih percobaan seorang pemahat
Perubahan demi perubahan akan ia alami siang malam
Pahatan Nasib memerintahkan kita bekerja terus
Memberi bentuk, sebab dunia masih pahatan kasar
Belajarlah dari kuntum bunga tentang hidup, o Hati!
Ia adalah perlambang hidupmu yang selalu mencari cahaya
Ia menyembul jauh dari kegelapan bumi
Namun sejak lahir memiliki mata di sinar matahari
Jika kau tahu kemungkinan-kemungkinanmu yang terpendam
Embun akan bisa kaucipta menjadi lautan
O Hati, mengapa mengemis terang kepada sinar bulan?
Nyalakan lampumu sendiri agar terang malam-malammu
Kau masih terikat pada warna kulit dan ras
Maka kausebut aku Afghan atau Turkoman
Namun aku pertama kali manusia, nyata manusia
Baru kemudian bisa kausebut India atau Turkistan
TUHAN DAN MANUSIA
Tuhan:
Kubuat dan kubentuk dunia ini daru empung yang sama
Kaubkini Iran, Ethiopia dan Mongolia
Dari tanah Kubuat besi, murni tak tercampur yang lainnya
Kamulah yang menjadikannya pedang dan senjata
KKau bikin kapak untuk menebang pohon yang Kutumbuhkan
Dan membuat sangkar untuk burung-burung yang berkicau bebas
Manusia:
Kau mencipta malam, aku mencipta lampu untuk meneranginya
Kau membuat lempung, darinya aku bikin cawan minuman cerlang
Kau jadikan hutan belantara, gunung dan padang rumputan
Aku cipta kebun, taman, jalan-jalan dan padang pengembalaan
Kurubah racun brbisa menjadi minuman segar
Akulah yang mencipta cermin cerlang dari pasir.
DARI 'ASRAR-I KHUDI ATAU RAHASIA DIRI
Apabila kepada manusia di muka bumi
Cinta telah menyingkap pengetahuan Diri
Rahasia penjajahan akan dibaringkan telanjang
Di hadapan sekalian budak-budak
Menjadi `Attar, Rumi, al-Razi atau Ghazali
Semua jalan harus ditempuh dengan upaya keras
Mula-mula terdengar keluh kesah fajar
O Pebimbing jalan yang bijak
Walau mufasir lamban langkah jalannya
Jangan hapus kepercayaanmu kepada mereka
Mereka ini tidak kekurangan semangat
O Burung yang dikirim dari sorga
Mati lebih baik daripada hidup diperbudak
Sebab ini yang membuatmu lemah tak dapat terbang
Menjadi faqir adalah lebih baik
Dibanding menjadi Darius atau Iskandar Agung
Ketiadaan harta seorang faqir yang beriman
Akan melahirkan keberanian singa Tuhan
Kebenaran dan tak takut adalah hakekat keberanian
Singa-singa Tuhan takkan mau menempuh
Jalan yang dilalui seekor rubah
SANDOR PETOFI
(Penyair muda Hongaria awal abad ke-20 yang gugur di medan perang mempertahankan negerinya, namun tiada tugu peringatan baginya karena jasadnya tak ditemukan)
Untuk sesaat
Di taman dunia ini
Kau nyanyikan lagu pengantin mawar,
Dan karenanya
Hati yang satu bersorak gembira
Dan yang lain merasa sedih.
Dengan darah
Kau lukis kelopak tulip
Merah membara.
Dengan pandang pagi harimu yang sejuk
Kausingkap pelan-pelan hati tunas mawar.
Dalam sajak gubahanmu
Kau jumpai kuburmu yang lebih terhormat.
Kepada rahim bumi
Kau tak akan dan tak akan kembali
Sebab kau tidak dilahirkan oleh bumi.
KAPITALIS DAN BURUH
Duniaku adalah hiruk pikuk pabrik baja
Sedang duniamu adalah melodi indah organ gereja
Duniaku semak belukar timbunan pajak
Yang harus dibayar kepada penguasa
Duniamu Sorga dengan sidrah dan tubanya
Arak dengan kemabukannya adalah minumanku
Minumanmu berasal dari Adam dan Hawa
Angsa, kakak tua dan merpati adalah burungku
Huma dan simurgh adalah harta kerajaanmu
Bumi dan isi dalam perutnya adalah milikku
Membentang dari bumi ke langit adalah wilayahmu.
PERCAKAPAN COMTE DAN KAUM BURUH
August Comte:
Seluruh umat manusia adalah kesatuan yang saling berhubungan
Mereka itu seperti daun dan dahan
Darui sebuah pohon nan besar.
Jika otak manusia merupakan tempat duduk Akal
Dan jika kakinya terikat kepada tanah
Hal ini oleh karena keduanya dibelenggu
Oleh ketentuan Alam yang tak terelakkan.
Seseorang memerintah, manusia lain harus bekerja
Keduanya hanya mengikuti ketentuan itu.
Seorang Namrud atau Mahmud tak dapat
Mengerjakan pekerjaan budak seperti Ayaz.
Tidakkah kau lihat, disebabkan pekerjaan itulah
Kalian menjadi berbeda? Hidup
Menjelma taman, dengan mawar dan duri keduanya
Buruh:
Filosof. Kau memperdayaku ketika berkata
Bahw aku takkan pernah bisa
Melepas jalanku dari lingkaran tenung
Yang kaubikin. Kau langkahi
Loyang demi emas, dan mengejarku
Menyerah kepada nasib.
Dengan cangkulku kugali saluran air
Di sana kutangkap tawanan lautan
Dan kuambil susu dan madu dari kedai Alam.
Pembawa barang rahasia yang asing
Hadiah untuk si Kohkan malang ternyata kauberikan
Kepada Parvis si kaya raya dan penganggur,
Hingga sakitlah hati si malang.
Jangan pulas yang salah menjdi benar
Dengan filsafatmu.
Kau tak dapat mengelabui penglihatan Khaidir
Dengan tipuan khayali.
Kaum kapitalis yang tak punya kesibukan
Selain makan, tidur dan bersanggama
Adalah beban di muka bumi ini
Mereka gemuk dan bergizi disebabkan buruh
Dan budak-budak yang bekerja keras
Tidakkah kau tahu si penganggur itu
Tidak lain adalah perampok sejak dilahirkan?
Kejahatan pemodal ingin kau maafkan
Seluruh filsafatmu membuat kau sendiri kebingungan.
PERADABAN
-- Liga Bangsa-bangsa, sekarang Persatuan Bangsa-bangsa
Manusia, yang berseri-seri wajahnya
Dihiasi pupuk peradaban
Kini merpertunjukkan debu hitam ciptaan
Seraya membayangkan dirinya cermin cerlang
Kepalan tinjunya disembunyikan
Dalam sarung tangan sutra yang indah
Hasil kalamnya membuat ia penuh pesona
Pedang katanya telah ia simpan
Hamba tanah liat ini kini membangun
Rumah berhala perdalamaian dunia
Kemudian menari-nari berputar-putar
Mengikuti lagu serling perdamaian
Namun ketika perang tidak terelakkan
Segera ia campakkan cadar pura-puranya
Lantas tegaklah ia bangkit maju ke depan
Bak musuh yang begitu haus akan darah.
Rabu, 14 Maret 2012
PARA MAFIA
Dicopy dari http://muin-angkat.blogspot.com/search/label/mafia
Dalam situs http://www.lintasme/TPcbXwkZ, mafia, dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia; Hal kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilian dan AS. Awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang orang-orangnya memasuki Sisilia pada abad pertengahan, untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim sendiri). Sisilia Cosa Nostra di AS, adalah grup relative baru dimulai dari pertengahan abad ke-19 di Italia. Mereka terlibat dalam perdagangan narkoba, senjata, bisnis perlindungan. Geng ini beranggotakan 3500 -4000 orang.
Rata-rata gerombolan mafia di dunia melakukan kejahatan jual beli narkoba, penyelundupan, pengelolaan judi, serta penculikan. Seperti mafia di mexiko yang mempunyai anggota sampai 30.000 di seluruh AS, 150 orang mempunyai wewenang untuk perintah membunuh, ditambah 2000 asosiasi yang juga menjalankan perintah ini, dan mereka memaksa dealer untuk membayar 'pajak perlindungan', kalau tidak mau dibunuh. Sama halnya dengan Jepang Yakuja, grup kejahatan ter-organisir yang ditemukan pada abad ke-17, mereka memiliki 110. 000 anggota aktif, dan sekitar 2500 keluarga. Terlibat dalam bisnis perlindungan, prostitusi, dan imigran illegal, impor pornografi uncensored dari eropa dan amerika.
Mafia Rusia berasal dari pecahan Negara Unisoviet, mempunyai pengaruh diseluruh dunia. Geng ini mempunyai anggota 100.000 – 500.000 orang. Kode etik yang harus dipatuhi adalah tutup mulut dan membunuh. Mereka ditakuti Karena terorisme, vandalism dan pembunuhan kontrak. Pertanyaan selanjutnya, apakah mafia di Indonesia sudah pernah dilahirkan? Atau seberapa jauh model mafia internasional sudah di adopsi dan diterapkan secara nyata? apakah dalam bentuk kekerasan dan pembunuhan, narkoba atau terorisme?
Yang dikenal selama ini pertama adalah, adanya grup mafia Berkeley dimana Partai Sosialis Indonesia(sosialis kanan), yang pernah dibubarkan oleh Presiden Soekarno, bersekongkol dengan CIA melakukan gerilya politik dan tindakan subversi menjatuhkan Presiden Soekarno, karena dianggap pro komunis.Kedua, Sejauh mana personifikasi Soemitrodjojo hadikusumo, Widjojo nitisastro, Emil Salim dll, menerapkan kapitalisme dan liberalism di Indonesia, dan mencekoki ilmu-ilmu liberal kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang disekolahkan ke Berkeley, Cornel,MIT yang ditengarai menjadi dapur CIA?Bukankah lembaga-lembaga donor untuk pendidikan semisal Ford Foundation dan Rocke Feller telah beroperasi begitu lama mencerdaskan mahasiswa dengan ilmu ekonominya justru untuk menguasai perekonomian nasional?
Yang ketiga adalah, fenomena Gayus tambunan dan Cirus Sinaga,dalam tataran pelaksanaan hukum di Indonesia.Kalau Gayus dianggap sebagai gembong mafia peradilan (yang dibongkar oleh Susno Duaji, yang dijuluki 'whistle blower'), maka Cirus dikenal sebagai 'markus' atau mafia kasus, dimana seorang jaksa terlibat merekayasa 'rencana tuntutan' seorang terpidana agar lepas dari jerat hukum, dan mendapatkan komisi, atau imbalan financial tertentu. Walaupun actor mafia peradilan belum terbongkar secara tuntas, akan tetapi secara umum sudah terdapat indicator persamaan, bahwa mafia internasional adalah gerombolan terorganisasi melawan Negara, yang melakukan pembunuhan dan kekejaman tanpa rasa kemanusiaan, demi memperkaya kartelnya. Sedangkan mafia hukum, per bankkan, pajak dll di Indonesia, adalah kumpulan 'gerombolan' krah putih yang melakukan konspirasi dan rekayasa hukum demi transaksi financial untuk kekayaan pribadi.
Pertanyaan selanjutnya, siapakah komplotan kerah putih tersebut? Siapa gembongnya? Apakah mereka adalah oknum penegak hukum itu sendiri, ditambah dengan oknum pengacara hitam yang berdalih sebagai penjaga keadilan? Ataukah sang don corleone baru sudah lahir di Indonesia? Begitu lemahkah Negara menjadikan institusi penegak hukum(Polri,Kejaksaan,Pengadilan) sebagai 'island of integrity'
Guna memperkaya visi di dalam blog ini, saya tampilkan judul di atas yang ditulis oleh Eddy OS Hiariej, Guru Besar Hukum Pidana UGM, di harian kompas tanggal 13 januari, 2011. Semoga bermanfaat. (a.m.a)
Alat yang tertua dan terampuh yang dimiliki oleh kejahatan terorganisasi dalam melawan proses penuntutan criminal adalah membunuh para saksi yang bersaksi melawan mereka (Gerald Shur, A Fathers Dream Come True dalam WITSEC; Pengalaman Program Perlindungan Saksi Federal AS :ELSAM,2006). Hal ini dilakukan untuk melanggengkan kejahatannya terhadap setiap orang, terlebih para Alat yang tertua dan terampuh yang dimiliki oleh oleh kejahatan terorganisasi dalam Mafioso yang berkhianat dari anggota kelompok mafia. Oleh karena itu, setiap Mafioso yang tertangkap selalu mempertahankan omerta (hukum tutup mulut) untuk tidak memberikan informasi apa pun terkait La Cosa Nostra (nama sebenarnya dari organisasi mafia yang ber arti 'milik kami').
Pemberantasan terhadap mafia tidaklah mudah karena mereka memiliki akses pada lembaga-lembaga pemerintah, termasuk polisi, jaksa, dan hakim-hakim yang korup. Perlawanan terhadap omerta pertama kali dilakukan oleh Joe Valachi, seorang Mafioso yang tertangkap. Secara gamblang dia menceritakan organisasi La Cosa Nostra yang saat itu dipimpin oleh Vito Genovese. Sebagai imbalan, Negara mengubah hukuman mati yang dijatuhkan kepada Valachi menjadi hukuman seumur hidup dan dia dipindahkan kesebuah pulau di Pasifik barat.
Demikian pula yang dilakukan Pascal Calabrese - - Mafioso yang mau bekerja sama dengan Negara - - terhadap organisasi mafia yang dikendalikan Stefano Magaddino. Dalam rangka melindungi Callabrese, Negara memalsukan identitasnya.
Nama Calabrese diganti menjadi Angelo dan meminta seorang pendeta di Buffalo untuk memberikan sertifikat baptis baru dengan nama palsu mereka dan membujuk seorang pemilik sekolah di Buffalo untuk mengganti nama akhir dari anak-anaknya di rapor sekolah menjadi Angelo. Departemen Kehakiman kemudian merelokasi Calabrese bersama keluarganya dari incaran pasca mafia. (ELSAM 2006, halaman xiv-xviii)
Praktik di Indonesia
Dalam konteks pemberantasan mafia hukum di Indonesia, ini bukan merupakan suatu hal yang mudah. Para Mafioso hukum sudah memasuki institusi Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Advokat, sampai pada politisi, parpol sampai pada pengusaha nakal. Kalau dinegara asalnya, para Mafioso yang memberikan informasi mengenai kejahatan yang dilakukan La Cosa Nostra dikejar dan dibunuh dalam pengertian yang sesungguhnya, maka lain halnya di Indonesia. Para Mafioso yang melawan omerta dan membuka kebobrokan institusinya yang korup, alih-alih mendapat perlindungan Negara,justru di incar dan dibunuh alias dibungkam dengan berbagai tuduhan kejahatan, baik yang dilakukan oleh nya maupun yang direkayasa.
Masih segar dalam ingatan kita, peristiwa Endin Wahyudin, yang menelanjangi tiga hakim agung, yang menerima suap dan pelakunya adalah ia sendiri, harus mendekam dalam jeruji besi dengan pasal pencemaran nama baik, sementara ketiga hakim tersebut bebas berkeliaran tanpa rasa malu. Demikian juga yang diderita Komisaris jenderal Susno Duaji yang membuka aib institusinya dalam kasus mafia pajak. Saat ini Susno terpaku dikursi pesakitan sebagai terdakwa dengan tuduhan korupsi selama yang bersangkutan menjabat Kapolda Jawa barat. (Akhir maret 2011, diputuskan hukuman tiga setengah tahun penjara dan Susno langsung naik banding.)
Tidak kalah buruknya juga terjadi pada Gayus H.P Tambunan, Mafioso yang sepak terjangnya sangat luar biasa. Kendati telah memberikan semua informasi kepada Tim Independen Polri perihal kasus mafia pajak dan secara terang benderang Gayus telah bercerita di depan sidang pengadilan mengenai keterlibatan sejumlah petinggi Polri dan kejaksaan dalam kasus tersebut, para penguasa kedua -institusi itu seolah buta dan tuli untuk tidak memproses anak nuahnya. Kalau dalam kisah di atas Negara memberikan identitas palsu, kepada Mafioso yang mau bekerja sama dalam rangka melindunginya, maka berbeda di Indonesia, Gayus mendapatkan identitas palsu - - yang sudah pasti melibatkan aparat – untuk mempertahankan praktik mafia hukum.
Disisi lain, instrument hokum kita tidak memadai untuk melindungi orang-orang seperti Endin, Susno, dan Gayus. Ketentuan pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, pada hakikatnya menyatakan bahwa saksi, korban dan pelapor tidak dapat dituntut secara hokum, baik pidana maupun perdata, atas laporan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya. Akan tetapi, ayat (2) undang-undang tersebut berbunyi, "seorang saksi yang juga tersangka dalam kasus yang sama tidak dapat dibebaskan dari tuntutan pidana apabila ia ternyata terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, tetapi kesaksiannya dapt dijadikan pertimbangan hakim dalam meringankan pidana yang akan dijatuhkan".
Ketentuan ayat (2) sebenarnya bersifat contra legem, dengan ayat (1) nya. Pada kenyataannya, ketentuan ayat (2) ini yang selalu dipakai aparat yang memproses para saksi kunci, sementara para pelaku kelas kakap tidak pernah tersentuh oleh hukum. Sayangnya ketika pasal 10 ayat (2) ini dimohonkan pengujiannya oleh Susno Duaji, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan tersebut.
Dimulai dari "kepala."
Lalu bagaimana untuk mengakhiri semua ini? Meminjam istilah Yang dikemukakan JE Sahetapy bahwa ikan yang busuk bukan berasal dari ekornya tetapi berawal dari kepala ikan, maka yang harus dibersihkan lebih dulu adalah para petinggi di Institusi penegak hukum. Presiden harus berani menon-aktifkan mereka yang terlibat dalam praktik mafia hukum dan mengusut tuntas semua kasus tersebut meskipun harus menyeret para perwira berbintang di tubuh Polri, para petinggi di Kejaksaan Agung, hakim-hakim korup termasuk advokat, politisi,dan pengsaha nakal.
Bukan saatnya lagi Presiden bersembunyi dibalik kata-kata "tidak mau melakukan intervensi hukum" untuk melepaskan diri dari tanggung jawab pemberantasan mafia hukum. Bukankah Presiden adalahg atasan langsung Kapolri dan Jaksa Agung? Kalau Kapolri dan Jaksa Agung adalah para penegak hukum tertinggi di institusi masing-masing, maka Presiden sebagai kepala Negara adalah penegak hokum tertinggi di Indonesia. Sudah saatnya Presiden bertindak tegas dengan membuang segala kebimbangan untuk memproses para mafia hokum, kecuali kala pemberantasan mafia hukum yang sering kali dikemukakan oleh Presiden hanya suatu retorika belaka.
Dalam situs http://www.lintasme/TPcbXwkZ, mafia, dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia; Hal kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilian dan AS. Awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang orang-orangnya memasuki Sisilia pada abad pertengahan, untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim sendiri). Sisilia Cosa Nostra di AS, adalah grup relative baru dimulai dari pertengahan abad ke-19 di Italia. Mereka terlibat dalam perdagangan narkoba, senjata, bisnis perlindungan. Geng ini beranggotakan 3500 -4000 orang.
Rata-rata gerombolan mafia di dunia melakukan kejahatan jual beli narkoba, penyelundupan, pengelolaan judi, serta penculikan. Seperti mafia di mexiko yang mempunyai anggota sampai 30.000 di seluruh AS, 150 orang mempunyai wewenang untuk perintah membunuh, ditambah 2000 asosiasi yang juga menjalankan perintah ini, dan mereka memaksa dealer untuk membayar 'pajak perlindungan', kalau tidak mau dibunuh. Sama halnya dengan Jepang Yakuja, grup kejahatan ter-organisir yang ditemukan pada abad ke-17, mereka memiliki 110. 000 anggota aktif, dan sekitar 2500 keluarga. Terlibat dalam bisnis perlindungan, prostitusi, dan imigran illegal, impor pornografi uncensored dari eropa dan amerika.
Mafia Rusia berasal dari pecahan Negara Unisoviet, mempunyai pengaruh diseluruh dunia. Geng ini mempunyai anggota 100.000 – 500.000 orang. Kode etik yang harus dipatuhi adalah tutup mulut dan membunuh. Mereka ditakuti Karena terorisme, vandalism dan pembunuhan kontrak. Pertanyaan selanjutnya, apakah mafia di Indonesia sudah pernah dilahirkan? Atau seberapa jauh model mafia internasional sudah di adopsi dan diterapkan secara nyata? apakah dalam bentuk kekerasan dan pembunuhan, narkoba atau terorisme?
Yang dikenal selama ini pertama adalah, adanya grup mafia Berkeley dimana Partai Sosialis Indonesia(sosialis kanan), yang pernah dibubarkan oleh Presiden Soekarno, bersekongkol dengan CIA melakukan gerilya politik dan tindakan subversi menjatuhkan Presiden Soekarno, karena dianggap pro komunis.Kedua, Sejauh mana personifikasi Soemitrodjojo hadikusumo, Widjojo nitisastro, Emil Salim dll, menerapkan kapitalisme dan liberalism di Indonesia, dan mencekoki ilmu-ilmu liberal kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang disekolahkan ke Berkeley, Cornel,MIT yang ditengarai menjadi dapur CIA?Bukankah lembaga-lembaga donor untuk pendidikan semisal Ford Foundation dan Rocke Feller telah beroperasi begitu lama mencerdaskan mahasiswa dengan ilmu ekonominya justru untuk menguasai perekonomian nasional?
Yang ketiga adalah, fenomena Gayus tambunan dan Cirus Sinaga,dalam tataran pelaksanaan hukum di Indonesia.Kalau Gayus dianggap sebagai gembong mafia peradilan (yang dibongkar oleh Susno Duaji, yang dijuluki 'whistle blower'), maka Cirus dikenal sebagai 'markus' atau mafia kasus, dimana seorang jaksa terlibat merekayasa 'rencana tuntutan' seorang terpidana agar lepas dari jerat hukum, dan mendapatkan komisi, atau imbalan financial tertentu. Walaupun actor mafia peradilan belum terbongkar secara tuntas, akan tetapi secara umum sudah terdapat indicator persamaan, bahwa mafia internasional adalah gerombolan terorganisasi melawan Negara, yang melakukan pembunuhan dan kekejaman tanpa rasa kemanusiaan, demi memperkaya kartelnya. Sedangkan mafia hukum, per bankkan, pajak dll di Indonesia, adalah kumpulan 'gerombolan' krah putih yang melakukan konspirasi dan rekayasa hukum demi transaksi financial untuk kekayaan pribadi.
Pertanyaan selanjutnya, siapakah komplotan kerah putih tersebut? Siapa gembongnya? Apakah mereka adalah oknum penegak hukum itu sendiri, ditambah dengan oknum pengacara hitam yang berdalih sebagai penjaga keadilan? Ataukah sang don corleone baru sudah lahir di Indonesia? Begitu lemahkah Negara menjadikan institusi penegak hukum(Polri,Kejaksaan,Pengadilan) sebagai 'island of integrity'
Guna memperkaya visi di dalam blog ini, saya tampilkan judul di atas yang ditulis oleh Eddy OS Hiariej, Guru Besar Hukum Pidana UGM, di harian kompas tanggal 13 januari, 2011. Semoga bermanfaat. (a.m.a)
Alat yang tertua dan terampuh yang dimiliki oleh kejahatan terorganisasi dalam melawan proses penuntutan criminal adalah membunuh para saksi yang bersaksi melawan mereka (Gerald Shur, A Fathers Dream Come True dalam WITSEC; Pengalaman Program Perlindungan Saksi Federal AS :ELSAM,2006). Hal ini dilakukan untuk melanggengkan kejahatannya terhadap setiap orang, terlebih para Alat yang tertua dan terampuh yang dimiliki oleh oleh kejahatan terorganisasi dalam Mafioso yang berkhianat dari anggota kelompok mafia. Oleh karena itu, setiap Mafioso yang tertangkap selalu mempertahankan omerta (hukum tutup mulut) untuk tidak memberikan informasi apa pun terkait La Cosa Nostra (nama sebenarnya dari organisasi mafia yang ber arti 'milik kami').
Pemberantasan terhadap mafia tidaklah mudah karena mereka memiliki akses pada lembaga-lembaga pemerintah, termasuk polisi, jaksa, dan hakim-hakim yang korup. Perlawanan terhadap omerta pertama kali dilakukan oleh Joe Valachi, seorang Mafioso yang tertangkap. Secara gamblang dia menceritakan organisasi La Cosa Nostra yang saat itu dipimpin oleh Vito Genovese. Sebagai imbalan, Negara mengubah hukuman mati yang dijatuhkan kepada Valachi menjadi hukuman seumur hidup dan dia dipindahkan kesebuah pulau di Pasifik barat.
Demikian pula yang dilakukan Pascal Calabrese - - Mafioso yang mau bekerja sama dengan Negara - - terhadap organisasi mafia yang dikendalikan Stefano Magaddino. Dalam rangka melindungi Callabrese, Negara memalsukan identitasnya.
Nama Calabrese diganti menjadi Angelo dan meminta seorang pendeta di Buffalo untuk memberikan sertifikat baptis baru dengan nama palsu mereka dan membujuk seorang pemilik sekolah di Buffalo untuk mengganti nama akhir dari anak-anaknya di rapor sekolah menjadi Angelo. Departemen Kehakiman kemudian merelokasi Calabrese bersama keluarganya dari incaran pasca mafia. (ELSAM 2006, halaman xiv-xviii)
Praktik di Indonesia
Dalam konteks pemberantasan mafia hukum di Indonesia, ini bukan merupakan suatu hal yang mudah. Para Mafioso hukum sudah memasuki institusi Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Advokat, sampai pada politisi, parpol sampai pada pengusaha nakal. Kalau dinegara asalnya, para Mafioso yang memberikan informasi mengenai kejahatan yang dilakukan La Cosa Nostra dikejar dan dibunuh dalam pengertian yang sesungguhnya, maka lain halnya di Indonesia. Para Mafioso yang melawan omerta dan membuka kebobrokan institusinya yang korup, alih-alih mendapat perlindungan Negara,justru di incar dan dibunuh alias dibungkam dengan berbagai tuduhan kejahatan, baik yang dilakukan oleh nya maupun yang direkayasa.
Masih segar dalam ingatan kita, peristiwa Endin Wahyudin, yang menelanjangi tiga hakim agung, yang menerima suap dan pelakunya adalah ia sendiri, harus mendekam dalam jeruji besi dengan pasal pencemaran nama baik, sementara ketiga hakim tersebut bebas berkeliaran tanpa rasa malu. Demikian juga yang diderita Komisaris jenderal Susno Duaji yang membuka aib institusinya dalam kasus mafia pajak. Saat ini Susno terpaku dikursi pesakitan sebagai terdakwa dengan tuduhan korupsi selama yang bersangkutan menjabat Kapolda Jawa barat. (Akhir maret 2011, diputuskan hukuman tiga setengah tahun penjara dan Susno langsung naik banding.)
Tidak kalah buruknya juga terjadi pada Gayus H.P Tambunan, Mafioso yang sepak terjangnya sangat luar biasa. Kendati telah memberikan semua informasi kepada Tim Independen Polri perihal kasus mafia pajak dan secara terang benderang Gayus telah bercerita di depan sidang pengadilan mengenai keterlibatan sejumlah petinggi Polri dan kejaksaan dalam kasus tersebut, para penguasa kedua -institusi itu seolah buta dan tuli untuk tidak memproses anak nuahnya. Kalau dalam kisah di atas Negara memberikan identitas palsu, kepada Mafioso yang mau bekerja sama dalam rangka melindunginya, maka berbeda di Indonesia, Gayus mendapatkan identitas palsu - - yang sudah pasti melibatkan aparat – untuk mempertahankan praktik mafia hukum.
Disisi lain, instrument hokum kita tidak memadai untuk melindungi orang-orang seperti Endin, Susno, dan Gayus. Ketentuan pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, pada hakikatnya menyatakan bahwa saksi, korban dan pelapor tidak dapat dituntut secara hokum, baik pidana maupun perdata, atas laporan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya. Akan tetapi, ayat (2) undang-undang tersebut berbunyi, "seorang saksi yang juga tersangka dalam kasus yang sama tidak dapat dibebaskan dari tuntutan pidana apabila ia ternyata terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, tetapi kesaksiannya dapt dijadikan pertimbangan hakim dalam meringankan pidana yang akan dijatuhkan".
Ketentuan ayat (2) sebenarnya bersifat contra legem, dengan ayat (1) nya. Pada kenyataannya, ketentuan ayat (2) ini yang selalu dipakai aparat yang memproses para saksi kunci, sementara para pelaku kelas kakap tidak pernah tersentuh oleh hukum. Sayangnya ketika pasal 10 ayat (2) ini dimohonkan pengujiannya oleh Susno Duaji, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan tersebut.
Dimulai dari "kepala."
Lalu bagaimana untuk mengakhiri semua ini? Meminjam istilah Yang dikemukakan JE Sahetapy bahwa ikan yang busuk bukan berasal dari ekornya tetapi berawal dari kepala ikan, maka yang harus dibersihkan lebih dulu adalah para petinggi di Institusi penegak hukum. Presiden harus berani menon-aktifkan mereka yang terlibat dalam praktik mafia hukum dan mengusut tuntas semua kasus tersebut meskipun harus menyeret para perwira berbintang di tubuh Polri, para petinggi di Kejaksaan Agung, hakim-hakim korup termasuk advokat, politisi,dan pengsaha nakal.
Bukan saatnya lagi Presiden bersembunyi dibalik kata-kata "tidak mau melakukan intervensi hukum" untuk melepaskan diri dari tanggung jawab pemberantasan mafia hukum. Bukankah Presiden adalahg atasan langsung Kapolri dan Jaksa Agung? Kalau Kapolri dan Jaksa Agung adalah para penegak hukum tertinggi di institusi masing-masing, maka Presiden sebagai kepala Negara adalah penegak hokum tertinggi di Indonesia. Sudah saatnya Presiden bertindak tegas dengan membuang segala kebimbangan untuk memproses para mafia hokum, kecuali kala pemberantasan mafia hukum yang sering kali dikemukakan oleh Presiden hanya suatu retorika belaka.
Selasa, 31 Januari 2012
DELAPAN KEBOHONGAN SEORANG IBU DALAM HIDUPNYA
" Seumur hidup kita menggendong orangtua
di pundak kita,tidak akan bisa membalas jasa-jasa orang tua kita "
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya.
Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat
sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling
indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata :"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.
" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek"
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum.
Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yangmalang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka,Ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------
KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luarkota sering mengirimkan
sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.
Ibu berkata : "Saya punya duit"
KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :
"Aku tidak terbiasa" ---------
-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
"Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya
percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali
mengucapkan : " Terima kasih Ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita?
Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai
beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika
dibandingkan dengan pacar (maaf yah nyindir yg pacaran), kita pasti
lebih peduli dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar
pacar, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia
bahagia bila di samping kita...??
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi...
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita,lakukanlah yang terbaik.Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya.
Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat
sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling
indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata :"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.
" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek"
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum.
Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka,Ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------
KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.
Ibu berkata : "Saya punya duit"
KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :
"Aku tidak terbiasa" ---------
-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
"Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya
percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali
mengucapkan : " Terima kasih Ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita?
Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai
beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika
dibandingkan dengan pacar (maaf yah nyindir yg pacaran), kita pasti
lebih peduli dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar
pacar, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia
bahagia bila di samping kita...??
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi...
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita,lakukanlah yang terbaik.Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.
TIDAK MENUNGGU KAYA UNTUK BERBAGI
Keserakahan sedang mencekik dunia
dan memicu krisis.Para demonstran Anti Wall Street mengecam 1% pemilik modal
yang menguasai nyaris 90 % aset Amerika, sementara 99% manusia di sana hidup
dengan 1% aset yang tersisa.Di Indonesia juga sama, para konglomerat terus
berekspansi, di atas gaji kecil sebagian besar
buruh dan derita para penduduk asli, seperti di Papua atau Kalimantan. Berbagi,
memberi, berbuat adil tampak menjadi
basi. Mari belajar dari kisah si Jorge berikut ini :
“Maka hendaklah sekarang kelebihanmu mencukupkan kekurangan mereka,
agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekuranganmu, supaya ada
keseimbangan. Seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak
kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”
Kisah ini dimulai lima
tahun lalu, ketika Jorge berjalan melewati satu perusahaan yang memproses
makanan. Ia melihat mereka membuang bahan makanan (dalam keadaan masih baik).
Jorge lalu bertanya, jika ia bisa mengumpulkan orang yang membutuhkan makanan,
maukah mereka memberikannya? Mereka mau.
Sejak itulah, Jorge dan ibunya
memasak bahan-bahan yang disumbangkan oleh perusahaan tadi setiap malam sehabis
pulang kerja. Kotak makanan dan gelas kertas dipakai untuk membungkus
makanan-makanan yang telah disiapkan oleh Jorge dan ibunya.
Menggunakan mobilnya sendiri,
Jorge lalu membawa semua makanan ini ke tempat yang sudah ditentukan setiap
harinya, di Roosevelt Avenue .
Dan di sanalah, tidak kurang dari 110 orang mengantre setiap harinya,
menantikan makanan yang dibawakan oleh Jorge. Mereka ini adalah orang-orang
yang hanya bisa makan satu kali setiap hari dan rela mengantre di bawah cuaca
yang sangat dingin untuk bertemu Jorge.
Orang-orang ini tidak punya rumah dan pekerjaan. Sejak krisis menghantam Amerika, semakin banyak
pengangguran. Terutama para imigran asing. Jorge pun dulunya imigran. Ibunya
yang bekerja sebagai tukang bersih-bersih, mengirimkan uang setiap bulan untuk
keluarganya di Kolombia. Lalu ketika beranjak remaja, Jorge ikut menyeberang ke
Amerika, mendapatkan pekerjaan di salah satu sekolah lalu menjadi warga
Amerika. Saat ini, Jorge dan ibunya tinggal di sebuah rumah kecil di pinggir
Kota New York.
Berikut wawancara dengan Jorge:
Apa tantangan yang kau hadapi?
Hari demi hari yang menjadi tantangan adalah
memiliki cukup uang untuk melaksanakan misi ini, dan juga memiliki makanan yang
cukup untuk diberikan kepada lebih dari 110 orang yang menungguku setiap malam.
Apa yang memotivasimu untuk bekerja sedemikian
keras setiap hari?
Tuhanlah yang menjadi pemanduku
dan memberiku kekuatan untuk meneruskan misi-Nya. Hal lain yang memotivasiku
adalah aku ingin membagikan apa yang kumiliki kepada mereka yang membutuhkan.
Kalau kau berbagi maka kau akan “OK” dengan Tuhan.
Kapan terakhir kali kau berlibur?
Liburan terakhirku adalah lima
tahun lalu ketika aku belum memulai misi ini.
Apakah orang yang kau tolong
menghargai apa yang kau lakukan?
Yes, dengan senyum lebar mereka
selalu berkata, “Terima kasih, Kolombia” dan “Tuhan memberkatimu.” Mereka juga
berkata, “Aku akan bertemu kamu besok dan jika bukan karena kamu, aku tidak
akan punya apa pun untuk dimakan.”
Apakah ada yang membantumu dan
keluargamu ketika kau tiba di Amerika?
Tidak, tapi ibuku di sini dan
kami mendukung satu sama lain, kami bertiga.
Apakah kau hanya membantu imigran atau ada juga
tunawisma yang kau bantu?
Iya, ada juga para tunawisma yang kubantu.
Kau bergantung pada kebaikan dan donasi dari
yang lain, bagaimana orang-orang ini tahu tentang kamu?
Mereka menemukanku lewat teve,
internet, koran. Kadang-kadang orang pun sengaja melintasi Roosevelt
Avenue dan melihat apa yang kulakukan.
Apakah kau tahu orang lain yang
melakukan hal sepertimu di kota
ini?
Tidak setiap malam.
Kalau ada tiga permintaan yang
bisa kau ajukan, apakah itu?
Pertama aku ingin tetap sehat dan
terus melakukan misi yang diberikan Tuhan ini.
Kedua, aku ingin mendedikasikan
diriku untuk melakukan misi ini sebagai full-time job, dan tidak hanya
memberikan kepada mereka makan malam, tapi juga sarapan.
Ketiga, aku berharap punya tempat
lebih besar di mana aku bisa masak, menyimpan, dan alat-alat lain yang
kuperlukan untuk misi ini.
*Jorge termasuk salah satu
imigran yang diliput dalam acara koki terkenal, Jamie Oliver (Jamie Oliver’s
American road trip)
Cepat Bosan Beresiko Cepat Mati
Minggu, 07 Februari 2010 | 11:53 WIB
TEMPO Interaktif, London
-- Rasa bosan beresiko dengan mati usia muda. Para
peneliti mengungkapkan bahwa seseorang yang mengeluh bosan beresiko mati muda
dan mereka yang mengalami kebosanan tingkat tinggi lebih beresiko meninggal
karena penyakit jantung atau stroke dibanding mereka yang puas dengan nasib
mereka.
Lebih dari
7.000 pegawai negeri sipil telah diteliti hampir lebih dari 25 tahun. Hasil
yang ditemukan, mereka yang mengatakan bosan hampir 40 persen telah meninggal
pada akhir penelitian daripada mereka yang tidak.
Spesialis dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan
Masyarakat Universitas College London, mempelajari data dari 7.524 pegawai yang
berusia antara 35 dan 55 yang diwawancarai antara tahun 1985 dan 1988 tentang
tingkat kebosanan. Lalu mereka mencari tahu apakah mereka sudah mati pada April
tahun lalu.
"Temuan pada penyakit jantung menunjukkan ada cukup
bukti untuk mengatakan ada kaitannya dengan kebosanan," kata Martin
Shipley, peneliti yang ikut menuliskan laporan yang akan diterbitkan dalam
International Journal of Epidemiology, pekan ini. "Ini sangat penting
bahwa orang yang memiliki pekerjaan yang membosankan, memiliki cara mengusir
rasa bosan di pantai, ketimbang dengan minum beralkohol atau merokok,"
ujarnya.
"Adalah penting untuk membedakan antara sebab dan
akibat. Apakah orang-orang yang berpaling ke minuman dan obat-obatan
diakibatkan rasa bosan atau karena memiliki karakteristik tertentu,"
tambah Psikolog Graham Harga.
Bagi banyak orang yang tidak mempunyai motivasi atau tidak
terinspirasi oleh hidup, atau mungkin memiliki kecenderungan terhadap depresi,
jalan keluarnya adalah mengubah fokus mereka menjauh dari diri sendiri dan
orang lain. "Yang tadinya menjadi aku, mereka harus mengubah pola pikir
menjadi apa yang bisa dilakukan untuk keluarga saya, teman-teman saya, kolega
saya, bahkan bos saya," sarannya.
Hasil survei juga menjelaskan satu dari sepuluh karyawan
menemukan bahwa wanita yang mengalami kebosanan lebih menderita dua kali lipat
dibanding yang dirasakan lelaki. Karyawan yang lebih muda dan lebih banyak
mengerjakan pekerjaan kasar, juga lebih rentan mengalami kebosanan.
Dari hasil penelitian tersebut, dilaporkan sebanyak 37
persen yang mengalami kebosanan telah meninggal diakhir penelitian tersebut.
DAILY MAIL| APRIARTO MUKTIADI
Banyak Uang Belum Tentu Bahagia
Banyak Uang Tak Berarti Bahagia
Kamis, 16 Desember 2010 | 09:54 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO/Dasril Roszandi
TEMPO Interaktif, Sejumlah orang biasanya mengungkapkan bila banyak uang pasti akan bahagia. Ternyata, banyak uang tak selalu mendatangkan kebahagiaan.
Sebuah penelitian menemukan bahwa kebahagiaan orang tidak selalu meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan mereka.
Peneliti menguji kaitan antara pertumbuhan ekonomi dan kebahagiaan di 37 negara selama minimal 10 tahun dan dengan rata-rata responden berusia 22 tahun. Negara-negara itu termasuk negara kaya dan miskin.
“Baru-baru ini diklaim bahwa ada hubungan positif antara kebahagiaan dan pendapatan, namun ternyata, tidak ada hubungannya,” ujar penulis penelitian Richard Easterlin, profesor ekonomi di University of Southern Callifornia dalam rilis berita USC seperti dilansir HealthDay News, Rabu (15/12).
Easterlin mencontohkan di negara Cili, Cina, dan Korea Selatan. Pendapatan per kapita di negara-negara itu berlipat ganda dalam 20 tahun terakhir ini, tapi survey menunjukkan kepuasan hidup di negara-negara itu sedikit menurun.
“Jika pertumbuhan ekonomi bukan hal utama untuk kebahagiaan yang lebih besar, lalu apa?. Kita mungkin perlu memfokuskan kebijakan lebih tepat pada kepentingan pribadi yang mendesak seperti kesehatan dan kehidupan keluarga, dari pada materi,” kata Easterlin.
Penelitian itu dipublikasikan pada 13 Desember lalu dalam edisi online jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Langganan:
Postingan (Atom)


